<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180</id><updated>2012-01-14T06:12:11.499+07:00</updated><category term='LM'/><category term='blog'/><title type='text'>Lembayung Majapahit - Asal Usul &amp; Menghilangnya Sang Maha Patih</title><subtitle type='html'>"Sira Gajah Mada, pepatih hamoengkoe bhoemi tan ayoen hamoekti palapa.Sira Gajah Mada, lamoen hoewoes kalah Noesantara ingsoen hamoekti palapa. Lamoen kalah ring Goeroen, ring Seram, Tanjoengpoera, ring Haroe, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Soenda, Palembang, Toemasek, samana ingsoen hamoekti palapa - Gajah Mada"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>61</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-3694588638362366238</id><published>2008-10-31T11:02:00.000+07:00</published><updated>2008-10-31T16:08:18.508+07:00</updated><title type='text'>Cerpen: "Lara, Bercinta dalam Kabut"</title><content type='html'>  &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://ungguls.multiply.com/photos/hi-res/upload/SQrK1goKCGEAAAyhY381"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SQrK1goKCGEAAAyhY381/Sakura.jpg?et=iYuWHlTdQe2Pclx77Wye5g&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Lara, beberapa saat terakhir ini banyak termenung dalam kesendiriannya. Ketika jam 20.00 malam tiba, Putri, nama cinderella kesayangannya telah lelap terbuai mimpi. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Hari ini, Putri, anak tunggal tercintanya tidur dalam senyuman. Seusai bermain-main dengan caryon kesukaannya, ia mewarnai gambar-gambar kartun kesukaannya. Hobi yang ia lakukan disetiap saat yang ia miliki. Buku-buku mewarnai hampir memenuhi setiap ruangan rumah yang ada.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lara kembali dalam ketermenungannya. Ia pandangi layar ponsel ditangannya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Belum terdengar deru kendaraan Cakra suaminya. Seperti biasa, ia tiba di rumah paling cepat jam 21.00 malam. Tumpukan pekerjaan yang tak bisa ditunda akibat deadline harian, membuatnya ia selalu sibuk dan sibuk. Datang malam dan berangkat kerja kembali keesokan harinya ketika matahari belum bersinar penuh.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Telpon? Jangan.... Telpon? Jangan... Atau aku sms saja?&lt;/span&gt;" batinnya bergelut dalam bingung. Hatinya bersiteru dengan akal pikirannya sendiri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sementara di layar ponsel tertera sederetan no ponsel dengan nama Anom.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pikiran Lara menerawan beberapa minggu yang lalu. Ketika itu, ia pulang bersama Putri mengunjungi kedua orang tuanya di kota kelahirannya. Adik lelakinya menikah. Tak pernah diduga sebelumnya, ketika di kampung halaman itu, Lara bertemu dengan Cahyo, sahabat baik Anom, kekasihnya yang sesungguhnya tak pernah ia bisa hapuskan dari kedalaman lubuk hatinya. Dari Cahyo pula, kini Lara bisa menyimpan nomer ponsel Anom.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Kau telpon Anom saja, Lara. Ia pasti suprise dan sangat senang bisa bertemu kembali dengannya", jelas Cahya bersemangat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Apakah ia mau menerima telpon dariku?" tanya Lara setengah berharap setengah ragu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Ah, gila kau. Tentu saja ia akan senang sekali bisa mendengar suaramu. Bukankan dulu kalian berpisah karena keinginan mamamu? Kutahu, diantara kalian tak pernah ada masalah apapun kan?" balas Cahyo panjang lebar. Matanya berbinar senang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Kau lihat diriku, Lara. Aku saja yang hanya sahabat kalian berdua, begitu senang bisa bertemu denganmu. Apalagi Anom? Ia pacarmu bukan? Dan kalian tak pernah terlibat pertengkaran apapun sampai kalian berdua memutuskan berpisah karena desakan mamamu itu. Benar kan?" kejar Cahya. Kedua tangannya terentang, seolah mencari pembenaran akan kalimat yang ia ucapkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Entah mengapa, Lara semakin membenarkan kalimat yang masuk ke dalam telinganya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cahyo benar. Kenyataannya, kami sama-sama menangis saat perpisahan itu terjadi. Kami masih saling mencintai. Dan kenyataannnya, ia cinta matiku hingga kini. Aku tak pernah bisa melupakannya, tak akan pernah berhasil mengusirnya dari hati ini&lt;/span&gt;" batin Lara penuh pergolakan yang pada akhirnya membuat dirinya bingung sendiri. &lt;br&gt;&lt;br&gt;"Dia tinggal dimana sekarang? Berapa putranya?" tanya Lara sembari berusaha mengusir kecamuk dihatinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Wah, ia sudah berhasil sekarang. Ia kerja di perusahaan asing, sebuah group konglomerasi international. Seingatku, ia punya anak dua" jelas Cahyo. Ada kebanggaan disana yang tertangkap oleh mata Lara. Rupanya, Cahyo sebagai sahabat terdekat Anom, ikut merasakan kegembiraan melihat keberhasilan sahabatnya itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Padahal kau tahu sendiri, Lara. Semasa kuliah dulu, ia lebih sering mencontek dari aku. Aku ini lebih segalanya dibandingkan pacarmu itu. Tapi rupanya ia berubah semenjak kerja, nyatanya, ia kini berhasil dalam karirnya. Aku salut padanya. Bahagia melihat semua itu" jelasnya lagi. Seolah Cahyo tahu perasaan apa yang baru saja terlintas dibenaknya. Ia jelaskan walau Lara sendiri belum menanyakannya.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Berjalan waktu dari hari ke hari. Matahari dan rembulan begitu harmonis bergantian menyinari bumi, silih berganti. Tak terasa, tiga bulan sudah berlalu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lara kini sedang di kota kelahirannya kembali. Di kampung halamannya. Tapi, malam ini ia tak tidur di rumah orang tuanya. Di sebuah hotel berbintang di tengah kota. Semalam, ia berpamitan kepada mereka, malam ini ia akan tidur di rumah seorang sahabatnya semasa kuliah dulu. Putri ia titipkan pada neneknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pagi masih gelap, walau begitu, sinar temaramnya mulai menembus sela-sela gordin jendela. Dinginnya AC ruangan menembus tebalnya selimut yang mereka kenakan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mengenang semalam, air matanya perlahan kembali membuncah. Mata terasa panas. Ada penyesalan di sana, namun lebih banyak kebahagiaan di ujung terdalam hatinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terima kasih kak Anom... Bagiku, semalam adalah malam pengantin yang sesungguhnya bagiku. Begitu lama aku telah menantinya...&lt;/span&gt;" tangannya membelai pelan wajah Anom yang masih pulas tertidur disisinya. Perlahan ia kecup kening Anom perlahan dengan segenap perasaan yang ia miliki.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maafkan Lara, Bang Cakra. Lara bersalah. Namun Lara berjanji tak akan meninggalkan Bang Cakra, juga Putri tercinta, selamanya. Namun, maafkan bila cinta Lara sungguh tak bisa berpaling. Ia telah lama memiliki pilihannya sendiri&lt;/span&gt;"jerit batin Lara tenggelam dalam kesunyian.&lt;br&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-3694588638362366238?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/3694588638362366238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=3694588638362366238&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/3694588638362366238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/3694588638362366238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/10/cerpen-bercinta-dalam-kabut.html' title='Cerpen: &amp;quot;Lara, Bercinta dalam Kabut&amp;quot;'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-5169334972927096767</id><published>2008-10-24T10:26:00.000+07:00</published><updated>2008-10-24T14:26:47.628+07:00</updated><title type='text'>23 Oktober Ketigabelas</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://ungguls.multiply.com/photos/hi-res/upload/SQF3MQoKCGEAACZ1bAE1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SQF3MQoKCGEAACZ1bAE1/Pawai-Obor.jpg?et=mYdBRzm%2BZs90KXp%2B46ZELg&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Ingatkah kau...&lt;br&gt;Kala kuseret dirimu &lt;br&gt;Kedalam kolam ini&lt;br&gt;Yang sengaja kuciptakan untukmu&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seringkali malam itu tak berbintang&lt;br&gt;Tak jemu deras hujan menerpa bumi&lt;br&gt;Membuat daun kelapa bergoyang kencang tak kepalang&lt;br&gt;&lt;br&gt;Diriku yang tak berbaju dengan lipatan celana di lutut&lt;br&gt;Mencoba menghalau semua itu&lt;br&gt;Iringan doa dan dzikirmu merasuki jiwaku&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebenarnya aku harus malu padamu&lt;br&gt;Diriku tak berbaju&lt;br&gt;Tapi kau katakan padaku&lt;br&gt;Nanti kita beli kapan-kapan&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ingin kukenakan pakaian yang terbaik untukmu&lt;br&gt;Tak jemu kata bisikan,&lt;br&gt;Masih banyak waktu untuk kita membelinya di masa depan&lt;br&gt;&lt;br&gt;Merenangi dalamnya kolam&lt;br&gt;Hingga ke dasar yang banyak berbatu&lt;br&gt;&lt;br&gt;Batu hitam&lt;br&gt;Batu padas&lt;br&gt;Kerakal...&lt;br&gt;Hanya ada setitik kemilau &lt;br&gt;Ketika segenggam pasir ditimpa cahaya pagi&lt;br&gt; &lt;br&gt;Air kecoklatan&lt;br&gt;Beku karena malam&lt;br&gt;Kotornya dedaunan&lt;br&gt;Tak pernah membuat kita tenggelam&lt;br&gt;&lt;br&gt;Biarkan saja&lt;br&gt;Hadapi saja&lt;br&gt;Sabar saja&lt;br&gt;Smua akan diendapkan oleh waktu &lt;br&gt;&lt;br&gt;Berulangkali kita selami&lt;br&gt;Berulangkali kita seberangi&lt;br&gt;Tak ada kelelahan disana&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika samudera ada dalam dada...&lt;br&gt;Kolam ini tak pernah berarti apa-apa....&lt;br&gt;&lt;br&gt;* Diramaikan oleh barisan obor yang jalan beriringan di tengah malam&lt;br&gt;&lt;br&gt;Foto dicopas dari: http://foto.okezone.com/&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-5169334972927096767?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/5169334972927096767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=5169334972927096767&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/5169334972927096767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/5169334972927096767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/10/23-oktober-ketigabelas_24.html' title='23 Oktober Ketigabelas'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-2158591966254719645</id><published>2008-10-24T10:21:00.000+07:00</published><updated>2008-10-24T14:21:12.144+07:00</updated><title type='text'>23 Oktober Ketigabelas</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://ungguls.multiply.com/photos/hi-res/upload/SQF3MQoKCGEAACZ1bAE1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SQF3MQoKCGEAACZ1bAE1/Pawai-Obor.jpg?et=mYdBRzm%2BZs90KXp%2B46ZELg&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Ingatkah kau...&lt;br&gt;Kala kuseret dirimu &lt;br&gt;Kedalam kolam ini&lt;br&gt;Yang sengaja kuciptakan untukmu&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seringkali malam itu tak berbintang&lt;br&gt;Tak jemu deras hujan menerpa bumi&lt;br&gt;Membuat daun kelapa bergoyang kencang tak kepalang&lt;br&gt;&lt;br&gt;Diriku yang tak berbaju dengan lipatan celana di lutut&lt;br&gt;Mencoba menghalau semua itu&lt;br&gt;Iringan doa dan dzikirmu merasuki jiwaku&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebenarnya aku harus malu padamu&lt;br&gt;Diriku tak berbaju&lt;br&gt;Tapi kau katakan padaku&lt;br&gt;Nanti kita beli kapan-kapan&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ingin kukenakan pakaian yang terbaik untukmu&lt;br&gt;Tak jemu kata bisikan,&lt;br&gt;Masih banyak waktu untuk kita membelinya di masa depan&lt;br&gt;&lt;br&gt;Merenangi dalamnya kolam&lt;br&gt;Hingga ke dasar yang banyak berbatu&lt;br&gt;&lt;br&gt;Batu hitam&lt;br&gt;Batu padas&lt;br&gt;Kerakal...&lt;br&gt;Hanya ada setitik kemilau &lt;br&gt;Ketika segenggam pasir ditimpa cahaya pagi&lt;br&gt; &lt;br&gt;Air kecoklatan&lt;br&gt;Beku karena malam&lt;br&gt;Kotornya dedaunan&lt;br&gt;Tak pernah membuat kita tenggelam&lt;br&gt;&lt;br&gt;Biarkan saja&lt;br&gt;Hadapi saja&lt;br&gt;Sabar saja&lt;br&gt;Smua akan diendapkan oleh waktu &lt;br&gt;&lt;br&gt;Berulangkali kita selami&lt;br&gt;Berulangkali kita seberangi&lt;br&gt;Tak ada kelelahan disana&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika samudera ada dalam dada...&lt;br&gt;Kolam ini tak pernah berarti apa-apa....&lt;br&gt;&lt;br&gt;* Diramaikan oleh barisan obor yang jalan beriringan di tengah malam&lt;br&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-2158591966254719645?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/2158591966254719645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=2158591966254719645&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/2158591966254719645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/2158591966254719645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/10/23-oktober-ketigabelas.html' title='23 Oktober Ketigabelas'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-525852942645777476</id><published>2008-10-14T11:29:00.000+07:00</published><updated>2008-10-14T15:29:59.657+07:00</updated><title type='text'>Suasana Saat Nonton Lagi Film "Laskar Pelangi"</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SPRYdgoKCGEAADwx39A1/Laskar-Pelangi-141008.jpg?et=kCbnErgPW74IPQGNjwX63w&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/span&gt;Hari Minggu lalu, tepatnya 05 Oktober, menghabiskan sisa libur lebaran saya ajak keluarga nonton film ini (&lt;a href="http://ungguls.multiply.com/reviews/item/48"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-style: italic;"&gt;lihat disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;). Eh, Sabtu kemarin rumah dipenuhi oleh adik ibu beserta adik-adik sepupuku. Mereka sengaja datang tuk berkunjung dan menginap di rumah. Alhamdulillah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Obrolan malam mingguan itu berlangsung hingga lewat tengah malam, di temani oleh irisan buah mangga, jeruk dan aneka gorengan. Sayang, tok beer di rumah lagi habis, hehehe.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Paginya, ditemani sarapan nasi uduk, yang sayangnya lagi tak ada semur jengkolnya, kami melanjutkan obrolan semalam yg belum usai. Tema pembicaraan ngalor ngidul kesana kemari tak ada putusnya, hingga akhirnya kami membahasa film yang tengah digandrungi banyak orang saat ini, yakni Laskar Pelangi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Akhir kata, kami berangkat ke jaringan XXI di Bekasi. Tepat jam 10.00 pagi itu kami sudah menunggu di koridor depan bioskop yg belum dibuka. Calon penonton sudah menumpuk. Benar-benar padat. Pengamatan saya, hampir 80% dr para penunggu ini akan lari ke Studio 1 tempat dimana film LP ini diputar. Jelas, mereka bakal menjadi pesaing kami dlm berlomba mendapatkan tiket masuk. Struggle On The Fittest, begitu kata para bule disana.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kalangan remaja ABG hingga anak-anak kecil yang ditemani oleh kedua orang tuanya. Berdasrkan survei singkat, anak-anak itu ada juga yang ditemani teman-temannya, saudara-saudarany, tetangganya, hingga ke pacar-pacarnya yang notabene masih bocah-bocah juga. Bahkan ada yg di drop melalui jasa kurir, ataupun sekedar diantar oleh sopir taksi, nanti pulangnya di jemput. (Jangan percaya paragraf ini...)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Berikutnya, ini kisah nyata, bukan karangan. Ada dua laki-laki, entah harus menyebut bapak atau om-om ya? Mereka mendiskusikan kepadatan penunggu ini. Saya dengarkan, lebih dr 15 menit mereka menggerutukan prosedur antrian yang sangat padat itu. Mestinya, mereka buka untuk pesanan juga, jadi kita bisa pesan atau beli tiket untuk 1, 2 atau 3 hari ke depan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lelaki satunya, menanggapi tak kalah serunya. Aneka teori mereka keluarkan, dlm upaya mendapatkan tiket film yg laris manis ini. Sementara, sambil meraba dan menekan-nekan perlahan pintu pembatas yang hanya terbuat dari plastik tebal, entah polycarbonat atau apapun namanya. Saya ikutan nimbrung saran kepada mereka berdua.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Pak, dinding pembatas ini, tampaknya tak seberapa kuat. Bagaimana jika kita robohkan dan segera berlari ke loket?. Kita pasti dapat tempat terdepan"&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sesaat mereka terpana dan mencoba mencerna usul saya itu sebelum akhirnya pada tertawa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Ah, jangan sampai begitu pak. Nanti kita ga jadi nonton, malah urusan sama polisi..."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Langsung ke filmnya saja. Saya lebih dapat menikmati film ini saat menonton untuk yang kedua kali. Lebih tertawa saat ada kejadian lucu. Begitu juga saat adegan sedih dan mengharukan, saya pun lebih menangis dibandingkan sebelumnya. Tak ada bosan saat menontonnya. Tercatat, sebuah ember menjadi penuh air mata kami yg menangis karena haru saat menikmati film ini.&lt;br&gt; &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-525852942645777476?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/525852942645777476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=525852942645777476&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/525852942645777476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/525852942645777476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/10/suasana-saat-nonton-lagi-film-pelangi.html' title='Suasana Saat Nonton Lagi Film &amp;quot;Laskar Pelangi&amp;quot;'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-6567942616998826779</id><published>2008-10-08T08:06:00.000+07:00</published><updated>2008-10-08T12:57:30.821+07:00</updated><title type='text'>Terpaksa, Balik Kemarin Aku Menyuap Lagi</title><content type='html'>  &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://ungguls.multiply.com/photos/hi-res/upload/SOxLfQoKCGEAAEeih8Q1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SOxLfQoKCGEAAEeih8Q1/polisi.jpg?et=twU3%2CC6e1NtF1JCWQZSgtw&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Hari Jumat, tgl 3 kemarin, saya membawa keluarga kembali mengarah ke barat. Berangkat jam 08.00 an dr salah satu RM spesialis gudeg langganan di Jogja menuju Jakarta melalui jalur selatan. Jalanan mulai ramai dilalui para peserta ritual tahunan bangsa ini, lebaran. Mereka mulai mengarahkan perjalanannya ke arah rumah tinggal mereka. Musim mudik sudah usai, tinggal baliknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sampai di daerah Sedayu, menuju arah Wates, di depan kami ada sebuah kendaraan yang berjalan terlalu lambat, sementara jarak dengan kendaraan di depannya sudah terpaut jauh. Hati saya mulai risi mengikuti mobil yang jalannya kaya pengantin sunat ini, sementara di belakang, kendaraan mulai mengekor mengikuti buntut kendaraan kami.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebenarnya saya paham benar, garis ditengah jalan berbentuk garis lurus tak putus-putus dan dobel lagi, artinya baik dari jalur yang kami pakai atau sebaliknya, tidak diperkenankan untuk melanggar jalur sebelahnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mencoba bertahan untuk sabar jalan berlahan untuk sesaat, akhirnya tak tahan juga, di detik berikutnya, wuzzz, kami salip kendaraan di depan kami itu dengan mengambil porsi jalur sebelah kami.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tuhan Maha Pemurah, begitu kami lewati kendaraan itu, tampak pak polisi dengan senyum manisnya tengah mengatur arus kendaraan di tengah jalan, tepat di hadapan kami. Sementara, di jarak seratus meter di belakangnya, di sisi kiri jalan terparkir sebuah mobil patroli polisi dan seorang bapak petugas yang terhormat berdiri di belakangnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Begitu kendaraan kami terparkir rapi di pinggir jalan, sang bapak itu menghampiri kami, tetap dengan senyum nan ramah. Langkahnya tegap. Bangga kami melihatnya postur gagah seperti bapak petugas ini. Seringkali saya melihat, seorang polisi, sedikit berumur dengan perut yang membuncit. Bagaimana ia dapat mengejar buruannya yang nakal, sementara ia sendiri harus menjaga perutnya yang gendut itu. Setuju?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tapi yang datang ini benar-benar gagah dan ramah. Tak nampak kemarahan atau kejengkelan di matanya, padahal ia tahu persis kenakalan kami dengan garis-garis lalu lintas itu. Begitu tiba disamping kaca tempat duduk saya, ia angkat tangannya menghormat, katanya:&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Selamat pagi pak. Bapak telah melanggar garis pembatas jalan. Mohon berikan STNK dan SIM bapak".&lt;br&gt;&lt;br&gt;Percakapan berlanjut di belakang mobil patroli. Saya keluar tetap dengan celana pendek dan sandal jepit kebangsaan. Tak ada tempat dan waktu yang pas bagi saya untuk menghormati dirinya dengan mengganti celana panjang dan sepatu, bukan? Bukaaaaan...&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Dari mana pak? Atau mau kemana?" tanya sang petugas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Dari Jogja pak, mau pulang ke Jakarta" jawabku sambil mencoba seramah mungkin.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Bisa bahasa Jawa, pak?" tanyanya lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Yo mesti iso, pak. Lha, wong aku wong kene" saurku cepet.&lt;br&gt;("Ya pasti bisa, pak. Lha saya ini kan orang sini" jawabku cepat).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Percakapan selanjutnya berlangsung akrab dalam bahasa jawa sehari-hari, penuh tawa dan canda selayaknya dua sahabat yang bertahun-tahun tak bertemu. Ini terjemahannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;P - "Bagaimana ini mas? Kalo ditilang biayanya seratus ribu"&lt;br&gt;S - "Ya sudah pak. Saya memang salah, ditilang saja"&lt;br&gt;P - "Loh, nanti mas jadi repot. Kan Jauh. Mas di Jakarta sementara sidangnya disini"&lt;br&gt;S - "Ndak apa-apa pak. Saya banyak teman disini. Nanti biar saya minta bantu mereka untuk datang menebusnya ke pengadilan. Tolong buatkan saja surat tilangnya dengan form biru, jangan form merah"&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sejenak pak pol itu memandang saya, terus ia tanya lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;P - "Di Jakarta kerja dimana mas?"&lt;br&gt;S - "Di pabrik pak. Saya ini kuli pabrik"&lt;br&gt;P - "Wah, di pabriknya pasti pejabat ya? Mobilnya saja bagus"&lt;br&gt;S - "Masa pejabat pakai sandal jepit kaya gini, pak. Ga pantas"&lt;br&gt;P - "Lho, pengusaha saja banyak yang cuma pakai celana pendek kalo pergi kemana-mana"&lt;br&gt;&lt;br&gt;Keduanya sesaat cengengesan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;S - "Trus, gimana pak? Saya tunggu surat tilangnya, takut keburu siang dan macet nanti"&lt;br&gt;P - "Gini saja mas. Sekarang lagi lebaran, saling memaafkan. Nah, apa mas keberatan jika sekali-kali memberi buat polisi untuk berlebaran?"&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sesaat saya terdiam tergugu. Sambil menahan nafas yang jadi ga karuan, saya jawab lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;S - "Sebenarnya saya ingin ditilang saja, pak. Saya salah kok"&lt;br&gt;P - "Ayolah mas, apa ga kasihan sama petugas kaya kami ini. Seikhlasnya saja. Sukarela, terserah mas mau kasih berapa"&lt;br&gt;&lt;br&gt;Semenit kemudian, kami berlalu dari tempat itu, setelah saya selipkan uang "noban" ke dalam buku tilangnya. Tak lupa, saya ambil kembali SIM dan STNK. Wuzzz...&lt;br&gt;-------------------&lt;br&gt;Gambar dari:&lt;br&gt;&lt;font size="-1" face="arial,sans-serif"&gt;&lt;font color="#008000"&gt;sufimatre.wordpress.com&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;    &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-6567942616998826779?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/6567942616998826779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=6567942616998826779&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/6567942616998826779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/6567942616998826779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/10/terpaksa-balik-kemarin-aku-menyuap-lagi.html' title='Terpaksa, Balik Kemarin Aku Menyuap Lagi'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-7712964179125927738</id><published>2008-10-06T13:02:00.000+07:00</published><updated>2008-10-06T17:02:50.348+07:00</updated><title type='text'>Jogja, Tempat Hati Berlabuh - Bag. 2 "Sholat Id di Alun-alun Lor Depan Kraton"</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://ungguls.multiply.com/photos/hi-res/upload/SOniNQoKCGEAAB83Ue81"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SOniNQoKCGEAAB83Ue81/TuguJogja.jpg?et=VwuwQCncGlzmudY%2BeYDxoA&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Pagi waktu Shubuh, mata sudah dipaksakan untuk terbuka. Lelah perjalanan kemarin dr Purbalingga seolah tak berbekas lagi. Nikmat ayam panggang Klaten sebelah kampus UGM masih semalam masih terbayang. Ingatan pagi ini kudu berangkat pagi-pagi benar tuk Sholat Id membuatku bersemangat tuk mandi, walau udara dingin terasa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jam 05.15 sudah menderukan mesin kendaraan menuju gedung THR, bioskop low end yang jadi langganan jaman sekolah dulu. Nantilah, saya cerita lebih dalam tentang kisah maksiat saya dgn gedung bioskop ini di jaman dahulu kala. Sekarang kita cerita yang baik-baik saja dulu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hanya memerlukan waktu 15 menit dr penginapan sampai di pelataran parkir gedung bioskop yang ternyata sdh berubah nama dan fungsi. Kini gedung ini bernama "Jogja Gelery". Dari namanya, kita pasti tahu apa fungsinya gedung itu sekarang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lapangan besar yang biasa dijadikan ajang sekatenan, masih teramat lengang. Diujung sana, diseberang ringin kembar, nampak mimbar sang khotib. Di depannya digelar karpet sembayang sebanyak 3 baris, sisanya kebelakang hanya di pasang tali-tali yang menunjukkan barisan shaf sholat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Keinginan terpendam dalam hati semakin membara. Angan dan ingin yang selama ini terpendam, walau kenyataannya saya pernah hidup berpuluh tahun di kota ini, namun tak sekalipun keinginan ini muncul dalam angan, kini membuncah minta pelampiasan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Yuks mas, kita harus duduk di barisan depan paling dekat dengan tempat imam dan khatib berada" ajak saya kepada anak lelaki sulung yang menyertai sholat Id kali ini. Sementara istri dan si bungsu, tahun ini harus sholat sendirian di kamar penginapan, perut istri mendadak konslet sejak semalam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Kenapa harus paling depan, pa?" tanya si anak penasaran.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Lihat saja nanti, semoga keinginan papa kali ini bisa sejalan dengan rencana Allah di atas sana" jawaban yang sesungguhnya justru menambah bingung anak lelaki saya ini. Tapi ia diam saja, walau hatinya pasti ga puas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ambil tempat duduk di shaf ketiga dari depan, pas di tengah-tengah antara imam dan khatib.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Mas, tunggu saja, di depan kita ini nanti, Sri Sultan akan duduk dan sholat disitu" bisik saya lirih ditelinga kanan si sulung.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hari semakin siang, panas mentari mulai mengusir dinginnya embun pagi di rerumputan alun-alun lor ini. Akh, bicara soal embun dan rumput pagi, membuat pikiranku menerawang ke nama seorang rekan dari pulau dewata. Sedang apakah ia sekarang? Gelombang manusia tak ada putus-putusnya memasuki arena sholat kali ini, baik dr arah kantor pos yang ada tepat di depan kraton Jogja ini, maupun dari daerah-daerah pemukiman yang ada di kiri kanannya. Alun-alun sendiri seperti berubah menjadi lautan manusia yang siap menampung sebesar dan sebanyak apapun gelombang manusia yang datang. Dahsyat, mungkin jumlah orang yang datang tak kalah dengan padatnya manusia di lapangan masjid Istiqlal Jakarta.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jam 07.00 sholat dimulai, kami mencoba menjalani semua itu dengan keikhlasan dan kekhusyuan yang kami punya. Selepas sholat, ritual dilanjutkan dengan ceramah sang Khatib di mimbar. Prof Dr Habib Moh Chirzin, sungguh masih muda belia dengan gelar setinggi itu. Salut untuknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Begitu acara selesai, tanpa sempat pamitan pada si sulung, saya berdiri dan berlari menghampiri Sri Sultan X yang baru saja berhasil meluruskan kakinya tuk berdiri dan beranjak pulang. Tanpa sadar setengah kaget melihat kedatangan saya yang begitu tiba-tiba dan menjulurkan tangannya kepadanya, ia menyambut tangan saya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Momen itu hanya berjalan 3-4 detik saja. Saya jabat erat tangannya. Dengan sepenuh hati saya tempelkan punggung tangannya ke dahi saya. Di detik berikutnya, saya cium punggung tangan sang nata tersebut. Perlahan saya lepaskan jabatan tangan saya itu, dengan ngapurancang, saya menundukkan dan menganggukkan kepala kepada beliau sembari berjalan mundur perlahan. Dalam sepersekian detik, puluhan orang bergegas mengikuti tindakan saya tersebut, termsuk si sulung yang sejenak kemudian saya lihat ikut bersalaman dengan Sri Sultan X itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Inilah tujuan utama saya ke Jogja kali ini. Menghirup udara Jogja, menyerap aura magisnya dan sungkem kepada sang raja. Semua sudah berhasil saya jalankan pagi ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bateri batin dan spirituil yang sepertinya low bat mendadak terasa full power lagi. Bahkan seperti baterei HP baru yang habis di charge selama 8 jam, begitu kata buku manualnya. Dada terasa penuh, aura Kraton, Parangtritis - Parangkusumo serta kawah Merapi melebur menyatu dalam dada sang kawula alit seperti saya. Ngalap berkah namanya. Bagi kami, tak ada yang melebihi kasunyatan yang begini indah seperti indahnya pagi ini.  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-7712964179125927738?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/7712964179125927738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=7712964179125927738&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/7712964179125927738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/7712964179125927738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/10/jogja-tempat-hati-berlabuh-bag-2-id-di.html' title='Jogja, Tempat Hati Berlabuh - Bag. 2 &amp;quot;Sholat Id di Alun-alun Lor Depan Kraton&amp;quot;'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-5997129282128702625</id><published>2008-10-06T10:22:00.000+07:00</published><updated>2008-10-06T15:00:18.523+07:00</updated><title type='text'>Jogja, Tempat Hati Berlabuh - Bag. 1</title><content type='html'> &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SOnFWAoKCGEAABNAKXc1/LambangKratonJogja.jpg?et=vHoyeYL4%2CrOUvap7Dm9a%2BA&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/span&gt;Lama sekali saya tak bisa menjalani sholat Id di kampung halaman sendiri, Jogja. Seingat saya, lebih dari 5 atau 6 tahun lalu, mungkin lebih, untuk terakhir kali saya menjalankan sholat Id di kota tersebut. Ketidakbisaan itu karena alasan waktu ataupun karena saya memang tidak bisa pulang di hari raya tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tahun ini, kerinduan itu begitu memuncak. Serasa asmaragama yang tak mungkin tuk ditunda lebih lama lagi. Jauh-jauh hari, saya perhitungkan, hari raya yang jatuh ditengah minggu kali ini merupakan satu kesempatan terbaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Lebaran ini, saya harus pulang" jerit dalam hati.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Entahlah, kota kecil yang sekarang semakin krodit dan semrawut itu, tak pernah lekang dalam hati. Kerinduan yang selalu mengundang saya untuk datang dan datang lagi kesana. Sementara itu, tak ada lagi keluarga dalam arti sebenarnya yang kudu saya "sungkemi". Rumah orang tuapun sudah bukan milik kami lagi. Tapi, itulah kenyataannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Batin ini selalu merindukan udara kota Jogja. Menikmati jalan-jalan yang sering saya lalui dan nikmati. Airnya, makanannya, auranya. Ya, itu dia! Aura kota ini yang selalu memiliki nilai magis tersendiri, membuat hati ini tak mungkin menjauh selamanya. Dalam berjalannya kurun waktu, hati selalu saja memupuk helai demi helai kerinduan, merajutnya menjadi panggilan jiwa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kota ini bukanlah kota kelahiran, namun di kota inilah jiwa saya dibesarkan. Cara memandang dunia, baik secara kasat mata maupun halus, simbol-simbol keharmonisan antara sesama dan gusti pangeran dibenamkan dalam jiwa. Manunggaling manusia, alam lingkungan dan ingkang gusti diwujudkan dalam simbol-simbol yang sulit dipahami secara akal pikiran modern masa kini namun mengikat "rasa" sedemikian kuatnya dlm lubuk hati terdalam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Disamping itu, pemahaman hubungan magis antara kraton, pantai kidul dan sang penjaga setia gunung merapi, merupakan satu kabut tebal yang selalu melindungi kami semua kawula Jogja dengan"rasa" tentrem yang sulit dijabarkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Meninggalnya Sultan IX dan penampakan Sri Ratu Kidul dalam kereta kencana yang menandai restu sang ratu dengan pengangkatan Sultan X merupakan pengalaman batin yang sangat mengayakan dimasa lalu. Begitu juga mengenai perjalanan Sultan X yang diuji harus mengambil air dari Taman Sari ke laut kidul pulang pergi dalam waktu yang sesaat, sulit dipercaya kebenaran logisnya, namun sangat sulit tuk dihapuskan begitu saja dari pandangan batin ini.&lt;br&gt;--------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&lt;br&gt;Gambar: http://bornjavanese.blogspot.com/   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-5997129282128702625?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/5997129282128702625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=5997129282128702625&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/5997129282128702625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/5997129282128702625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/10/jogja-tempat-hati-berlabuh-bag-1.html' title='Jogja, Tempat Hati Berlabuh - Bag. 1'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-1153076515117511126</id><published>2008-09-16T03:48:00.000+07:00</published><updated>2008-09-16T07:48:21.886+07:00</updated><title type='text'>Kita Akan Menjadi Besar Jika Mau Berkaca Pada Diri Sendiri</title><content type='html'>Bagi kawan-kawan disini, khususnya yang bekerja di perusahaan swasta, pasti paham bagaimana ketatnya persaingan dalam memperebutkan karir dan kesempatan yang ada. Selayaknya politikus ulung, kita mesti pandai-pandai bersiasat guna mencapai tangga tertinggi yang ada. Yang paling sigap dan kencang larinya, pasti akan sampai di puncak paling duluan. Itu artinya, nama besar, kekuasaan dan uang, akan mengalir semakin deras memasuki kantong kita. Kalau sudah sampai di tahap ini, ibarat bang Bento, kita ingin apapun, sekali lirik oke sajalah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menggapai cita-cita setinggi langit sebenarnya sah-sah saja. Islam sendiri mengajarkan bahwa kita mesti mencapai keberhasilan hidup baik di dunia maupun di akhirat kelak. Bukankah tangan yang memberi itu lebih baik dari pada yang meminta atau menerima?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun, seringkali kita melupakan, bahwa Tuhan menghendaki satu kehidupan yang harmonis, pola hidup yang berimbang. Kita mesti menjalankan kegiatan dan ibadah kita dalam keseimbangan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Terlalu memikirkan dunia itu mengubah kita menjadi manusia-manusia beringas bak serigala. Yang selalu berkeinginan membunuh saingan-saingannya di dalam memperebutkan mangsa kesukaan kita. Jangankan orang lain, jika perlu, saudarapun kita lenyapkan demi mangsa yang kita buru.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebaliknya, Allah sendiri tak suka jika kita sebagai umatnya, hanya menghabiskan waktu kita di dunia ini hanya untuk beribadah semata. Sholat dan dzikir setiap hari dari bangun tidur hingga mau tidur lagi, jelas Allah tidak menghendaki kita lakukan. Dengan begitu, kita akan menelantarkan banyak hal, baik keluarga kita maupun hubungan sosial kita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jadi, satu keseimbanganlah yang menjadi tujuan hidup kita. Keseimbangan yang selalu mendasarkan pada "rasa", beriringan dengan "suara hati" atau "hati nurani" kita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun, seringkali kita dihadapkan pada monster-monster kehidupan, baik itu manusia-manusia biasa, dalam arti wajar-wajar saja, maupun manusia-manusia yang menurut kita termasuk manusia pilihan, baik karena jenjang pendidikannya yang bagus, pola ibadahnya yang tekun maupun gelar-gelar duniawi yang menempel padanya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Banyak contoh, manusia pilihan semacam itu, menjadi gelap mata, mati rasa dan mendadak bisa nuraninya ketika ia berhadapan dengan peluang-peluang dunia yang terhampar di depan matanya. Peluang yang membungkus akal pikirannya, membutakan matanya. Peluang yang jika ia ambil segera terbayang betapa enak kehidupan yang bisa ia gapai, baik untuk dirinya sendiri maupun sanak kadangnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Nabi Muhammad sendiri pernah mengatakan, bahwa ia kuatir dengan umatnya kelak (yakni kita-kita ini semua), karena tidak kuat menghadapi tantangan hidup seperti harta, tahta dan wanita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kita mesti sadar, bahwa yang Nabi sebutkan sebagai "tantangan hidup" itu bukan saja kesulitan hidup yang mendera kita dan membuat hidup kita semakin sulit. Tidak. Tantangan hidup tidak mesti selalu diartikan sebagai kesulitan hidup. Karena sesungguhnya, kebahagiaan, peluang karir, peluang bisnis yang serba nikmat itu, justru sebenarnya "tantangan hidup" yang jauh lebih dahsyat karena ia terkemas dalam bungkus yang sedemikian cantik dan sangat menyilaukan mata hati kita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tantangan hidup berupa peluang baik itu seringkali berhasil mengubur orang-orang dengan kualitas pilihan sekalipun ke dalam jurang gelap yang tak berkesudahan. Ujung-ujungnya, ia rela dan sanggup membunuh siapapun yang menghalangi langkahnya, walaupun halangan itu berupa niat baik untuk membawanya kembali ke jalan yang lurus. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Bagaimana dengan kita? Masihkan mata hati kita awas memandang? Apakah nurani kita masih keras berbisik? Adakah rasa kita masih peka tuk meraba?&lt;br&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-1153076515117511126?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/1153076515117511126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=1153076515117511126&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/1153076515117511126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/1153076515117511126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/09/kita-akan-menjadi-besar-jika-mau.html' title='Kita Akan Menjadi Besar Jika Mau Berkaca Pada Diri Sendiri'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-5144275445660614296</id><published>2008-08-13T04:44:00.000+07:00</published><updated>2008-08-13T08:44:13.532+07:00</updated><title type='text'>Jangan Tunda Lagi, Negeri Ini Sudah Menanti</title><content type='html'>&lt;p&gt;hemm…&lt;br&gt;berair mataku membaca semua ini...&lt;br&gt;tak sanggup lagi aku melihat…&lt;br&gt;tak kuat lagi aku mendengar…&lt;br&gt;habis sudah segala kata-kata...&lt;br&gt;&lt;br&gt;aku tak sanggup lagi untuk berbicara...&lt;br&gt;negara ini kini menjadi komoditi...&lt;br&gt;bagi mereka yang memiliki kepandaian, kewenangan dan kesempatan...&lt;br&gt;mereka meraih, menggapai, mengambil semuanya...&lt;br&gt;harta, tahta dan wanita menjadi tuhan...&lt;br&gt;menghalalkan semuanya.... &lt;br&gt;&lt;br&gt;tak peduli tetangga...&lt;br&gt;tak peduli saudara...&lt;br&gt;tak peduli keluarga...&lt;br&gt;apalagi kita yg bukan siapa-siapa mereka....&lt;br&gt;&lt;br&gt;kupercaya sudah tiba saatnya....&lt;br&gt;melanjutkan revolusi yang terhenti....&lt;br&gt;terselimut retorika reformasi...&lt;br&gt;&lt;br&gt;bukan, bukan kenyataan seperti ini yg kita cari...&lt;br&gt;mari singsingkan celanamu, lengan bajumu...&lt;br&gt;kita cari kebenaran yang hilang...&lt;br&gt;&lt;br&gt;kebenaran yang menjadi barang langka&lt;br&gt;kita harus bergerak bersama....&lt;br&gt;mencari dan mencari....&lt;br&gt;&lt;br&gt;tak peduli apa di depan mata...&lt;br&gt;tak peduli siapa yang menghadang kita....&lt;br&gt;saatnya kebenaran ditegakan di negeri ini....&lt;br&gt;tak peduli mereka tak bernurani harus mati...&lt;br&gt;&lt;br&gt;saudaraku, jalanan menunggu kita...&lt;br&gt;bergerak bersama...&lt;br&gt;berjalan bersama...&lt;br&gt;berjuang bersama...&lt;br&gt;mari....&lt;br&gt;jangan tunda lagi...&lt;br&gt;&lt;/p&gt; &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-5144275445660614296?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/5144275445660614296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=5144275445660614296&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/5144275445660614296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/5144275445660614296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/08/jangan-tunda-lagi-negeri-ini-sudah.html' title='Jangan Tunda Lagi, Negeri Ini Sudah Menanti'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-22597862860916602</id><published>2008-08-12T07:30:00.000+07:00</published><updated>2008-08-12T11:45:27.563+07:00</updated><title type='text'>Cerpen: Gelut Batin Rama</title><content type='html'> &lt;p&gt;Baca bagian cerita ini sebelumnya, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://ungguls.multiply.com/journal/item/374"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Siang itu Rama akhirnya bertemu dengan Damayanti. Beberapa tahun mereka tak bertemu. Banyak perubahan di keduanya. Setidaknya, keduanya kini berkaca-mata minus. Walau begitu, keduanya saling menganggap bahwa lawan bicaranya justru lebih baik kondisinya dibandingkan saat kuliah dulu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Rama, Damayanti lebih anggun dalam kedewasaannya. Wajahnya jauh lebih bersih dan terawat walau dengan polesan sesederhana itu. Kacamata membuatnya tampak sangat matang dan dewasa. Tubuhnya tak menampakan perubahan yang banyak walau sudah memiliki dua anak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebaliknya, Damayanti melihat Rama tampak gagah dengan kematangan usia yang ditunjukkan oleh beberapa helai rambut yang memutih di sisi kiri dan kanan kepalanya. Cara berpakaian yang jauh lebih rapi. Bagaimanapun Damayanti tak bisa melupakan cara berpakaian Rama yang gaya suka-suka sewaktu sekolah dulu. Rambut panjang sebahu kadang diikatnya dengan karet gelang. Kalung dari tali sepatu berwarna hitam dengan liontin bergambarkan daun ganja. Entah mengapa, waktu itu ia bisa dekat dan tertarik dengan lelaki di depannya ini, sementara ia sendiri gadis yang demikian tekun menjalankan kewajiban kepada Tuhannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertemuan yang demikian mengesankan bagi keduanya. Rasa dan kematangan jiwa tak pernah luntur dari mereka berdua. Entah mengapa, Rama selalu merasa jadi lelaki yang berbeda ketika bersama Damayanti. Hatinya tegar, kokoh sekaligus begitu lapang dan dalam untuk menerima rasa apapun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasa sayang dan kangen yang membuncah dihati keduanya tak terekspresikan dalam perbuatan. Tak ada sentuhan-sentuhan fisik diantara mereka, walau sekedar sentuhan di ujung jari sekalipun. Tidak ada. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebahagiaan mereka telah terpenuhi dengan pertemuan dan pembicaraan yang mengalir tak kunjung putus, tentang pengalaman mereka sejak meninggalkan fakultas, dunia kerja, kesibukan hari-hari, hingga pengalaman-pengalaman lucu anak-anak mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;-------------------------------&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rama mengendarai mobilnya dengan rasa yang tak terucapkan. Dalam beberapa hari ini saja, ia bertemu kembali dengan perempuan-perempuan yang pernah mengisi relung hatinya. Shinta berpuluh tahun yang lalu ketika ia masih remaja. Damayanti ketika ia mulai menginjak dunia kedewasaan, walau mungkin dewasa yang tanggung. Akhirnya, pikirannya berlabuh pada Anjani, istrinya di rumah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Shinta yang memiliki kecantikan sempurna, kini perlahan terkikis oleh waktu. Benar kata banyak orang, kecantikan tubuh akan luruh bersama berjalannya waktu. Selain itu, Rama kini menyadari, banyak rahasia dalam diri Shinta yang belum bisa ia kenali. Beberapa kali ia terpaksa mengkerutkan keningnya melihat dan mendengar Shinta siang itu. Shinta memang tak pernah memilih, tapi ia kawin dengan lelaki pilihan orang-tuanya. Lalu, dimanakah bedanya? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akh, Rama gelisah memikirkan itu. Hati Rama berkelahi dengan dirinya sendiri. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"&lt;em&gt;Kau cemburu, Rama. Atau, kau merasa tertipu karena ternyata ia sudah menikah?&lt;/em&gt;" tanya batin hitamnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"&lt;em&gt;Tidak, aku tidak cemburu, ataupun merasa tertipu....&lt;/em&gt;" jawab batin putihnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"&lt;em&gt;Kau pasti akan menikahinya bila ia belum bersuami. Bukankah ia kekasih tercantik dalam hidupmu?&lt;/em&gt;" kejar batin hitam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Batin putih tak perlu menjawab ketika ia dapati Rama sudah dalam keputusannya, Rama tak akan menikah dengannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;----------------------------&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Damayanti tak secantik Shinta. Namun, Rama merasa mengenal perempuan itu begitu dalam. Sepertinya ia bisa merenangi lubuk hatinya yang mengalun perlahan. Tak pernah ada percikan gelombang disana. Ia senang bisa menyelami semua itu walau tak memiliki raga Damayanti. Rasanya, ia sudah memiliki semua rasa yang ada dilubuk perempuan itu, begitu juga sebaliknya. Pada tahap ini, pernikahan antara mereka memang tak diperlukan lagi. Tali perkawinan telah dijalani oleh kedua hati mereka sejak lama. Rama saja yang terlambat menyadari hal itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lepas dari itu semua, Rama semakin mantap menginjak pedal gas mobilnya. Dadanya serasa ringan seakan mau terbang. Kerinduannya yang memuncak secara tiba-tiba muncul dihatinya terhadap wanita yang paling dikasihinya. Kini ia tahu kemana ia harus berlabuh. Kini ia paham bersama siapa sampan ini harus dikayuh bersama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"&lt;em&gt;Anjani, aku mencintaimu...., sungguh....&lt;/em&gt;" teriak batinnya seakan meluncur ke langit menuju rumahnya. Jauh lebih cepat mendahului raganya yang terkekang dalam batas kecepatan mobil yang ia pacu.&lt;/p&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-22597862860916602?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/22597862860916602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=22597862860916602&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/22597862860916602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/22597862860916602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/08/cerpen-gelut-batin-rama.html' title='Cerpen: Gelut Batin Rama'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-314663003850337791</id><published>2008-08-11T18:01:00.000+07:00</published><updated>2008-08-11T22:01:14.405+07:00</updated><title type='text'>Cerpen: Pertemuan yang Lain</title><content type='html'>Semenjak pertemuannya dengan Shinta, hati Rama justru menjadi tak tenang. Masa-masa kebersamaan dengan Shinta di bangku SMA menggiring benaknya ke masa yang lebih dekat, di masa ia kuliah. &lt;br&gt;&lt;br&gt;"Akh, Damayanti...." sesaat hatinya mengucap nama kekasihnya dulu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Perlahan Rama meletakkan punggungnya di sandaran kursi kantor. Ia datang terlalu pagi hari ini. Sendirian di ruang kerjanya. Meja teman-temannya masih kosong. Sedikit dibuai rasa kantuk sisa bangun pagi, dalam keheningan pikirannya, ia menerawang ke satu waktu, beberapa tahun yang lalu.&lt;br&gt;---------------------------&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rama dan Damayanti memiliki kesepakatan, walau keduanya saling mencintai, mereka tak mungkin berpadu. Damayanti seorang gadis muslimah, berjilbab dalam kesehariannya. Keteduhan matanya, kehalusan sikapnya, kecerdasannya membuat Rama berubah total. Hubungan yang mereka jalin, sungguh berbeda. Rama kali ini mengalami hubungan yang sedemikian santun dengan seorang gadis yang menjadi pacarnya. Sesekali Rama bisa memegang atau menggenggam pergelangan tangan sang gadis, itu pun di saat Rama membimbing Damayanti menyeberangi jalan. Lebih dari itu, tak pernah ia lakukan. Dulu, ia sering mengolok-olok temannya yang berpacaran demikian santun. Kini ia mengalaminya. Tak pernah ia sesali keadaan ini. Kebersamaannya dengan Damayanti sungguh menggugah nuraninya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sayang, mereka saat itu tak mungkin berlanjut. Damayanti memiliki kekasih dari masa lalunya saat ia masih SMA. Pacar yang jarang sekali bertemu, dan menghadapi kerikil tajam, kedua orang tua Damayanti tak merestui hubungannya dengan pacarnya itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam kondisi demikian, Rama tak pernah merasa dirinya di duakan. Demi kebahagiaan Damayanti, ia sanggup menerima keadaan, seberapapun buruknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Rama, kita tahu hati kita masing-masing. Rasanya aku tak adil jika kita tetap bersama, sementara aku sendiri belum menuntaskan masa laluku. Masa lalu yang membawa pertentangan batin dengan kedua orangtuaku. Kita percaya, jodoh ada di tangan Allah Swt. Satu saat kita dipertemukan, di saat yang lain kita dipisahkan. Namun, bila jodoh, kelak kita pasti dipertemukannya kembali oleh-NYA." Damayanti bertutur dengan lembut. Matanya menatap langsung ke bola mata Rama. Tak ada keraguan di sana. Dalam kelembutan penuh kasih sayang, Damayanti dapat menuturkannya dengan runtut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Hemm..." Rama tertunduk, tak sanggup memandang mata sang kekasih. Namun kembali ia dibuat heran oleh hatinya sendiri. Tak ada kemarahan di sana. Ia seolah memiliki hati seluas dan sedalam samudera yang sanggup menampung limpahan air sebanyak apapun.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Aku berjanji padamu, Rama. Jika masalahku ini telah dapat kuselesaikan, apapun hasilnya, aku pasti mencarimu. Namun begitu, jangan kau halangi hidupmu dari orang-orang yang kau cintai jika kelak kau bertemu dengan mereka hanya karena aku. Terima dan sambutlah mereka. Siapa tahu, itu jodohmu" desis Damayanti perlahan. Kali ini, ada sedikit getar dinada suara sang gadis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Akh, tak mungkin aku..." Rama mencoba menjawan perlahan. Kalimatnya terputus ketika tertatap olehnya, Damayanti menegakkan kembali wajahnya, ia memandang dirinya dalam-dalam dengan menggelengkan kepalanya perlahan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Seperti tadi kubilang, jangan kau coba tutupi hatimu. Jalani saja hidupmu sewajarnya"&lt;br&gt;----------------------------&lt;br&gt;&lt;br&gt;Itu menjadi pembicaraan terakhir mereka sebagai sepasang kekasih. Pertemuan-pertemuan berikutnya terasa sangatlah aneh bagi Rama. Walau begitu, tak ada yang berubah dari kebersamaan mereka. Ke kampus berdua, berjalan berdua, makan siang bersama di warung dekat kampus hingga sesekali jalan bersama menyusuri keramaian pusat pertokoan. Hingga akhirnya, mereka berpisah karena masa kuliah usai dan keduanya  terjun kedunia baru, dunia pekerjaan.&lt;br&gt;------------------------------&lt;br&gt;&lt;br&gt;Satu hari, Rama telah menjalin pertunangan dengan Anjani. Hari pernikahan beberapa bulan ke depan sudah ditetapkan. Damayanti menelponnya, meminta dirinya bertemu dengannya, juga dengan kedua orang tuanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Getaran hati Rama begitu dahsyat. Walau tak terucap, Rama tahu persis arti dari permintaan Damayanti barusan. Kesepakatan beberapa tahun yang lalu terungkit kembali, sedemikian detilnya. Tak ada yang terlewatkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Cerita Damayanti dulu tentang pertemuan sepasang kekasih setelah perpisahan, apabila sudah menjadi kehendak Allah, bukanlah hal yang mustahil. Lamaran yang ia lakukan pada Anjani dua bulan yang lalu, hari pernikahan yang akan diselenggarakan enam bulan ke depan seakan menghantui segenap otaknya. Nurani saling hantam dahsyat dengan ego diri yang berselimut kebenaran akal pikirannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam puncak kebimbangan, Rama bersikap benar saat itu. Paling tidak, itulah yang ia rasakan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pintu perjodohan yang Damayanti buka bagi dirinya ia tolak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Maaf, bukannya aku tak mengharapkan lagi hal ini. Rasaku tak pernah berubah kepadamu, tapi di saat ini telah hadir seorang perempuan dalam hidupku"&lt;br&gt;&lt;br&gt;Damayanti memang gadis luar biasa. Kejujurannya membuka pintu dengan senyum, begitu juga ketika ia mendengar ketidakmungkinan Rama menerima kembali dirinya, masih dengan senyum yang sama.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tak lama setelah Rama menikah dengan Anjani, ia menerima kabar pernikahan Damayanti pula.&lt;br&gt;-----------------------------&lt;br&gt;&lt;br&gt;Perlahan Rama bangkit dan menegakkan punggungnya. Perlahan ia buka phonebook di ponselnya. Hari itu pula, Rama telah membuat janji untuk bertemu Damayanti esok harinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-314663003850337791?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/314663003850337791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=314663003850337791&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/314663003850337791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/314663003850337791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/08/cerpen-pertemuan-yang-lain.html' title='Cerpen: Pertemuan yang Lain'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-935637979709823061</id><published>2008-08-11T15:51:00.000+07:00</published><updated>2008-08-11T20:02:19.178+07:00</updated><title type='text'>Cerpen: Dimana Arti?</title><content type='html'> Arti termenung di bangku belakang taksi. Kegembiraan sesaat yang lalu tak nampak lagi. Kilat sinar mata bahagia, ekspresi kegembiraan keluar masuk dari satu merchant ke merchant yang lain pupus sudah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pikiran menerawang pada kehidupan yang kini ia jalani.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akh, ini hanyalah sementara waktu. Tak ada pilihan lain, aku memang harus lalui tahapan ini...&lt;/span&gt;" batinnya berusaha menenangkan dirinya sendiri yang tengah gelisah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Taksi terus melaju menembus sore yang kian temaram, sebentar lagi malam memanjat perlahan.&lt;br&gt;------------------&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sementara itu, di seberang jalan, dua lelaki seolah tak berkedip menatap ke arah pintu rumah tinggal Arti.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Ia belum datang... Mungkinkah kita terlambat?" desis seorang diantara.&lt;br&gt;"Sabar, sebentar lagi ia pasti datang. Teman kita melaporkan ia naik taksi dan ia yakin, gadis itu sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya, kemari" jawab rekan satunya.&lt;br&gt;--------------------&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Kau harus dapatkan anak itu, atau jangan pernah kau berani berdiri lagi dihadapanku". Suara teriakan Amin terdengar serak di ponsel lelaki yang tengah melajukan kendaraannya membelah kota.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Siap, bos. Saya paham" jawabnya tegas. Bukan sekali ini ia melakukan tugas penculikan. Baginya tak akan terlalu sukar mendapatkan seorang gadis dari rumahnya. Dulu, seorang pengusaha nasionalpun pernah ia ciduk di pelataran parkir kantor, walau untuk itu ia harus menikam seorang satpam dengan pisau di perutnya.&lt;br&gt;-------------------&lt;br&gt;&lt;br&gt;Taksi memperlambat laju kendaraannya ketika mendekati rumah berpagar hijau yang ditunjukkan oleh penumpangnya. Ketika taksi berhenti, Arti segera membuka dompetnya mengambil uang yang ditunjukkan oleh argometer. Semua berjalan cepat, ketika secara bersamaan dua lelaki memasuki taksi tersebut. Seorang lelaki dengan sigap duduk disebelahnya dan mendekap erat badannya. Ketika kesadarannya sesaat kemudian pulih, ia membuka mulutnya hendak berteriak minta tolong pada orang-orang di sekitar taksi. Belum sempat ia lakukan, kain beraroma khas telah menutup mulut dan hidungnya. Sesaat kemudian, dunia Arti menjadi gelap gulita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di saat yang sama, sopir taksi dengan tubuh sangat gemetar dipaksa keluar oleh seorang lelaki bertopi dan berkaca mata gelap yang mengarahkan pistol ke jidatnya. Masih dengan ketakutannya, sang sopir membuka pintunya dan menjatuhkan diri ke aspal jalan. Bergegas sang penodong masuk dan memegang kendali atas mobilnya, untuk melesat menghilang dalam gelapnya malam sesaat kemudian.&lt;br&gt;-----------------&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Anjing, sialan...." teriak lelaki yang datang tak lama kemudian di tempat itu. Kerumunan orang saling bersahutan menceritakan kejadian pencurian sebuah taksi berikut seorang gadis penumpangnya. Arti diculik. Ya, Arti nama gadis tetangga mereka kini hilang di culik oleh dua orang lelaki.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hem, apa yang harus kukatakan pada bos Amin?&lt;/span&gt;" keluh lelaki yang perlahan meninggalkan tempat itu.&lt;br&gt; &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-935637979709823061?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/935637979709823061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=935637979709823061&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/935637979709823061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/935637979709823061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/08/cerpen-dimana-arti.html' title='Cerpen: Dimana Arti?'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-4638075190287778364</id><published>2008-07-30T17:29:00.000+07:00</published><updated>2008-07-30T21:29:42.370+07:00</updated><title type='text'>Fatamorgana...</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://ungguls.multiply.com/photos/hi-res/upload/SJB6wwoKCDsAADA-tak1"&gt;&lt;img border="0" class="alignmiddleb" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SJB6wwoKCDsAADA-tak1/Fatamorgana-norbi.jpg?et=ZtwnCRU%2BT3U19l5Uw9YOoQ&amp;nmid=0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Antara ada dan tiada&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mata bak fatamorgana&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika asa bertemu waktu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nyata dan mimpi menyatu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kamu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersama menggapai semu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berapa lama asa bertahan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berapa cepat waktu berlalu?&lt;/p&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-4638075190287778364?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/4638075190287778364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=4638075190287778364&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/4638075190287778364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/4638075190287778364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/07/fatamorgana.html' title='Fatamorgana...'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-558697079642892504</id><published>2008-07-29T02:18:00.000+07:00</published><updated>2008-07-29T06:23:24.169+07:00</updated><title type='text'>... dan Siswa pun Mulai Belajar Kolusi dr Guru Mereka Sendiri ...</title><content type='html'> &lt;p&gt; &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img border="0" class="alignleft" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SI5UpQoKCDsAAGzd3mo1/pelaja01.JPG?et=XkbbQjJWPkj2QriBFiiQwg&amp;nmid=0"&gt;&lt;/span&gt;Saat sekarang ini, siswa pelajar memasuki awal tahun ajaran baru. Anak dan orang tua disibukkan dengan berbagai kebutuhan guna melengkapi perlengkapan belajar putra-putri kesayangan mereka. Pertama, tentang seragam, mulai dari seragam sekolah yang masing-masing sekolah menetapkan aturan sendiri, misalnya badge di lengan kiri dan kanan yang biasanya di sediakan koperasi sekolah. Dasi pun harus beli di sana, topi juga karena harus dilengkapi dengan nama sekolahan yang bersangkutan. Jadi tak ada pilihan bagi para orang tua untuk memilih membli di luar, walau mungkin saja di luar sana mereka bisa mendapatkannya dengan kualitas lebih baik dan harga bersaing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masih tentang seragam, ada lagi perlengkapan pramuka, seragam batik, baju olah raga dan pernik-pernik lainnya yang semuanya harus ada nama sekolah yang bersangkutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diluar masalah seragam, satu hal lainnya yang lebih "hot" adalah buku. Anak saya sendiri, yang tahun ini memasuki awal tahun belajarnya di bangku SMP, harus menunggu sang guru satu per satu memberikan nama buku, pengarang dan penerbit yang hendak ia pakai mengajar siswa-siswinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satu hal menarik, tentang buku ini, sang guru selalu memberi catatan di akhir penjelasannya, buku yang hendak ia pakai bisa di beli di toko buku dekat sekolahan. Siswa dianjurkan membeli buku di toko buku tersebut, karena membeli di toko buku itu sama saja membeli di koperasi sekolah. Tentang buku ini, koperasi sekolah memang tidak menjualnya, terbentur peraturan yang tidak mengijinkannya untuk itu. "Oh ya, jika kalian membeli buku cetak di toko itu, buku kalian akan di stempel nama toko itu sebagai buktinya" sang guru mengakhiri pesan sponsornya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadilah toko buku super kecil mungil dan seadanya itu sedemikian padat dikerumuni pelajar yang hendak membeli buku, persis pasar malam kagetan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mari kita berhitung, di SMP tempat anak saya belajar untuk kelas I memiliki 10 kelas dengan rata-rata 40 pelajar per kelas, total kelas I-nya saja memiliki 400 pelajar di kalikan 3, yakni dengan kelas II dan III, keseluruhan ada 1.200 siswa. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap level kelasnya memerlukan sekitar 10 jenis buku pelajaran (IPA, IPS, Bahasa dll) yang harus mereka beli, jadi disetiap awal tahun ajaran baru, sekitar 12.000 buku cetak terdistribusikan ke pelajar dengan harga rata-rata berkisar Rp. 20.000 - 30.000 perbuku. Mengambil harga minimal, 12.000 buku x Rp. 20.000 = Rp. 240 juta. Bukan angka yang sedikit. Berapa keuntungan sebuah buku? Bisa 5%, 10% hingga 30%.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melihat itu semua, satu kerjasama yang baik sekali antara penjual buku dengan para guru telah terjalin. Entah bagaimana pola pembagian keuntungan diantara mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satu hal yang pasti, anak saya mulai mendapat pembelajaran apa yang dinamakan kolusi di saat ia masih di bangku SMP.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya jelaskan pula, jika antara penjual buku dan sang guru memeliki hubungan kekerabatan, itulah namanya kolusi yang dilakukan dengan cara nepotisme. Adakah unsur korupsi dalam hal ini? Entahlah, saya jadi malas memikirkannya.&lt;/p&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-558697079642892504?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/558697079642892504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=558697079642892504&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/558697079642892504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/558697079642892504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/07/dan-siswa-pun-mulai-belajar-kolusi-dr.html' title='... dan Siswa pun Mulai Belajar Kolusi dr Guru Mereka Sendiri ...'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-8018913459475734389</id><published>2008-07-28T04:45:00.001+07:00</published><updated>2008-07-28T08:45:37.217+07:00</updated><title type='text'>Artikel "Menjaga Api Semangat Menulis"</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sebuah artikel yang pas banget dgn diriku. Seringkali rasa ingin menulis membuncah dalam dada, namun di kali lainnya, ia terjun bebas hingga ke dasar jurang. Sudah kucoba cari cara guna mempertahankan api semangat tuk menulis itu, walau ternyata tak pernah mudah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Copas-an artikel ini semoga bermanfaat bagi kita semua disini, kawan-kawan semua dan juga aku pribadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Catatan: Di copas dengan peringkasan di beberapa paragraf untuk memperpendek artikel, diupayakan tidak mengubah makna yang ada secara keseluruhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;-----------------------&lt;/p&gt;&lt;p&gt;FAKTA ini mungkin agak mengagetkan: beberapa blog teman saya ternyata tak di-up date sampai dua tahun. Ini membuat saya bertanya: ke mana semangat menulis mereka? Apa mereka ganti blog atau punya kesibukan luar biasa sampai lupa menulis? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah seorang menjawab enteng: "Saya sudah malas mengisi blog lagi, mas." &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wah, padahal tulisan dia jadi favorit sejumlah orang lho, termasuk di antaranya seorang kritikus yang menurut saya paling nyelekit senusantara. Posting kawan saya itu merupakan paduan antara kejujuran, humor, dan sinisme menyiasati kesulitan pilihan hidup. Jelas, orang yang malas menulis biasanya (sedang) kehilangan motif menulis.&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seminggu lalu saya menerima email dari kawan. Dia jujur bilang bahwa belakangan ini gairah menulisnya hilang, sulit konsentrasi menuntaskan draft novel yang sudah agak lama terlunta-lunta, gelisah tak punya "pekerjaan tetap," dan agak kehilangan orientasi karena mendadak kekasihnya dipanggil Tuhan. Dengan merasa ikut sedih, saya berusaha menghibur, kemungkinan besar dia sulit menemukan alasan kuat yang bisa bikin dirinya semangat, penuh motivasi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya bilang, "Sebenarnya pekerjaan tetap penulis itu ya duduk menulis; bukan ngantor atau lainnya. Waktu ngobrol dengan Bagus Takwin, kami mendapati bahwa beberapa di antara kelemahan kita sebagai penulis ialah kita kesulitan, bahkan gagal, mengorganisasi diri, sulit mengelola kesempatan atau bikin skala prioritas. Akibatnya target tulisan gagal tercapai, dan dia frustrasi."&lt;br&gt;&lt;/p&gt;Bila blog lama terbengkalai, draft kisah tak kunjung selesai, bingung mau berbuat apa, itu merupakan tanda bahwa seorang penulis tengah kehilangan dorongan (motivasi) ataupun writer's block (halangan menulis.) Dia kehilangan api yang bisa memanaskan semangat berkarya. Sebagian penulis terhalang oleh kebingungan, lainnya bayang-bayang kesuksesan. Apa yang bisa diperbuat dalam keadaan seperti itu? &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dorongan (motif) menulis setiap orang lain-lain, dan itu harus sejak awal ditetapkan dengan jujur oleh dirinya sendiri. Ada orang menulis karena uang, ingin melampiaskan perasaan, mengungkapkan pikiran, bersaksi (membeberkan kejujuran), mengungkap informasi, bersenang-senang, menghibur, dan 101 motif lain. Tanpa motivasi seseorang bisa segera bosan menulis atau kehilangan alasan untuk melanjutkan keinginan menulis, apalagi jika suatu ketika dia bertemu masa sulit saat menulis---misalnya mengalami writer's block, kekecewaan hidup, atau karena subjek tulisannya sulit.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam kasus blog, saya berprasangka, boleh jadi si blogger bosan menulis setelah tahu ternyata blognya sepi, nyaris tak dilirik orang, dan tulisan-tulisannya didiamkan. Mungkin timbul perasaan sia-sia dirinya menulis. Padahal tujuan awal dia punya blog ialah ada media publikasi tulisan-tulisannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;p&gt;Sejumlah orang menulis karena uang. Mereka menulis dengan niat tembus ke media massa, berusaha agar tulisan itu sesuai kriteria media, dipoles, dan memenuhi idealisme tertentu. Memang belum tentu bila tulisan ditolak mereka bakal kecewa; tapi itu berarti kesempatan mendapat nafkah jadi kurang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wartawan merupakan contoh utama menulis demi nafkah. Penulis yang saya tahu persis punya motif ekonomi antara lain Farid Gaban (saya dengar langsung ucapannya), Ajip Rosidi (dari esai dia), dan Philip Pullman (dari wawancara). Saya ingin jujur dengan hal ini. Kata Paul Arden: "Pikirkan tentang uang. Ia jujur. Uang akan membuat Anda kreatif."&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Menjaga api semangat menulis ini ternyata sulit juga, meski banyak caranya.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;br&gt;Kita harus jujur dengan motif menulis sendiri. Kalau ingin tulisan dipublikasi, lantas mendapat honor, akui saja. Kejujuran motif akan membuat penulis mahfum untuk apa dia menulis, dan akan ketahuan apa dirinya tulus atau bohong. Bila motif seseorang "senang menulis", dia tak akan sedih bila tulisannya ditolak media, sebab dia bisa mempublikasi tulisan itu di media lain. Bila niatnya menjual tulisan tapi media menolak, dia patut sedih, karena produknya tak laku. Oleh karena itu tulisan itu harus diperbaiki atau diteliti lagi kenapa sampai gagal dimuat. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Bila sudah tahu motif menulis dan tahu cara menjaga api semangat terus menggerakkan tangan, mungkin orang bisa tetap antusias meski tulisannya diabaikan orang, atau bisa puas meski dibaca sendiri. Yang paling utama ialah berusaha sebaik mungkin menulis, bereksperimen, terus meningkatkan pencapaian. Dengan begitu dia kehabisan alasan untuk tidak meng-up date blog maupun berusaha lebih keras mencari cara menyelesaikan draft naskahnya.[]&lt;p&gt;-----------------------&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Republika, Minggu, 27 Juli 2008; [Selisik]&lt;br&gt;&lt;/p&gt;ANWAR HOLID, penulis &amp; penyunting, eksponen TEXTOUR, Rumah Buku Bandung. &lt;br&gt;Blogger @ http://halamanganji l.blogspot. com&lt;br&gt; &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-8018913459475734389?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/8018913459475734389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=8018913459475734389&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8018913459475734389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8018913459475734389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/07/artikel-api-semangat-menulis_28.html' title='Artikel &amp;quot;Menjaga Api Semangat Menulis&amp;quot;'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-444126310386813462</id><published>2008-07-28T04:45:00.000+07:00</published><updated>2008-07-28T08:45:17.272+07:00</updated><title type='text'>Artikel "Menjaga Api Semangat Menulis"</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sebuah artikel yang pas banget dgn diriku. Seringkali rasa ingin menulis membuncah dalam dada, namun di kali lainnya, ia terjun bebas hingga ke dasar jurang. Sudah kucoba cari cara guna mempertahankan api semangat tuk menulis itu, walau ternyata tak pernah mudah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Copas-an artikel ini semoga bermanfaat bagi kita semua disini, kawan-kawan semua dan juga aku pribadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Catatan: Di copas dengan peringkasan di beberapa paragraf untuk memperpendek artikel, diupayakan tidak mengubah makna yang ada secara keseluruhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;-----------------------&lt;/p&gt;&lt;p&gt;FAKTA ini mungkin agak mengagetkan: beberapa blog teman saya ternyata tak di-up date sampai dua tahun. Ini membuat saya bertanya: ke mana semangat menulis mereka? Apa mereka ganti blog atau punya kesibukan luar biasa sampai lupa menulis? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah seorang menjawab enteng: "Saya sudah malas mengisi blog lagi, mas." &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wah, padahal tulisan dia jadi favorit sejumlah orang lho, termasuk di antaranya seorang kritikus yang menurut saya paling nyelekit senusantara. Posting kawan saya itu merupakan paduan antara kejujuran, humor, dan sinisme menyiasati kesulitan pilihan hidup. Jelas, orang yang malas menulis biasanya (sedang) kehilangan motif menulis.&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seminggu lalu saya menerima email dari kawan. Dia jujur bilang bahwa belakangan ini gairah menulisnya hilang, sulit konsentrasi menuntaskan draft novel yang sudah agak lama terlunta-lunta, gelisah tak punya "pekerjaan tetap," dan agak kehilangan orientasi karena mendadak kekasihnya dipanggil Tuhan. Dengan merasa ikut sedih, saya berusaha menghibur, kemungkinan besar dia sulit menemukan alasan kuat yang bisa bikin dirinya semangat, penuh motivasi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya bilang, "Sebenarnya pekerjaan tetap penulis itu ya duduk menulis; bukan ngantor atau lainnya. Waktu ngobrol dengan Bagus Takwin, kami mendapati bahwa beberapa di antara kelemahan kita sebagai penulis ialah kita kesulitan, bahkan gagal, mengorganisasi diri, sulit mengelola kesempatan atau bikin skala prioritas. Akibatnya target tulisan gagal tercapai, dan dia frustrasi."&lt;br&gt;&lt;/p&gt;Bila blog lama terbengkalai, draft kisah tak kunjung selesai, bingung mau berbuat apa, itu merupakan tanda bahwa seorang penulis tengah kehilangan dorongan (motivasi) ataupun writer's block (halangan menulis.) Dia kehilangan api yang bisa memanaskan semangat berkarya. Sebagian penulis terhalang oleh kebingungan, lainnya bayang-bayang kesuksesan. Apa yang bisa diperbuat dalam keadaan seperti itu? &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dorongan (motif) menulis setiap orang lain-lain, dan itu harus sejak awal ditetapkan dengan jujur oleh dirinya sendiri. Ada orang menulis karena uang, ingin melampiaskan perasaan, mengungkapkan pikiran, bersaksi (membeberkan kejujuran), mengungkap informasi, bersenang-senang, menghibur, dan 101 motif lain. Tanpa motivasi seseorang bisa segera bosan menulis atau kehilangan alasan untuk melanjutkan keinginan menulis, apalagi jika suatu ketika dia bertemu masa sulit saat menulis---misalnya mengalami writer's block, kekecewaan hidup, atau karena subjek tulisannya sulit.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam kasus blog, saya berprasangka, boleh jadi si blogger bosan menulis setelah tahu ternyata blognya sepi, nyaris tak dilirik orang, dan tulisan-tulisannya didiamkan. Mungkin timbul perasaan sia-sia dirinya menulis. Padahal tujuan awal dia punya blog ialah ada media publikasi tulisan-tulisannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;p&gt;Sejumlah orang menulis karena uang. Mereka menulis dengan niat tembus ke media massa, berusaha agar tulisan itu sesuai kriteria media, dipoles, dan memenuhi idealisme tertentu. Memang belum tentu bila tulisan ditolak mereka bakal kecewa; tapi itu berarti kesempatan mendapat nafkah jadi kurang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wartawan merupakan contoh utama menulis demi nafkah. Penulis yang saya tahu persis punya motif ekonomi antara lain Farid Gaban (saya dengar langsung ucapannya), Ajip Rosidi (dari esai dia), dan Philip Pullman (dari wawancara). Saya ingin jujur dengan hal ini. Kata Paul Arden: "Pikirkan tentang uang. Ia jujur. Uang akan membuat Anda kreatif."&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Menjaga api semangat menulis ini ternyata sulit juga, meski banyak caranya.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;br&gt;Kita harus jujur dengan motif menulis sendiri. Kalau ingin tulisan dipublikasi, lantas mendapat honor, akui saja. Kejujuran motif akan membuat penulis mahfum untuk apa dia menulis, dan akan ketahuan apa dirinya tulus atau bohong. Bila motif seseorang "senang menulis", dia tak akan sedih bila tulisannya ditolak media, sebab dia bisa mempublikasi tulisan itu di media lain. Bila niatnya menjual tulisan tapi media menolak, dia patut sedih, karena produknya tak laku. Oleh karena itu tulisan itu harus diperbaiki atau diteliti lagi kenapa sampai gagal dimuat. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Bila sudah tahu motif menulis dan tahu cara menjaga api semangat terus menggerakkan tangan, mungkin orang bisa tetap antusias meski tulisannya diabaikan orang, atau bisa puas meski dibaca sendiri. Yang paling utama ialah berusaha sebaik mungkin menulis, bereksperimen, terus meningkatkan pencapaian. Dengan begitu dia kehabisan alasan untuk tidak meng-up date blog maupun berusaha lebih keras mencari cara menyelesaikan draft naskahnya.[]&lt;p&gt;-----------------------&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Republika, Minggu, 27 Juli 2008; [Selisik]&lt;br&gt;&lt;/p&gt;ANWAR HOLID, penulis &amp; penyunting, eksponen TEXTOUR, Rumah Buku Bandung. &lt;br&gt;Blogger @ http://halamanganji l.blogspot. com&lt;br&gt; &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-444126310386813462?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/444126310386813462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=444126310386813462&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/444126310386813462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/444126310386813462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/07/artikel-api-semangat-menulis.html' title='Artikel &amp;quot;Menjaga Api Semangat Menulis&amp;quot;'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-6224717925102252661</id><published>2008-06-23T05:06:00.000+07:00</published><updated>2008-06-23T09:06:47.034+07:00</updated><title type='text'>Renungan Pagi: Tuhan Itu Tidak Ada</title><content type='html'>Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan &lt;br&gt;   merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;                                                                                                                     Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;                                                                                                        Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada".&lt;br&gt;&lt;br&gt;                                                                                             "Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen. &lt;br&gt;&lt;br&gt;"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , di jalanan... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. &lt;br&gt;Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, adakah yang sakit?&lt;br&gt;Adakah anak terlantar? &lt;br&gt;Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."&lt;br&gt;&lt;br&gt;                                                                                                                                    Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia &lt;br&gt;    tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur. &lt;br&gt;                                                                                                                   &lt;br&gt;Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker-istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat. &lt;br&gt;                                                                                                                               &lt;br&gt;Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."&lt;br&gt; &lt;br&gt;                                                                                                                    Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??". &lt;br&gt;            &lt;br&gt;"Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!" &lt;br&gt;                                                                                      &lt;br&gt;"Tidak!" elak si konsumen. &lt;br&gt;                                                 &lt;br&gt;"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", si konsumen menambahkan. &lt;br&gt;                                                                                                                               &lt;br&gt;"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur. &lt;br&gt;         &lt;br&gt;"Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.&lt;br&gt; &lt;br&gt;                                                                                                   "Cocok!" kata si konsumen menyetujui. &lt;br&gt;                                      &lt;br&gt;"Itulah point utama-nya!. &lt;br&gt;                                                  &lt;br&gt;Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA! Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."&lt;br&gt; &lt;br&gt;                                                                                Si tukang cukur terbengong !!!&lt;br&gt; &lt;br&gt;(sumber: milis tetangga)&lt;br&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-6224717925102252661?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/6224717925102252661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=6224717925102252661&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/6224717925102252661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/6224717925102252661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/06/renungan-pagi-tuhan-itu-tidak-ada.html' title='Renungan Pagi: Tuhan Itu Tidak Ada'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-6336337699807088237</id><published>2008-06-18T15:55:00.000+07:00</published><updated>2008-06-18T19:55:43.507+07:00</updated><title type='text'>Info Buku Baru: "Anak Betawi Diburu Intel Yahudi"</title><content type='html'>Sekedar melanjutkan, telah terbit sebuah buku novel baru, siapa tahu cocok dan berminat. Aku sendiri belum membacanya. Ridwan Saidi sendiri adalah salah satu penulis favoritku di negeri ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Salam hangat...&lt;br&gt;-------------------------&lt;br&gt;&lt;br&gt;Karya Ridwan Saidi&lt;br&gt; 306 hlm / 13 x 19 cm / Mei 2008&lt;br&gt; Rp 55,000&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dengan mengikuti petualangan si Doel, anak Betawi yang diburu intel Yahudi lantaran&lt;br&gt; mendapatkan dokumen top secret rahasia Israel, dan romantika percintaannya dengan gadis Belanda, kita bukan disajikan kisah picisan semata, namun sebuah epik berlatar sosial-politik tanah air dan perkaitannya dengan perkembangan internasional sejak 1948 – 1978.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ramuan pengetahuan historis serta gaya narasi sastra yang khas dan kaya humor akhirnya membuat novel Ridwan Saidi ini bukan saja mampu menghadirkan dunia Betawi dengan segala kekhasannya dan nafas Islam yang kental dalam tradisinya, lebih jauh lagi adalah perkaitannya dengan Indonesia dan akhirnya dunia internasional, wabil khusus dalam konteks&lt;br&gt; persaudaraan dan perjuangan Islam sedunia.&lt;br&gt; &lt;br&gt; ***&lt;br&gt; &lt;br&gt; Bisa didapatkan di toko-toko &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; " class="yshortcuts" id="lw_1213793440_3"&gt;Gramedia&lt;/span&gt; dan Gunung Agung serta Toga Mas mulai 12 Juni&lt;br&gt; 2008. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dapatkan diskon 15% dengan memesan langsung ke Penerbit Masup Jakarta + ongkos kirim untuk wilayah Jabodetabek atau paket untuk luar Jabodetabek. &lt;br&gt; &lt;br&gt;MASUP JAKARTA Jl. Pala 4 B Beji Timur Depok 16422  &lt;br&gt; Telp/Fax: 021-77206987 &lt;br&gt; email: &lt;a rel="nofollow" ymailto="mailto:masupjakarta%40yahoo.com" target="_blank" href="http://us.mc517.mail.yahoo.com/mc/compose?to=masupjakarta%40yahoo.com"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1213793440_4"&gt;masupjakarta@ yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-6336337699807088237?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/6336337699807088237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=6336337699807088237&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/6336337699807088237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/6336337699807088237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/06/info-buku-baru-betawi-diburu-intel.html' title='Info Buku Baru: &amp;quot;Anak Betawi Diburu Intel Yahudi&amp;quot;'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-833501020019622607</id><published>2008-06-10T12:33:00.000+07:00</published><updated>2008-06-10T16:33:18.638+07:00</updated><title type='text'>Meruntuhkan Teori Evolusi, Harun Yahya Divonis Penjara</title><content type='html'>Di media massa yang pemberitaannya pro thd teori evolusi dan pro-Freemasonry, seperti:&lt;br&gt;Reuters, dsb, Harun Yahya  difitnah telah melakukan kegiatan utk mengeruk keuntungan material  pribadi. Sungguh tidak masuk akal, mengingat segala karyanya dapat didownload gratis dari internet tanpa perlu bayar, dan dia pernah menolak sogokkan uang besar dari Freemasonry agar berhenti menulis buku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Senin, 26 Mei 2008&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Untuk kesekian kalinya, Adnan Oktar alias Harun Yahya dipenjarakan. Inilah penindasan para ilmuwan yang berani mengungkap kekeliruan ilmiah teori evolusi&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hidayatullah.com--&lt;br&gt;Penindasan terhadap para ilmuwan dan intelektual yang berani mengungkap kekeliruan ilmiah teori evolusi Darwin, dan berbagai sisi gelap teori itu tidak hanya berlaku di Amerika Serikat. Untuk kesekian kalinya, Adnan Oktar, dengan nama pena Harun Yahya, diganjar pengadilan Turki 3 tahun penjara, lantaran mengemukakan kebenaran bahwa teori evolusi Darwin tidaklah ilmiah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebelum ini, Harun Yahya sudah dipenjara beberapa kali. Ia pernah dikurung di rumah sakit jiwa bersama para pasien penyakit jiwa berbahaya. Di tempat itu, beliau dicoba untuk dibunuh beberapa kali.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Meski demikian, Harun Yahya tetap tidak bergeming membongkar kepalsuan teori evolusi, beserta gerakan ideologis yang mendukungnya, termasuk Freemasonry.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Pembunuhan Karakter&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebagaimana diketahui, ilmuwan Muslim yang karyanya sudah merambah dunia itu beberapa tahun terakhir ini mengagetkan dunia. Buku besar Harun Yahya berjudul "&lt;strong&gt;Atlas Penciptaan"&lt;/strong&gt; muncul di Eropa, dan mengagetkan pihak berwenang di negara-negara seperti Perancis, Denmark, Austria, dan Italia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tidak mampu menanggapi balik secara ilmiah dan intelektual, organisasi dunia setinggi Dewan Eropa mengeluarkan resolusi yang melarang buku Atlas Penciptaan dan pemikiran kritis semacamnya atas teori evolusi diajarkan di sekolah-sekolah Eropa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lebih dari itu, tindakan penyusupan agen rahasia Freemasonry pun dilakukan demi membungkam kegiatan Harun Yahya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Bisa ditebak, media massa pro evolusi memanfaatkan peristiwa ini untuk melakukan pembunuhan karakter Harun Yahya untuk kesekian kalinya dengan berbagai tuduhan negatif, tak terkecuali situs rujukan seperti wikipedia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menjawab putusan pengadilan ini, Harun Yahya menyampaikan pernyataan penting dalam sebuah konferensi pers. &lt;br&gt;&lt;br&gt;"&lt;i&gt;&lt;strong&gt;Ini adalah sebuah kasus yang mungkin akan tercatat dalam sejarah. Saya belum pernah mendengar, melihat atau membaca kasus yang penuh tipu daya semacam ini. Namun kami masih menaruh rasa hormat yang sepatutnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kami menghormati sistem keadilan. Kami menghormati keputusan pengadilan. Ada suatu kebaikan dalam segala hal. Keputusan itu telah ditakdirkan dalam pandangan Allah sebelum para orang tua hakim itu dilahirkan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Mereka mengeluarkan pernyataan putusan hakim ketika saatnya tiba. Mereka mengeluarkan pernyataan putusan pengadilan yang ada dalam takdir mereka. Tak seorang pun dapat menentukan untuk dirinya sendiri, tidak pula membuat pernyataan apa pun sekehendaknya sendiri. Setiap orang membuat pernyataan yang telah ditetapkan dalam takdirnya. Mengapa ini terjadi dengan cara sedemikian itu? Sebab&lt;br&gt;kebaikan akan muncul dengan takdir itu terjadi, &lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;" ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Harun Yahya menyebut pemenjaraan dirinya diibaratkan kasus Nabi Yusuf AS. "Insya Allah, kami juga berada pada jalan Nabi Yusuf AS. Kami berada pada jalan para nabi yang dirahmati. Kami menetapi sunnah mereka yang agung. Insya Allah kami melakukan apa yang mendatangkan kebaikan. Orang mukmin berada di jalan para nabi, dan di dalam Al-Quran," katanya dikutip www.harunyahya.com. [as / cha / berbagai sumber / www.hidayatullah.com]&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;simak biografi penuh derita, dera dan percobaan pembunuhan di:&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/m_riwayat.htm"&gt;http://www.harunyahya.com/indo/m_riwayat.htm&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-833501020019622607?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/833501020019622607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=833501020019622607&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/833501020019622607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/833501020019622607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/06/meruntuhkan-teori-evolusi-harun-yahya.html' title='Meruntuhkan Teori Evolusi, Harun Yahya Divonis Penjara'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-7851147586921787562</id><published>2008-06-09T08:48:00.000+07:00</published><updated>2008-06-09T12:48:15.901+07:00</updated><title type='text'>Joke: Pergeseran Budaya 2 - Malam Pengantin (+17 Thn)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;MALAM PENGANTIN WANITA&lt;br&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Jaman dulu, mempelai wanita memasuki kamar pengantinnya masih mengenakan gaun pengantinnya lengkap, dan menuju ranjang pengantin kemudian tiduran telungkup dengan perasaan harap-harap cemas, was-was, deg-degan dan tubuh panas-dingin, tanpa suara menunggu mempelai prianya berbuat sesuatu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kemudian terjadilah pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat, sehingga pada jaman berikutnya...&lt;br&gt;Mempelai wanita memasuki kamar pengantinnya sudah dengan gaun tidur lumayan tipis dengan bagian dada rendah serta lumayan pendek sebatas pangkal paha lalu menuju ranjang pengantin kemudian tiduran miring membelakangi mempelai prianya sambil berkata lirih:&lt;br&gt;"f*** me if you can."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kemudian terjadi lagi pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat, sehingga pada jaman berikutnya...&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mempelai wanita memasuki kamar pengantinnya sudah tanpa sehelai benangpun lalu menuju ranjang pengantin, kemudian tiduran telentang sambil berkata lantang:&lt;br&gt;"mas..., jangan seperti yang sudah-sudah ya, cuma tahan 10 menitan, gw baru aja on, kamu sudah selesai, beda banget sama mantan pacar gw dulu yang sanggup dari bedug magrib sampai azan subuh".&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;MALAM PENGANTIN PRIA&lt;br&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Jaman dulu, mempelai pria memasuki kamar pengantin masih mengenakan gaun pengantinnya lengkap, dan menuju ranjang pengantin, dimana sudah tergolek mempelai wanita yang tidak kalah lengkap gaun pengantinnya, kemudian pria tersebut mulai satu persatu melucuti pakaiannya sendiri, dan pada saat melepaskan bagian terakhir dari busana mempelai wanita, terdengar adzan subuh berkumandang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kemudian terjadilah pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat, sehingga pada jaman berikutnya...&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mempelai pria memasuki kamar pengantinnya hanya dengan kaus singlet dan celana pendek lalu menuju ranjang pengantin yang sudah tergolek mempelai wanita dengan gaun tidur lumayan tipis, sambil bibirnya terus  menghisap rokok, butuh waktu satu-dua jam untuk untuk terus merokok dan merokok sampai akhirnya baru bisa memulai tanpa foreplay, selesai dalam 10 menitan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kemudian terjadi lagi pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat, sehingga pada jaman berikutnya...&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mempelai pria memasuki kamar pengantinnya sudah tanpa sehelai benangpun lalu menuju ranjang pengantin yang sudah tergolek mempelai wanita, sambil menggengam dompet yang kemudian dilemparkannya kearah mempelai wanita seraya berkata lantang: "kamu boleh ambil semua isi dompet itu, gw cuma pengen telentang... kamu yang 'kerja' diatas.&lt;br&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-7851147586921787562?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/7851147586921787562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=7851147586921787562&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/7851147586921787562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/7851147586921787562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/06/joke-pergeseran-budaya-2-malam.html' title='Joke: Pergeseran Budaya 2 - Malam Pengantin (+17 Thn)'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-1724048091766497091</id><published>2008-06-06T10:37:00.000+07:00</published><updated>2008-06-06T14:37:26.950+07:00</updated><title type='text'>Pengalaman Agamis di Sebuah Bengkel</title><content type='html'>Kamis kemarin, aku berdua ma anakku yang sulung, sedari pagi sudah cabut ke sebuah bengkel. Mengganti sarung jok dlm bengkel yang sedikit luar biasa menurutku. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Begini:&lt;br&gt;Jika beberapa tahun yang lalu, untuk keperluan yg sama, dibengkel lainnya, aku harus datang, pilih bahan dan motif, deal harga, besoknya bisa datang dan dipasang, kali ini tidak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah deal semuanya, aku masih hrs menunggu 2 minggu lamanya untuk pemasangan. Ketika kutanya mengapa sedemikian lama? Mereka menjawab bahwa kapasitas pasang mereka hanyalah 6 - 8 jok mobil per hari. Sesuai urutan pemesanan yang masih waiting list dan kapasitas terpasang tersebut, aku harus rela menunggu 2 minggu lamanya. Luar biasa bengkel ini, kata batinku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kemarin kamis adalah hari pemasangan yang telah kami sepakati. Jam 08.30 tiba di tempat sudah menempati urutan yang ketiga. Belum jam sepuluh, bengkelpun penuh sudah dengan daftar pasiennya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Semua pegawai bengkel berseragam, ada bagian bongkar jok, bagian produksi, bagian pasang, bagian door trim dan juga staff khusus penjualan, selain staff administrasi kantor sekaligus kasir yang digawangi oleh 2 mbak berjilbab yang manis-manis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Diruang tunggu yang hanya berisi kursi untuk 6 orang itu, sempit namun lumayan karena ber AC, aku segera tenggelam dalam buku bacaan bawaanku. Anakku pun sibuk dengan komik2nya sembari asik mendengarkan headphone musik dr HP-nya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jam 11.30, dengan perut yang mulai menggugat, ku bersiap-siap ke mall terdekat tuk makan siang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Jam 12 istirahat ya mbak?" tanyaku pada mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Iya pak, kami istirahat 1 jam dan waktu untuk sholat 30 menit. Anak-anak akan mulai bekerja lagi dari jam 13.30" jelasnya dengan lemparan senyum ramahnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Loh, ada jatah waktu sholatnya juga, to?" tanyaku heran sekaligus kagum.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Iya pak, nanti waktu Ashar kami pun akan sholat untuk 30menit. Tuh tulisannya..." ujarnya lagi sembari menunjukkan jarinya ke kaca yang menghadap ke bengkel. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan perlahan kuberusaha membaca pengumuman itu. Perlu sedikit usaha karena aku membaca dari belakang sehingga huruf terbalik dan membacanya pun harus dari kanan ke kiri. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Tertulis "Utamakan Sholat dari Pekerjaan".&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wah, hebat nian pemilik bengkel ini. Baru secara sadar aku melihat sekeliling ruang tunggu itu. Ternyata bengkel ini sudah berulangkali masuk ke dalam majalah-majalah yg membahas dunia otomotif.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pemiliknya seorang muslim dari Lampung. Jumlah karyawan sekitar 50 - 60 orang. Kisaran gaji antara 1 - 3 juta (saya lupa mencatat, ini majalah tahun berapa). Bagi karyawan muslim yang melalaikan ibadah sholatnya, hukumannya nggak tanggung-tanggung, dikeluarkan dari pekerjaannya. Salut buat pengusaha satu ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selepas makan siang, sambil sesekali melihat proses pengerjaan mobil, aku banyak berbincang dengan mbak anggi, mbak rini dan mas-mas di sana seputar hidup dan kehidupan, juga tentang keagamaan. Hem, sebuah tempat kerja yang sangat menyenangkan. Sebuah contoh nyata bagaimana nilai-nilai spiritual berhasil membangun sebuah company menjadi besar tersuguh di depan mataku. Allah Akbar.&lt;br&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-1724048091766497091?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/1724048091766497091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=1724048091766497091&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/1724048091766497091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/1724048091766497091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/06/pengalaman-agamis-di-sebuah-bengkel.html' title='Pengalaman Agamis di Sebuah Bengkel'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-760555798804384902</id><published>2008-06-03T09:14:00.000+07:00</published><updated>2008-06-03T13:14:20.182+07:00</updated><title type='text'>Lowongan Kerja: IT Section Head di Bekasi</title><content type='html'>Sebuah perusahaan swasta asing strata menengah, sedang membutuhkan:&lt;br&gt;&lt;br&gt;01. Seorang Kepala IT&lt;br&gt;02. S1 bidang IT&lt;br&gt;03. Menguasai Visual Basic, Crystal Report &amp; SQL Server&lt;br&gt;04. Mengetahui software Solomon merupakan suatu added value&lt;br&gt;05. Tahan terhadap tekanan pekerjaan&lt;br&gt;06. Lokasi pekerjaan di Bekasi&lt;br&gt;07. Terbuka bagi fresh graduate.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Bagi sahabat yang berminat, silahkan PM untuk lebih detilnya.&lt;br&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-760555798804384902?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/760555798804384902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=760555798804384902&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/760555798804384902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/760555798804384902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/06/lowongan-kerja-it-section-head-di.html' title='Lowongan Kerja: IT Section Head di Bekasi'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-8674167814119788047</id><published>2008-05-23T07:21:00.000+07:00</published><updated>2008-05-23T11:21:28.639+07:00</updated><title type='text'>Buku "Matahari Merah Bulan Mei"</title><content type='html'>Buku ini ditulis oleh seorang aktivis mahasiswa, sebagai seorang dari pelaku sejarah masa Reformasi 1998.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Judul                            :  Matahari Merah Bulan Mei&lt;br&gt;Penulis                         : Ali Akbar&lt;br&gt;Kata Penutup                : Maman S. Mahayana&lt;br&gt;Penerbit                        : Maju Mbojo, Mei 2008&lt;br&gt;Tebal                            : vi + 249&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sepuluh tahun sudah Reformasi 1998 berlalu. Hiruk-pikuknya masih menyisakan berbagai kenangan sampai kini. Sudah empat presiden memimpin negeri ini. Namun, persoalan negeri ini tak kunjung selesai. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Salah satu fase terpenting dalam kehidupan bangsa ini pun telah tercatat dalam berbagai buku. Baik dalam bentuk biografi, otobiografi maupun fiksi. Salah satunya novel Matahari Merah Bulan Mei ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;            Novel ini ditulis oleh salah satu dari aktivis yang terlibat langsung dalam Reformasi 1998 yang karena begitu membingungkan rakyat sering dipelesetkan menjadi ’Repotnasi’. Repot memikirkan nasi (perut) lantaran harga beras terus membumbung tinggi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;            Mengambil sudut pandang seorang tokoh aktivis mahasiswa, penulis menceritakan berbagai tokoh (terutama mahasiswa) menjelang Reformasi Mei 1998.  Tokoh-tokoh mulai dari narapidana (tentara desertir), pembantu rumah tangga, kuli angkut, petani yang menjadi kuli bangunan,  penjaga warung yang bercita-cita menjadi TKW sampai tokoh lurah yang menggambarkan krisis moral di negeri ini juga menghiasi novel ini. Beberapa tokoh nasional muncul sebagai cameo dalam novel ini. Misalnya Amien Rais, Ali Sadikin, Buyung Nasution. &lt;br&gt;&lt;br&gt;            Hampir semua tokoh bermuara pada satu tujuan. Jalinan benang merahnya dengan cerdas dan mulus dijalin oleh penulis. Kecuali tokoh narapidana (tentara desertir) yang hingga akhir hidupnya ’hubungan’ cerita yang lain sebatas mencuri dengar obrolan mahasiswa di warung tepi jalan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;            Ali Akbar, si penulis, tampaknya lebih memilih untuk menceritakan peristiwa reformasi dari kacamatanya sendiri, dari sudut pandang pelaku sejarah. Jejak sejarah yang ditampilkan dalam novel ini misalnya penembakan mahasiswa Trisakti, pendudukan Gedung MPR/DPR hingga detik-detik Soeharto mengundurkan diri. Seperti dikatakan oleh Syamsudin Haris, pengamat politik dari LIPI, novel ini layak dibaca karena ditulis oleh aktivis mahasiswa yang terlibat langsung di dalam gerakan Reformasi 1998. Bahkan, Anis Matta, politisi dan anggota DPR RI, menyatakan ini adalah sebuah novel sejarah yang menggambarkan jejak jiwa seorang aktivis. &lt;br&gt; &lt;br&gt;Meski porsi ceritanya tidak besar, Ali Akbar menyebutkan keterlibatan Amerika di dalam gerakan Reformasi. Ia menyebutkan ada tokoh mahasiswa yang didatangi oleh orang dari Kedutaan Besar Amerika Serikat. Orang itu menawarkan bantuan jika diperlukan. Ia memberikan selembar kartu nama yang kemudian dibuang oleh tokoh mahasiswa tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sulit menghilangkan kecurigaan keterlibatan Amerika di dalam menentukan percaturan politik di Indonesia. Salah satu bagian dari peristiwa tahun 1966 yang terus dikaji oleh politikus dan sejarawan adalah mengenai keterlibatan badan intelijen Amerika—CIA. Ada pandangan kuat bahwa Amerika tidak sejalan dengan Soekarno dan berupaya menyingkirkannya. Apalagi ketika itu Soekarno condong ke blok Timur. Ada ’tuduhan’ bahwa Soeharto didukung oleh Amerika. Bahkan, ada dugaan kalau aksi demonstrasi mahasiswa angkatan 66 dibiayai oleh CIA.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Demonstrasi 1998 dianggap sama besar besar bahkan lebih besar dari demonstrasi 1966. Kedua demonstrasi itu diakui menjadi tahap penting di dalam sejarah Indoenesia. Namun, pernahkan ada yang menyatakan keterlibatan Amerika di dalam demonstrasi 1998?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Satu hal yang cukup menggelitik adalah penggunaan teknologi telepon genggam alias handphone. Pada masa itu handphone masih merupakan benda mewah tanda status seseorang. Tidak banyak orang yang memilikinya apalagi mahasiswa. Apakah ini indikasi keterlibatan Amerika atau memang aktivis tersebut dari keluarga kaya atau karena ia seorang aktivis ’karismatik’ yang mendapat ’bantuan’ dari banyak pihak yang bersimpati. Terlepas dari itu semua ternyata teknologi juga berperan dalam melengserkan suatu rezim seperti yang juga terjadi di Filipina.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Membaca novel ini kita seolah terlibat di dalamnya. Mengikuti rapat mengatur strategi berdemo, tidur di tenda ditemani nyamuk, ramai-ramai berdemonstrasi, bersitegang dengan aparat keamanan hingga memuncaknya Reformasi 1998. Inilah, meminjam ungkapan Maman Mahayana dalam kata penutupnya, catatan terpendam yang mengungkap kisah tak terucapkan. Beruntung, Ali Akbar merekam semua itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Achmad Sunjayadi&lt;br&gt;Pengajar FIB UI dan Erasmus Taalcentrum Jakarta&lt;br&gt;visit me at : &lt;a href="http://www.sunjayad"&gt;http://www.sunjayad&lt;/a&gt; i.com&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;copasan dr: milis ResensiBuku@yahoogroups.com; ungguls belum punya buku ini    &lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-8674167814119788047?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/8674167814119788047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=8674167814119788047&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8674167814119788047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8674167814119788047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/05/buku-merah-bulan-mei.html' title='Buku &amp;quot;Matahari Merah Bulan Mei&amp;quot;'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-405789822046787266</id><published>2008-05-16T06:32:00.000+07:00</published><updated>2008-05-16T10:33:04.314+07:00</updated><title type='text'>Buku: Selamatkan Indonesia - by Amien Rais</title><content type='html'>Sebuah risalah kritis dipersembahkan untuk:&lt;BR&gt; &lt;BR&gt;- Angkatan muda dan mahasiswa Indonesia,&lt;BR&gt;- Para intelektual dan politisi yang punya hati nurani,&lt;BR&gt;- Para ulama, zu'ama dan rohaniawan,&lt;BR&gt;- Para prajurit yang selalu mengingat Sumpah Sapta Marga,  dan para Bhayangkara yang senantiasa memegang Sumpah Tri Brata,&lt;BR&gt;- Para penegak hukum dan keadilan,&lt;BR&gt;- Segenap tokoh tiga pilar bangsa: buruh, tani dan nelayan,&lt;BR&gt;- Para pengasuh media massa sebagai estate ke empat demokrasi,&lt;BR&gt;- Para penggiat LSM yang tetap mengunggulkan kepentingan bangsa,&lt;BR&gt;- Segenap pendidik yang sedang mengukir generasi muda,&lt;BR&gt;- Semua anak bangsa yang masih peduli dengan mertabat dan harga diri bangsa.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Daftar isi pada Bab 6 Korupsi Paling Berbahaya: State Captured Corruption Zaman Habibie, Zaman Megawati dan Zaman Yudhoyono &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-405789822046787266?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/405789822046787266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=405789822046787266&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/405789822046787266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/405789822046787266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/05/buku-selamatkan-indonesia-by-amien-rais.html' title='Buku: Selamatkan Indonesia - by Amien Rais'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-4877206540257490142</id><published>2008-05-12T06:12:00.000+07:00</published><updated>2008-05-12T10:12:53.497+07:00</updated><title type='text'>Jangan (Membiasakan Diri Ber)Teriak</title><content type='html'>Cerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa? Kebiasaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Inilah yang mereka lakukan, dengan tujuan supaya pohon itu mati. Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. Dan apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan&lt;BR&gt;demikian, mudahlah ditumbangkan.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah, sekarang apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon ini? O, sangat berharga sekali!. Yang jelas, ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pernahkah kita berteriak pada anak kita? &lt;BR&gt;Ayo cepat! &lt;BR&gt;Dasar leletan! &lt;BR&gt;Bego banget sih.. &lt;BR&gt;Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan.. . &lt;BR&gt;Ayo, jangan main-main disini. &lt;BR&gt;Berisik! &lt;BR&gt;Bising!&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Atau, pernahkah kita berteriak kepada orang tua kita karena merasa mereka membuat kita jengkel? &lt;BR&gt;Kenapa sih makan aja berceceran? &lt;BR&gt;Kenapa sih sakit sedikit aja mengeluh begitu? &lt;BR&gt;Kenapa sih jarak dekat aja minta diantar?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak? &lt;BR&gt;Atau, mungkin kitapun berteriak balik kepada pasangan hidup kita karena kita merasa sakit&lt;BR&gt;hati? &lt;BR&gt;Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu, tahu nggak?!&lt;BR&gt;Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa! &lt;BR&gt;Aduh.. Perempuan kampungan banget sih?!&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya. &lt;BR&gt;Eh tolol, soal mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi pinter?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Ingatlah, setiap kali kita berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan?!&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter. Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu&lt;BR&gt;jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh pada orang yang dimarahi kerena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin segera membunuh roh pada orang lain ataupun roh pada hubungan Anda, selalulah berteriak.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik sebagai balasannya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai tanpa harus berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;I&gt;sumber: email dr salah satu sahabat, sumber awal tak tercantumkan.&lt;/I&gt;&lt;BR&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-4877206540257490142?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/4877206540257490142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=4877206540257490142&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/4877206540257490142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/4877206540257490142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/05/jangan-membiasakan-diri-berteriak.html' title='Jangan (Membiasakan Diri Ber)Teriak'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-8069054982054016238</id><published>2008-05-09T20:05:00.000+07:00</published><updated>2008-05-10T00:05:13.532+07:00</updated><title type='text'>Baru Terbit - Gajah Mada 6 - Perang Paregreg</title><content type='html'>&lt;pre&gt;&lt;tt&gt;&lt;tt&gt;Sobat peminat novel roman sejarah semua, kabar gembira, Langit kresna&lt;br&gt;Hariadi baru saja menerbitkan novel roman sejarah Majapahit, melanjut-&lt;br&gt;kan novel populernya, Gajah Mada, yang berjudul:&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Gajah Mada 6: Perang Paregrek 1"&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a target="_blank" href="http://www.inibuku.com/"&gt;&lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1210350582_0"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;- "Aku seorang raja." kata Hayam Wuruk datar dan tenang, "mestinya&lt;br&gt;semua oang tahu sebagai Raja aku memiliki kekuasaan yang sangat besar.&lt;br&gt;Aku bisa menjatuhkan hukuman mati pada siapapun yang menurut anggapan-&lt;br&gt;ku melakukan kesalahan besar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Breh Wirabumi itu bukan Minak Jinggo, aku tidak pernah memberinya &lt;br&gt;nama Minak Jinggo. Akan tetapi di luar sana ada orang yang berani-&lt;br&gt;beraninya memberi nama olok-olok Minak Jinggo. Penyebutan Breh Wira-&lt;br&gt;bumi dengan nama olok-olok itu sangat menyinggung perasaanku dan &lt;br&gt;sungguh memancing keinginanku menjatuhinya dengan hukuman mati."&lt;br&gt;&lt;br&gt;***&lt;br&gt;&lt;br&gt;Perang Paregrek, sebuah perang keluarga dengan latar belakang konflik&lt;br&gt;yang tidak terduga. menyambung sukses pentalogi Gajah Mada. El-Kaha&lt;br&gt;(Langit Kresna hariadi) kembali mengajak anda berimajinasi ke wilayah&lt;br&gt;abad 13 dan 14.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sinopsis dan informasi lain tentang buku ini tersedia di halaman depan&lt;br&gt;situs &lt;a target="_blank" href="http://www.inibuku.com/"&gt;&lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1210350582_1"&gt;www.inibuku.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Jangan lupa klik [buku baru] di kiri atas&lt;br&gt;halaman situs untuk mendapatkan info seluruh buku baru.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Terima kasih&lt;br&gt;&lt;a target="_blank" href="http://www.inibuku.com/"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1210350582_2"&gt;www.inibuku.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; - toko buku online&lt;br&gt;Pesan melalui telpon : 021 4287-6779 atau 021 421-2057&lt;/tt&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/pre&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-8069054982054016238?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/8069054982054016238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=8069054982054016238&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8069054982054016238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8069054982054016238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/05/baru-terbit-gajah-mada-6-perang.html' title='Baru Terbit - Gajah Mada 6 - Perang Paregreg'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-2831754573440422846</id><published>2008-04-22T05:14:00.000+07:00</published><updated>2008-04-22T09:14:23.699+07:00</updated><title type='text'>My Sweety Blue</title><content type='html'>Aku berduka...&lt;BR&gt;Terluka...&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kau tiada...&lt;BR&gt;Memahat luka...&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dalam...&lt;BR&gt;Dalam...&lt;BR&gt;Dalam...&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hati memerah...&lt;BR&gt;Darah...&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Mata memerah...&lt;BR&gt;Marah...&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Berlalu...&lt;BR&gt;Membiru...&lt;BR&gt;Kaku...&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Blue....&lt;BR&gt;Luv u...&lt;BR&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-2831754573440422846?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/2831754573440422846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=2831754573440422846&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/2831754573440422846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/2831754573440422846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/04/my-sweety-blue.html' title='My Sweety Blue'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-2808465528027533470</id><published>2008-04-19T15:42:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T19:42:40.136+07:00</updated><title type='text'>Pameran Besar Komik Indonesia di TMII</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="/photos/hi-res/upload/SAnorgoKCDsAAGNIW-s1"&gt;&lt;img class="alignright" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SAnorgoKCDsAAGNIW-s1/Godam%20Mata%20Sinar%20X.jpg?et=ZWhusovzR2l33r80r%2C5SrA&amp;nmid=" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Siang tadi, aku lg asik bercengkerama di Cafe Open Space Megablitz XXI Mega Mall Bekasi bersama keluarga, di temani segelas Capucinno dan French Fries panas dan pedas, HP mendadak melantunkan lagu "Keakuanku", salah satu tembang kesukaanku dr Iwan Fals.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"SMS dr siapa nih?" tanya batinku sembari mengambil HP yg tergeletak di meja. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Jam menunjukkan pukul 14:27.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Datang yah, tgl 20 ini jam 10 pagi di Istana Anak TMII. Undangan ada di saya. Pada HUT TMII ke 33 diadakan Pameran Besar Komik Indonesia 19-27 April&lt;/span&gt;"&lt;br&gt;&lt;br&gt;Nama "Andy Wijaya" tampil sebagai nama pengirimnya. Bagi para penikmat komik indonesia, pasti tahu nama ini. Ia bersama rekan-rekan dekatnya, mas Iwan Gunawan, Surjorimba S. dkk. lainnya telah menjadi motor-motor penggerak bagi bangkitnya kembali komik Indonesia yang telah lama terpuruk, tertidur pingsan berpuluh-tahun lamanya, melalui Komik Indonesia dot com-nya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Melalui komik-indonesia.com mereka meremaster komik-komik lawas Indonesia pernah populer pada masanya. Godam Mata Sinar X karya Wid NS, komik Si Buta dari Gua Hantu karya Ganes, komik Gina (Reborn) karya Gerdi WK, komik Labah-labah Merah karya Kus Br . dan lain-lainnya yg kini beredar kembali dlm format yg lebih modern merupakan bukti dari kiprah mereka baik secara langsung maupun tidak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Euforia orang-orang thd komik Indonesia, dan berkat jaringan yg semakin luas luas, kini telah lahir orang-orang nekat yg bermodalkan kecintaan thd komik bangsa sendiri, mereka berani dan mau mempertaruhkan dana, waktu dan tenaga mereka demi bangkitnya kembali komik bangsa dewe ini. Lahirlah kerjasama-kerjasama para pecinta itu yang menamakan kelompok mereka sebagai: Kelompok Penggemar Komik Godam, Kelompok Penggemar Komik Gina. Sungguh luar biasa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di luar kelompok2 itu, tampil pula Neoparadigm yg baru saja merelease komik "Aquanus - Benua ke Tujuh" yg banyak menuai pujian, baik tuk gambar, cerita, pewarnaan maupun tampilan dari komik tsb. Dalam waktu dekat, komik "Godam - Jodoh Buat Awang" pun akan beredar melanjutkan komik sebelumnya "Godam - Reborn". Sungguh mengasikan bisa menikmati ini semua. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Gebrakan kebangkitan ini tak hanya bergema di dalam negeri, sobat Erwin Prima Arya, seorang ahli remaster, kini tengah berkolaborasi dengan rekan kerjanya di Singapura tuk meremaster dan mentranslatekan komik Si Buta dari Gua Hantu yg berjudul "Banjir Darah di Pantai Sanur" go internasional. Sungguh luar biasa bukan?&lt;br&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-2808465528027533470?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/2808465528027533470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=2808465528027533470&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/2808465528027533470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/2808465528027533470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/04/pameran-besar-komik-indonesia-di-tmii.html' title='Pameran Besar Komik Indonesia di TMII'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-3301961099560601307</id><published>2008-04-18T07:04:00.000+07:00</published><updated>2008-04-18T11:04:36.084+07:00</updated><title type='text'>Cantik, Maafkan Aku...</title><content type='html'>Cantik...&lt;BR&gt;Maafkan aku...&lt;BR&gt;Bukan ku tak cinta...&lt;BR&gt;Bukan karna ku tak sayang...&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Di sini...&lt;BR&gt;Bersamamu&lt;BR&gt;Aku tak bisa berpaling...&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Lama waktu bersama...&lt;BR&gt;Menjalani hari-hari...&lt;BR&gt;Mingu demi minggu...&lt;BR&gt;Bulan berganti bulan...&lt;BR&gt;Berkali    kita jelang tahun yang baru...&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dalam sukaku...&lt;BR&gt;Dalam sedihku..&lt;BR&gt;Kau bersamaku...&lt;BR&gt;Selalu...&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Lukamu adalah sakitku...&lt;BR&gt;Sukamu gembira batinku...&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Detik  berjalan...&lt;BR&gt;Perpisahan tak tertahankan...&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cantik....&lt;BR&gt;Kau  luar biasa...&lt;BR&gt;Menjalani saatku bersamamu...&lt;BR&gt;Sang waktu  berlari....&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kebersamaanmu...&lt;BR&gt;Jdi pahatan cinta yang tak kan tenggelam...&lt;BR&gt;Begitu dalam&lt;BR&gt;Dalam...&lt;BR&gt; Semakin dalam...&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Menjadi istri kedua&lt;BR&gt;Istri Muda&lt;BR&gt;Apapun itu&lt;BR&gt;Tak jadi bebanmu...&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kau bilang, &lt;BR&gt;"Ini bukan pilihan...&lt;BR&gt;tapi...&lt;BR&gt; inilah hidup...&lt;BR&gt;  yang mesti kita jalani...&lt;BR&gt;dengan setia...&lt;BR&gt;bersama hati....&lt;BR&gt;berpeluk hari-hari..."&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cantik....&lt;BR&gt;Maafkan aku....&lt;BR&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-3301961099560601307?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/3301961099560601307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=3301961099560601307&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/3301961099560601307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/3301961099560601307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/04/cantik-maafkan-aku.html' title='Cantik, Maafkan Aku...'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-6092781114054561289</id><published>2008-04-18T04:10:00.000+07:00</published><updated>2008-04-18T08:10:09.330+07:00</updated><title type='text'>Blog-Brary-2008 "Perpustakaan Untuk Anak Indonesia"</title><content type='html'>Melanjutkan dr MP-nya Kang Arul di: &lt;a href="http://arul.multiply.com/"&gt;http://arul.multiply.com/&lt;/a&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Berapa banyak anak-anak Indonesia yang bisa mendapatkan bacaan bermutu? Bahkan berapa banyak anak-anak Indonesia yang memiliki kesempatan untuk bisa membaca bacaan yang mendidik, mengembangkan wawasa, dan menambah pengetahuan? Berapa banyak perpustakaan yang dibutuhkan anak-anak Indonesia.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Saatnya para blogger untuk menyatukan langkah dan memberikan kontribusi secara offline kepada anak-anak Indonesia. Mari kita bangun perpustakaan bagi anak-anak yang tinggal di daerah kumuh, yang tumbuh-kembang di lingkungan jauh dari bacaan bermanfaat, dan anak-anak Indonesia yang punya hak untuk mendapatkan bacaan yang bermutu.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dukung BLOGBRARY2008; Perpustakaan untuk Anak Indonesia. Sebuah kegiatan sosial BSR atau Blogger Social Responsiblity yang berasal dari blogger Indonesia untuk anak-anak Indonesia.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Apa yang bisa Anda lakukan?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pertama, kumpulkan buku-buku layak baca. Kirimkan ke alamat Sentra Pengumpulan Buku yang ada di setiap kota. Atau blogvolunter kami akan mendatangi tempat Anda.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kedua, kirimkan donasi Anda ke alamat rekening kami yang nantinya akan dipergunakan sepenuhnya untuk mendukung kegiatan ini (untuk sementara) di tiga provinsi; Jakarta, Banten, dan Jawa Barat&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Ketiga, sebarkan pengumuman ini. Ajak blogger untuk menyukseskan BLOGBRARY2008; Perpustakaan untuk Anak Indonesia&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Untuk informasi silahkan menghubungi Kangarul ( 08128749407 or 0817804088 ) - Septi ( 08561131243 ) &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Atau buka blog kami di &lt;a href="http://blogbrary2008.wordpress.com/"&gt;http://blogbrary2008.wordpress.com/&lt;/a&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-6092781114054561289?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/6092781114054561289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=6092781114054561289&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/6092781114054561289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/6092781114054561289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/04/blog-brary-2008-untuk-anak-indonesia.html' title='Blog-Brary-2008 &amp;quot;Perpustakaan Untuk Anak Indonesia&amp;quot;'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-599072826980729726</id><published>2008-04-08T08:02:00.000+07:00</published><updated>2008-04-08T12:49:14.773+07:00</updated><title type='text'>Buku Baru John Roosa: "Dalih Pembunuhan Masal: Gerakan 30 September"</title><content type='html'>  "Apa Yang Sebenarnya Telah Terjadi" Dalam Gerakan 30 September&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cetakan 1&lt;BR&gt;Jakarta: Institut Sejarah Sosial Indonesia dan Hasta Mitra, 2008&lt;BR&gt;xxiv+392 hlm; 16 cm x 23 cm &lt;BR&gt;ISBN: 978-979-17579- 0-4&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;--------- --------- --------- --------- -&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Ditulis dengan sangat baik dan mengasyikkan, inilah upaya ilmiah pertama dalam kurun waktu lebih dari dua dasawarsa untuk mengkaji secara serius bukti-bukti yang berkenaan dengan teka-teki paling penting dalam sejarah Indonesia, kudeta 30 September 1965.&lt;BR&gt;Robert Cribb, Australian National University&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tiga pencapaian mengagumkan yang diraih John Roosa adalah menyoroti bukti baru empat puluh tahun setelah peristiwa, memutar-balikkan kesimpulan-kesimpul an yang sudah diterima umum, dan melakukan ini semua dalam gaya mencekam ala kisah detektif.&lt;BR&gt;Gerry van Klinken, Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Buku John Roosa yang menggugah dan berdasar pada penelitian menyeluruh menyajikan bukti padu untuk mendukung interpretasi-interpretasi yang sebelumnya didasarkan hanya pada spekulasi. Buku ini merupakan sumbangan yang penting bagi kepustakaan tentang kudeta di Indonesia.&lt;BR&gt;Harold Crouch, Review of Politics&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Ini merupakan bahan bacaan penting bagi pelajar sejarah modern Indonesia, dan bagi siapapun yang tertarik pada kekerasan politik, peran militer dalam politik, dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.&lt;BR&gt;Geoffrey Robinson, University of California at Los Angeles&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Buku ini merupakan catatan paling detil dan dengan penelitian terbaik tentang kejadian-kejadian 1965 yang pernah ditulis. Siapa pun yang berniat memahami kejadian-kejadian yang masih menebar mendung di atas bumi Indonesia dan sedikit dipahami oleh sebagian &lt;BR&gt;besar masyarakat Indonesia akan memperoleh manfaat sangat besar dengan membaca buku kelas satu ini.&lt;BR&gt;Carmel Budiardjo, Tapol Bulletin &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sumbangan yang luar biasa berharga. Ini merupakan masukan akademik pertama yang signifikan tentang masalah yang dibicarakan dalam jangka waktu tertentu, dan cukup memukau dibaca.&lt;BR&gt;Vedi Hadiz, Pacific Affairs&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Catatan John Roosa tentang Gerakan 30 September merupakan karya detektif yang mengesankan … ia sudah barang tentu menyumbangkan penelitian yang terbaik sampai saat ini tentang siapa yang mengorganisasikan gerakan ini, mengapa gerakan tersebut gagal, dan &lt;BR&gt;bagaimana gerakan ini beranjak ke pembunuhan massal, yang diikuti dengan berpuluh-puluh tahun represi. Buku ini layak dibaca kalangan seluas-luasnya.&lt;BR&gt;Olle Törnquist, International Review of Social History&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;A href="http://johnroosa-"&gt;http://johnroosa-&lt;/A&gt; dpm.blogspot. com&lt;BR&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-599072826980729726?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/599072826980729726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=599072826980729726&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/599072826980729726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/599072826980729726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/04/buku-baru-john-roosa-pembunuhan-masal.html' title='Buku Baru John Roosa: &amp;quot;Dalih Pembunuhan Masal: Gerakan 30 September&amp;quot;'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-2268188134143866457</id><published>2008-04-03T19:17:00.000+07:00</published><updated>2008-04-03T23:17:07.768+07:00</updated><title type='text'>Hadiah Sebuah Buku Karya Sahabat</title><content type='html'>&lt;P&gt;&lt;SPAN class=insertedphoto&gt;&lt;A href="http://ungguls.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-UB3AoKCDsAAGw9tLY1"&gt;&lt;IMG class=alignleft src="http://images.ungguls.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-UB3AoKCDsAAGw9tLY1/Peralatan%20Gambar%20pd%20Photoshop%20CS3.JPG?et=eZDK6rY5i%2ChF87pz2bjR1Q&amp;nmid=" border=0&gt;&lt;/A&gt;&lt;/SPAN&gt;Beberapa hari yg lalu, sepulang kerja, aku disambut oleh anakku yg bungsu. Ia berlari menghampiriku yg tengah memarkirkan motor.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;"Pa, nih ada kiriman buku dari temen papa" katanya sembari menyerahkan sebuah bungkusan amplop warna coklat. Tertera nama sang pengirimnya, seorang sahabatku, &lt;STRONG&gt;&lt;A href="http://erwinprima.multiply.com/"&gt;Mas Erwin Prima Arya&lt;/A&gt;&lt;/STRONG&gt;.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;"Makasih ya dik" jawabku girang.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Sehari sebelumnya, mas Erwin memberitahuku bahwa ada titipan buku untukku karya terbaru sahabatku di Surabaya, &lt;STRONG&gt;&lt;A href="http://ferryzanzad.multiply.com/"&gt;Mas Ferry Herlambang&lt;/A&gt;&lt;/STRONG&gt; yang berjudul "&lt;STRONG&gt;&lt;EM&gt;Menguasai PERALATAN GAMBAR pada Photoshop CS3 - Esensi Yang Terlupakan&lt;/EM&gt;&lt;/STRONG&gt;-". &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Begitu kubuka halaman judul bagian dalam, wuih, lengkap dengan sapaan hangat sang penulis plus tanda-tangannya. Pokoknya mantabz bangedz. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Dengan buku ini ditanganku, kini aku bisa mulai tuk coba-coba belajar Photoshop, karena jujur saja, aku sendiri gaptek tentang software semacam ini. Semoga saja bisa berjalan dengan lancar, apalagi buku ini dilengkapi pula dengan CD yang tentunya sangat membantu proses pembelajaranku ini. Asik, sekali lagi, asiiik.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Terima kasih untuk mas Ferry untuk hadiah yg mengesankan ini, semoga buku ini bisa mendulang sukses, dan bisa segera terbit versi cetak ulang, amin. Jangan lupa, aku tunggu pula buku-buku karya berikutnya. Tak lupa, aku ucapkan kasih pula tuk mas Erwin yg telah banyak membantuku. Sukses selalu.&lt;/P&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-2268188134143866457?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/2268188134143866457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=2268188134143866457&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/2268188134143866457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/2268188134143866457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/04/hadiah-sebuah-buku-karya-sahabat.html' title='Hadiah Sebuah Buku Karya Sahabat'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-8582939213026544677</id><published>2008-04-02T12:55:00.000+07:00</published><updated>2008-04-03T23:23:56.474+07:00</updated><title type='text'>Buku: "Hidup Tanpa Ijazah - Yg Terekam dlm Kenangan" - Autobiografi Ajip Rosidi</title><content type='html'>&lt;SPAN class=insertedphoto&gt;&lt;IMG class=alignright src="http://images.ungguls.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-UEhQoKCDsAADklu5g1/Ajip%20Rosidi.JPG?et=Bq%2CRQLjzBKi%2BE0b2uUFarA&amp;nmid=" border=0&gt;&lt;/SPAN&gt;Ada seorang putra Indonesia yang tak punya gelar akademik sama sekali, bahkan ijazah SMA pun tak punya karena ia tidak menamatkan SMA-nya, tetapi ia diangkat sebagai gurubesar di tiga perguruan tinggi di Jepang. Bagaimana bisa?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sebuah buku baru diterbitkan Pustaka Jaya, Januari 2008. Tebalnya setebal bantal, 1364 halaman, dicetak di kertas HVS. Meskipun tebal dan cetakannya bagus, harganya murah untuk buku setebal ini, Rp 95.000 (bandingkan dengan buku seri Harry Potter terakhir, Deadly Hollows, tebal 1008 halaman, berkertas dengan kualitas di bawah HVS, berharga Rp 175.000). &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Saat mengetahui harganya, saya cukup kaget juga, buku-buku yang dicetak biasa&lt;BR&gt;(bukan deluks) dengan tebal sekitar 200-300 halaman kini harga rata-ratanya sekitar Rp 35.000 - 50.000, dengan harga rata2 itu maka buku tebal Pustaka Jaya ini mestinya berharga sekitar Rp 250.000. Bagaimana buku setebal 1364 halaman ini harganya hanya Rp 95.000 ?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Saya mendapatkan jawabannya pada halaman 1329 di buku ini dalam "Ucapan Terimakasih". Buku yang akan saya ceritakan ini memang harga seharusnya adalah sekitar Rp 300.000. Tetapi, siapa yang mau membeli buku setebal 1364 halaman dengan harga Rp 300.000 ? Kata Rosihan Anwar, wartawan dan penulis senior itu, tebal buku maksimal yang masih menarik untuk dibaca orang-orang Indonesia adalah sekitar 300-400 halaman. Memang Rosihan Anwar menganjurkan penulis buku ini untuk memotong bukunya sampai menjadi maksimal 400 halaman saja, tetapi penulisnya merasa sayang memotong manuskripnya yang sudah sampai 1000 halaman, jadi ia tak memotongnya sama sekali, maka akhirnya&lt;BR&gt;menjadi 1364 halaman. Harganya? Ada sekitar 100 orang, sebagian di antaranya tokoh-tokoh terkenal Indonesia dan Manca Negara dari berbagai latar belakang, dari seniman sampai birokrat, dari ilmuwan sampai jenderal, yang bersedia membeli buku ini dengan harga edisi khusus dan terjadilah subsidi silang sehingga masyarakat umum dapat membelinya Rp 95.000. Sebuah ide bagus !&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Buku ini judulnya "Hidup Tanpa Ijazah: Yang Terekam dalam Kenangan", sebuah otobiografi Ajip Rosidi, sastrawan dan budayawan Indonesia. Buku ini ditulis dalam waktu kurang dari setahun, ditulis atas anjuran teman-teman Ajip dan mengejar waktu agar telah terbit saat Ajip berusia 70 tahun pada 31 Januari 2008. Buku ini ditulis oleh Ajip sendiri, jadi bukan otobiografi pesanan seperti banyak dipesankan oleh para&lt;BR&gt;tokoh politik dan militer (namanya otobiografi ya harusnya ditulis sendiri dong, kalau dituliskan orang lain ya namanya biografi). Walaupun buku ini mulai ditulis tahun 2006, Ajip dapat merekam dengan cukup detail peristiwa2 puluhan tahun sebelumnya sejak Ajip anak-anak, remaja, pemuda, dewasa muda, dewasa, sampai usianya sekarang (70 tahun). Pasti Ajip biasa menulis jurnal kegiatan harian sehingga ia bisa menuliskan kembali peristiwa sehari-hari&lt;BR&gt;puluhan tahun ke belakang.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Mengapa Ajip memberi judul buku ini "Hidup Tanpa Ijazah" ? Karena Ajip tak punya ijazah apa-apa, ijazah SMA pun tidak, sebab ia keluar sebelum ujian akhir SMA (Taman Madya). Ajip tidak pernah kuliah, bukan sarjana, tentu bukan master, apalagi doktor. Ia hanya seorang otodidaktis (pelaku otodidak) tulen. Tetapi, lihat karya, sepak terjang, dan pengakuannya. Itu semua melebihi pencapaian rata-rata sarjana, master, doktor, dan profesor pada umumnya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Saya tidak akan menceritakan dengan detail isi buku ini, untuk yang berminat silakan membelinya saja. Saya ingin menyoroti mengapa Ajip keluar sekolah, tidak mau meneruskan sekolahnya, otodidaknya, dan karya, sepak terjang, serta pengakuannya. Dengan sikap dan kiprahnya seperti itu Ajip adalah manusia langka, bukan hanya di Indonesia, di dunia pun jarang yang seperti dia.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Ajip lahir di Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, wilayah yang banyak menghasilkan genteng dan kecap itu, pada 31 Januari 1938. Menempuh pendidikan hanya sampai setingkat SMA yaitu di Taman Madya, Taman Siswa Jakarta, itu pun tidak tamat.Tahun 1956 dia dengan sengaja keluar dari sekolahnya seminggu sebelum ujian akhir dimulai. Pendidikan formalnya&lt;BR&gt;berakhir 52 tahun yang lalu. Tetapi, ia tidak pernah berhenti belajar. Pendidikan dan belajar tak harus di satu tempat. Pendidikan harus di sekolah, belajar bisa di mana saja.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Saat Ajip mau menempuh ujian nasional, ramai terjadi kebocoran soal-soal ujian, orang tak segan mengeluarkan uang dalam jumlah banyak untuk membeli soal ujian, guru-guru pun bisa disogok. Di koran-koran timbul polemik tentang manfaat ujian. Dipertanyakan tentang keabsahan ujian untuk menilai prestasi murid yang sebenarnya. Ajip muda (16 tahun) berkesimpulan: orang tidak segan melakukan perbuatan hina, membeli soal ujian atau menyogok guru, demi lulus ujian. Untuk apa lulus ujian ? Untuk dapat ijazah. Untuk apa&lt;BR&gt;ijazah? Untuk melamar kerja. Untuk apa kerja? Untuk dapat hidup. Kalau begitu, hidup berarti bergantung kepada secarik kertas bernama ijazah ! Ajip terkejut sendiri dengan kesimpulannya. Ia saat itu telah empat tahun berkarya (Ajip mulai mengirimkan tulisan2 cerita dan puisi dan dimuat di koran2 dan majalah2 sejak tahun 1952 saat umurnya masih 14 tahun) dan telah merasa bisa hidup cukup mandiri dengan honorariumnya. Ajip bertanya, apakah&lt;BR&gt;seorang pengarang membutuhkan ijazah untuk bisa hidup ? Tidak.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Ajip memutuskan bahwa hidupnya tidak akan digantungkan kepada selembar ijazah. Prestasinya tidak akan bergantung kepada selembar ijazah. Menurutnya tak ada sekolah atau universitas yang dapat menuntunnya menjadi seorang pengarang yang baik, apalagi ia punya pengalaman bahwa guru2 bahasa Indonesianya semasa di SMP dan SMA harus lebih banyak membaca daripada dirinya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Aku akan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuanku dalam bidang sastra dan penulisan dengan banyak membaca. Dan membaca tidak usah di sekolah. Tidak usah juga bersekolah tinggi karena aku sudah mengenal huruf-huruf. Buku-buku dapat dibeli, atau dipinjam dari perpustakaan. Dalam membaca aku dapat melampaui kebanyakan orang yang punya ijazah lebar. Dengan kian luasnya bacaanku, maka tulisanku akan lebih berbobot. Kalau tulisanku berbobot, niscaya orang-orang akan menghargaiku sebagai pengarang. Akhirnya yang penting dalam hidup adalah prestasi yang diakui oleh masyarakat. Berapa&lt;BR&gt;banyak orang yang mempunyai ijazah tinggi dan menduduki jabatan penting dalam masyarakat tetapi tidak pernah memperlihatkan prestasi pribadi?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Mereka akan lenyap dari ingatan masyarakat kalau mereka sudah pensiun atau setelah meninggal. Aku ingin tetap dikenang orang walaupun aku sudah meninggalkan dunia yang fana ini. Dan hal itu hanya dapat dicapai dengan berkerja keras, dengan mencipta karya yang bagus. Orang akan tetap mengingat namaku kalau karya-karya yang kutulis bermutu" begitu tulis Ajip Rosidi di dalam buku ini halaman 167-168.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dan, keluarlah Ajip dari sekolah alias drop out, dia menulis surat kepada gurunya di atas kartu pos, "saya tidak jadi ikut ujian nasional karena saya akan membuktikan bahwa saya dapat hidup tanpa ijazah" Luar biasa keputusan anak remaja ini, keputusan sendiri, tanpa memberi tahu orang tuanya di Jatiwangi.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dan puluhan tahun berikutnya adalah puluhan tahun pembuktian bahwa Ajip bisa hidup tanpa ijazah. Sebuah bakat yang ditekuni secara luar biasa akan berhasil luar biasa juga. Setahun sebelum ia keluar dari SMA, buku pertamanya telah terbit ketika umurnya masih 17 tahun, berjudul "Tahun-Tahun Kematian" (kumpulan cerpen). Itu adalah buku pertama yang mengawali sebanyak lebih dari 110 judul buku berikutnya selama puluhan tahun kemudian. Ajip menulis buku-buku baik kumpulan cerpen, kumpulan puisi, roman, drama, penulisan kembali cerita rakyat, cerita wayang, bacaan anak-anak, kumpulan humor, esai dan kritik, polemik, memoar, bunga rampai, buku terjemahan, biografi (ada 10 halaman daftar lengkap karya Ajip di buku otobiografi ini).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Ajip menulis baik dalam bahasa Sunda maupun bahasa Indonesia. Banyak karyanya diterjemahkan oleh penerbit internasional ke dalam bahasa-bahasa asing Belanda, Cina, Hindi, Inggris, Jepang, Jerman, Kroasia, Prancis, Rusia, Thai, dan lain-lain.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sepak terjang Ajip tak hanya dalam dunia penulisan sastra dan sekitarnya. Ia adalah redaktur dan Pemimpin majalah Suluh Pelajar (1953-1955) saat Ajip masih duduk di SMP dan SMA. Juga ia menjadi pemimpin redaksi Majalah Sunda (1965-1967), Budaya Jaya (1968-1979), dan Cupumanik (sejak 2005).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Ajip juga adalah redaktur, pendiri dan pemimpin usaha2 penerbitan. Ia adalah seorang redaktur Balai Pustaka (1955-1956). Tahun 1962 mendirikan Penerbit Kiwari, tahun 1964-1969 mendirikan dan memimpin Penerbit Tjupumanik di Jatiwangi. Tahun 1971 mendirikan Penerbit Pustaka Jaya dan menjadi pemimpinnya. Tahun 1981 mendirikan Penerbit Girimukti Pusaka, Tahun 2000 ia mendirikan dan memimpin Penerbit Kiblat Buku Utama di Bandung. Usaha&lt;BR&gt;penerbitannya ada yang terus berjalan sampai Sekarang (Pustaka Jaya), ada juga yang telah lama berhenti.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Ajip juga sangat giat dalam berorganisasi, misalnya tahun 1954 (umur 16 tahun) menjadi anggota Badan Musyawarat Kebudayaan Nasional. Tahun 1956 menjadi anggota Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda. Tahun 1972-1981 menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta (dewan ini juga dibentuk pada tahun 1968 atas prakarsa Ajip. Tahun 1973-1979 sebagai ketua Ikatan Penerbit Indonesia(IKAPI). Tahun 1993 Ajip mendirikan Yayasan Kebudayaan Rancage, sebuah yayasan yang mengapresiasi karya-karya sastra daerah dalam bahasa Sunda,&lt;BR&gt;Jawa, dan Bali.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Ajip juga menduduki banyak anggota badan-badan kehormatan. Tahun 1960-1962 dia adalah anggota Badan Pertimbangan Ilmu Pengetahuan bidang Sastra dan Sejarah. Tahun 1978-1980 sebagai staf ahli menteri Pendidikan dan Kebudayaan, tahun 1979-1982 menjadi anggota Dewan Fim Nasional, tahun 1979-1980 menjadi anggota Dewan Pertimbangan Pengembangan Buku Nasional. Tahun 2002 diangkat menjadi anggota Akademi Jakarta.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Meskipun Ajip tak menamatkan SMA-nya, tak pernah kuliah, bukan sarjana, tentu bukan master, apalagi doktor, tahun 1967 ia diangkat sebagai dosen luar biasa pada Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran di Bandung. Ajip pun sering diundang memberikan kuliah umum di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dan, tahun 1981, Ajip diangkat sebagai Visiting Professor pada Osaka Gaikokugo Daigaku di Osaka, Jepang. Ajip mengajar di Jepang sampai tahun 2003. Ajip pun diangkat sebagai Gurubesar Luar Biasa pada tahun&lt;BR&gt;1983-1994 di Tenri Daigaku di Tenri, Nara, Jepang. Tahun 1983-1996 menjadi Gurubesar Luar Biasa pada Kyoto Sangyo Daigaku di Kyoto. Pensiun sebagai guru besar, Ajip pulang ke Indonesia pada tahun 2003. Sekalipun Ajip berada di Jepang selama 22 tahun, dia tetap menulis buku2nya dalam bahasa Sunda dan Indonesia, tetap berhubungan dengan para penggiat sastra di Tanah Air, dan tetap memantau serta mengelola organisasi2 yang pernah didirikannya dari jauh.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sebagai penggiat sastra, tentu Ajip pun banyak menjadi pembicara di berbagai simposium, seminar, kongres, konferensi atau lokakarya mengenai kebudayaan dan kesenian, terutama tentang sastra dan bahasa, baik di tingkat daerah, nasional, regional, maupun internasional. Sebagai orang yang mumpuni dalam bidang sastra, Ajip pun kerap diminta sebagai anggota dewan juri dalam menilai berbagai perlombaan bidang sastra dan kesenian.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Ajip dan organisasinya pun beberapa kali mendapatkan dana nasional maupun internacional untuk penelitian sastra dan budaya. Tahun 1969-1972 Ajip mendirikan dan memimpin proyek penelitian pantun dan folklor Sunda. Tahun 1960-1967 Ajip mendapatkan dana dari the Toyota Foundation untuk meneliti kebudayaan Sunda dalam rangka penyusunan Ensiklopedi Sunda (telah terbit pada tahun 2000). Tahun 1960-1994 meneliti puisi Sunda, dan hasilnya dituliskan dalam tiga jilid buku dengan tabal total 1700 halaman (telah terbit dua jilid).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Karena dedikasinya yang total lepada kesustraan dan kebudayaan, Ajip beberapa kali diganjar penghargaan, yaitu 1957 : Hadiah Sastra Nasional untuk kumpulan puisinya, 1960 : Hadiah Sastra Nasional untuk buku kumpulan cerpennya, 1974 : Cultural Award dari Australia, 1993 : Hadiah Seni, 1994: penghargaan sebagai salah satu dari 10 putra Sunda terbaik, 1999: penghargaan Order of the Sacred Treasure, Gold Rays with Neck Ribbon dari&lt;BR&gt;Jepang, 2003 : penghargaan Mastera dari Brunei, 2004 : Teeuw Award dari Belanda.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Demikian sekilas karya-karya dan pencapaian-pencapai an Ajip. Ia berkarya sejak berumur 14 tahun sampai kini usianya 70 tahun, menekuni sastra dan budaya Sunda dan sastra Indonesia selama 56 tahun.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Di dalam buku ini, yang berisi 23 bab, kita bisa mengetahui bahwa pergaulan Ajip begitu luas, baik dengan kalangan sesama sastrawan dan budayawan, juga dengan banyak tokoh dari berbagai bidang baik di Indonesia maupun peneliti2 asing yang datang ke Indonesia untuk meneliti sastra dan budaya Indonesia. Bagaimana pergaulan dan pandangan Ajip dengan tokoh2 seperti Ali Sadikin, Mochtar Lubis, Taufik Ismail, Asrul Sani, Affandi, Gus Dur, Nurcholish Madjid, dan masih banyak lagi bisa dibaca di sini. Pengamatannya tentang&lt;BR&gt;kejadian2 penting yang dialami Indonesia entah itu pertikaian politik, bencana, korupsi, dan lain2 dari tahun2 1940-an sampai sekarang bisa dibaca juga di sini. Ajip juga menceritakan pikiran dan sikapnya tentang itu semua dan hal2 yang dialaminya, termasuk saat gempa Kobe di Jepang, sebagaimana layaknya sebuah otobiografi. Buku otobiografi setebal 1364 halaman ini adalah salah satu dari buku2 otobiografi paling tebal yang pernah ditulis.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kata seorang pengamat, Ajip adalah seorang langka dengan kelebihan yang tidak dimiliki H.B. Jassin, Goenawan Mohamad, dan Soebagio Sastrowardojo (Dr. Faruk dalam Kompas 31 Mei 2003).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Mungkin ada orang yang membaca buku ini menuduh bahwa buku ini merupakan usaha Ajip untuk memamerkan kehebatannya sebagai orang yang "kurang sekolah", tetapi berhasil mencapai prestasi internasional. Tentu saja tuduhan itu sukar dibantah. Meskipun tentunya sah-sah saja bagi orang berprestasi untuk memamerkan prestasinya, apalagi prestasi ini dicapai melalui perjuangan dan usaha sendiri dengan kerja keras. Ajip sudah merupakan seorang yang dihargai di Indonesia, dia tak akan perlu memamerkan diri lagi, buku ini ditulisnya lebih kepada keinginan untuk mengawetkan kenangan2 dan pikiran2-nya, berbagi pengalaman dengan orang lain", begitu tulis Arief Budiman dari Melbourne, teman karib Ajip, dalam kata pengantar otobiografi ini.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Satu hal yang sangat penting yang merupakan pesan Ajip melalui buku ini adalah : meskipun pendidikan sangat penting, orang bisa juga berhasil meskipun tidak atau kurang sekolahnya. Ajip telah membuktikan kepada kita semua bahwa ia bisa hidup dan berhasil sampai punya reputasi internasional bahkan sampai menjadi gurubesar di tiga perguruan tinggi di luar negeri&lt;BR&gt;meskipun tak punya gelar akademik apa pun, bahkan ijazah SMA pun tak ia miliki, Ajip benar2 : hidup tanpa ijazah.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Ajip akan diterjang kegelisahan yang luar biasa saat ia mandeg membaca dan gagap menulis" (Maman S. Mahayana dalam Panji Mas, Februari 2003).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;salam,&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;awang&lt;BR&gt;(sumber: milis daarut-tauhid)&lt;BR&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-8582939213026544677?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/8582939213026544677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=8582939213026544677&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8582939213026544677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8582939213026544677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/04/buku-tanpa-ijazah-yg-terekam-dlm.html' title='Buku: &amp;quot;Hidup Tanpa Ijazah - Yg Terekam dlm Kenangan&amp;quot; - Autobiografi Ajip Rosidi'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-4994070561598120099</id><published>2008-03-24T02:40:00.000+07:00</published><updated>2008-03-24T06:40:52.609+07:00</updated><title type='text'>Sepintas Ttg Buku "Treasure of Genghis Khan"</title><content type='html'>&lt;P&gt;&lt;SPAN class=insertedphoto&gt;&lt;A href="http://ungguls.multiply.com/photos/hi-res/upload/R@bqbQoKCDsAAGL5yUU1"&gt;&lt;IMG class=alignmiddleb src="http://images.ungguls.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R@bqbQoKCDsAAGL5yUU1/Treasure%20of%20Genghis%20Khan.jpg?et=AjY3TUTSaGsYLP8DG4NKyg&amp;nmid=" border=0&gt;&lt;/A&gt;&lt;/SPAN&gt;Saat ini aku lagi konsen tuk menuntaskan buku ini. Tepatnya, baru semalam ku memulainya dan itu pun baru menyelesaikan 100 halaman pertama dari total 611.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Buku yang dikarang oleh bapak dan anak, yakni Clive Cussler &amp; Dirk Cussler. Sang bapak sendiri, Clive Cussler, memang telah memiliki nama besar sebagai pengarang buku-buku yg sangat kental dengan aroma adventure-nya. Ratusan juta copi bukunya telah diterbitkan oleh lebih dari 100 negara, lebih dari 40 macam bahasa. Ia adalah legenda hidup buku fiksi yang kini menetap di Arizona.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Sementara sang anak, Dirk Cussler, MBA lulusan Berkeley, bermula memiliki karir cemerlang di dunia finansial, kini mendedikasikan segenap hidupnya untuk buku-buku fiksi, mengikuti jejak sang ayah, sang legenda hidup.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Mengikuti alur cerita buku ini, sangat terasa di setiap bab, di setiap paragrafnya, bagaimana sepasang pengarang ini menguraikan bahasannya dengan begitu begitu detil. Misalkan sedang menceritakan tentang Shang-tu, sebuah istana musim panas sang kaisar China yg dibangun tahun 1260. Tentang istana yg juga memiliki nama lain sebagai Ta-an Ko alias "Paviliun Harmoni Agung", sang pengarang akan bercerita mulai dari lokasi, nama daerahnya, bagaimana kondisi wilayah itu secara umum, tanamannya, temboknya, jalan setapaknya, model bangunannya, bahan yg digunakan, bagaimana lingkungan istana pada waktu itu, arsitektur, kegunaannya, kapan sang kaisar tinggal disitu, hingga lingkungan sosial budaya masyarakat disekitar istana pada waktu itu. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Hebatnya, alur bahasa yang digunakan membuat penjelasan yang begitu detil tetap nikmat dinikmati dan jauh dari rasa yang membosankan. Kupikir, beginilah sebuah buku, mungkin lebih tepat kusebut sebagai "sebuah penceritaan", seharusnya dibuat dan disuguhkan kepada pembacanya. Terlepas dari itu semua, peran seorang penterjemahpun sangat berperan dalam haln ini. Khusus untuk buku ini, aku berikan 2 jempol untuk Dastan Books sebagai pernerbit yg telah memilih seorang penterjemah yg tepat dgn kualitas sangat memadai.  &lt;/P&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-4994070561598120099?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/4994070561598120099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=4994070561598120099&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/4994070561598120099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/4994070561598120099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/03/sepintas-ttg-buku-of-genghis-khan.html' title='Sepintas Ttg Buku &amp;quot;Treasure of Genghis Khan&amp;quot;'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-8705627409320146907</id><published>2008-03-19T01:54:00.000+07:00</published><updated>2008-03-19T06:00:23.501+07:00</updated><title type='text'>Berburu Mag RS Mei '07 - Special Issue: Editor Choice's '07 - Interview RS with Iwan Fals</title><content type='html'>&lt;P&gt;&lt;SPAN class=insertedphoto&gt;&lt;A href="http://ungguls.multiply.com/photos/hi-res/upload/R@BIGQoKCDsAADQRT0Q1"&gt;&lt;/A&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN class=insertedphoto&gt;&lt;A href="http://ungguls.multiply.com/photos/hi-res/upload/R@BIWgoKCDsAAEGSgF41"&gt;&lt;IMG class=alignmiddleb src="http://images.ungguls.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R@BIWgoKCDsAAEGSgF41/RS%20May%202007.jpg?et=0kGrGj6iu7tKftJEQf73dA&amp;nmid=" border=0&gt;&lt;/A&gt;&lt;/SPAN&gt;Mengetahui keantikan majalah edisi ini, walau sangat terlambat, tak menyurutkan niat untuk melacak keberadaannya. Setiap ada kesempatan keluar rumah, dan melihat keberadaan konter, ataupun lapak penjual majalah, selalu kukatakan pada keluarga atau teman yg sedang berjalan bersamaku, "silahkan lanjut dulu, aku ada perlu sebentar...", begitu kataku sembari menuju penjual majalah.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Hampir sebulan ini, setiap kesempatan bertemu hari libur, otak selalu berputar, kemana lagi ku harus mencari majalah yg satu ini.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Thank's god. Di satu tempat, di salah satu konter majalah, secara tak terduga menyimpan-nya. Biarpun majalah ini resmi beredar hampir setahun yg lalu, sang penjual tak mau melepasnya dengan harga berapapun, tak bisa ditawar sedikitpun. Itulah harga dr majalah ini. Tak apa, dr pada kuharus menyesalinya nanti, lalu terbawa mimpi yang tak putus-putusnya. Aku tebus juga. Majalah yang selama sebulan ini aku uber-uber di setiap kesempatan, kini sudah singgah dan menetap dlm lemari bukuku.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Tinggal satu step berikutnya yang harus kupikirkan lagi kini. Bagaimana caranya bisa bertemu dengan sang tokoh ini, kuingin ada tanda-tangannya di cover majalahku ini. Pada kesempatan konser Untukmu Negeri kemarin, tak ada kesempatan untuk itu, walau majalah ini sudah kubawa lengkap beserta spidolnya. &lt;/P&gt; &lt;P&gt;Bulan depan, akan ku coba lagi. Entah sampai kapan, mungkin lusa nanti, aku akan tetap melangkah, walau ku tak tahu kereta tiba pukul berapa, akan selalu kuintip dr jendela kelas I, walau aku harus minta bantuan sang jendral tua sekalipun, aku akan tempuh semua itu untuk mendapatkannya. &lt;/P&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-8705627409320146907?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/8705627409320146907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=8705627409320146907&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8705627409320146907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8705627409320146907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/03/berburu-mag-rs-mei-special-issue-editor.html' title='Berburu Mag RS Mei &amp;#39;07 - Special Issue: Editor Choice&amp;#39;s &amp;#39;07 - Interview RS with Iwan Fals'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-8152013550018559754</id><published>2008-03-16T17:43:00.000+07:00</published><updated>2008-03-16T21:43:05.994+07:00</updated><title type='text'>Sedikit Cerita Ttg Konser Untukmu Negeri Kemarin</title><content type='html'>&lt;P&gt;Kembali ke Leuwinanggung, kali ini tuk menyaksikan konser Iwan Fals dlm tema "Untukmu Negeri". Konser kali ini dimulai setelah mundur beberapa menit dr jadwal 15.30 AM.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Perkiraan lagu-lagu yang akan dibawakan bertema panas semua, ternyata keliru. Iwan Fals tetap saja menyertakan beberapa lagu cinta, seperti Damai Kami Sepanjang Hari, Nona, Mata Dewa dan beberapa lagu sejenis lainnya.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Namun, senang juga, beberapa lagu yang terpikirkan dlm benak, akhirnya benar2 berkumandang di Panggung Kita Leuwinanggung itu, seperti Puing 1 &amp; 2, Sumbang, Tikus2 Kantor. Diantara lagu-lagu macam itu, ada satu lagu yang sangat spesial berjudul "Jendral Tua" yang isinya sangat pas, mengingat kita baru saja melewatkan tanggal peringatan Supersemar serta meninggalnya seorang jendral tua dan sangat senior di negeri ini. Sungguh, lagu ini menjadi satu koleksi istimewa yg kudapat dr konser kali ini.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Menjelang puluhan menit di ujung konser, gerimis semakin deras, sebagian berlari menepi, terutama yang wanita dan anak-anak. Namun para penggemar berusia muda tak perduli dengan hujan, mereka tetap bernyanyi bersama, bergoyang sembari bertelanjang dada di depan panggung, hingga pertunjukan benar-benar usai.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Pertunjukan kali ini dimeriahkan pula oleh seorang seniman sepuh, pak Bagong yang melakukan aksinya di atap panggung dengan melukis diatas kanvas panjang melebar dr kiri ke kanan, dgn beraneka gaya yang ia pakai dlm melukisnya. Mulut dan tangannya pun ikutan beraksi meramaikan percikan warna dlm kanvasnya, Aksinya diakhiri dengan menaikan bendera kain putih penuh coretan di atas tiang bendera.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Buat sahabat yang ingin menyaksikan konser, bisa datang bulan depan, tanggal 05 April 2008 dlm konser yang direncanakan berjudul "Oemar Bakrie". Segera catat dlm alarm HP para sahabat tgl tersebut, dan jangan lupa sisihkan uang sbs Rp 30 ribu tuk menebus tiketnya. Dengan menonton ini, berarti sahabat telah ikut serta menyumbang sodara-sodara kita yg tengah tertimpa kemalangan. Biarpun sedikit, percayalah, itu sangat berarti bagi yang sodara2 kita yg membutuhkan, dan itu tetap jauh lebih baik dr pd tidak sama sekali.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Sampai ketemu di konser bulan depan...  &lt;/P&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-8152013550018559754?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/8152013550018559754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=8152013550018559754&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8152013550018559754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8152013550018559754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/03/sedikit-cerita-ttg-konser-untukmu.html' title='Sedikit Cerita Ttg Konser Untukmu Negeri Kemarin'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-2412686643008158952</id><published>2008-03-11T13:57:00.000+07:00</published><updated>2008-03-11T17:57:39.974+07:00</updated><title type='text'>Promo Buku2 KPG Bln Maret ini...</title><content type='html'>&lt;DIV&gt;Sekedar info yg saya copas dr milis. Silahkan jk ada yg berminat dan selamat berbelanja buku diskon ini. ungguls&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;-------------------------------------&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Para Pecinta buku-buku Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), kami dari "TB. Alternatif  Jendela" ingin menawarkan buku-buku terbitan KPG dengan diskon yang cukup menarik dan ongkos kirim gratis (untuk daerah yang telah ditentukan)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Buku Lagak &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_0 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Jakarta&lt;/SPAN&gt; ~ penulis Benny &amp; Mice&lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;UL&gt; &lt;LI&gt;Lagak &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_1 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Jakarta&lt;/SPAN&gt; : 100 Tokoh Yang Mewarnai &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_2 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Jakarta&lt;/SPAN&gt;         Rp 50,000     15%     Rp 42,500  &lt;LI&gt;Paket Lagak &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_3 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Jakarta&lt;/SPAN&gt; (I + II bonus dua pin)                       Rp 95,000     15%     Rp 80,750 &lt;/LI&gt;&lt;/UL&gt; &lt;DIV&gt;Apabila anda membeli 1 paket buku diatas dari harga Rp 145,600 diskon 20% Rp 116,000&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Komik Perang dengan Rp 30,000     15%     Rp 25,500 &lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;UL&gt; &lt;LI&gt;Titik Balik : Invasi D-Day ~ Murray, Elson dan Williams  &lt;LI&gt;Pertaruhan Terakhir Hitler : Pertempuran Bulge ~ Cain, Wagner dan Verma  &lt;LI&gt;Hari Laknat: Serangan Terhadap Pearl Harbour    White, Erskine, dan Spahn  &lt;LI&gt;Runtuhnya Kekaisaran: Pertempuran Midway    White, Erskine, dan Elson&lt;/LI&gt;&lt;/UL&gt; &lt;DIV&gt;Apabila anda membeli 1 paket komik perang diatas dari harga Rp 120,000 diskon 17.5% Rp 99,000&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Seri Komik &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_4 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Buddha&lt;/SPAN&gt; ~ Penulis &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_5 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Osamu Tezuka&lt;/SPAN&gt; ~  Rp 30,000 15% Rp 25,500 &lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;UL&gt; &lt;LI&gt;&lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_6 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Buddha&lt;/SPAN&gt; Jilid 1 : Kapilawastu  &lt;LI&gt;&lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_7 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Buddha&lt;/SPAN&gt; Jilid 2 : Empat Perjumpaan  &lt;LI&gt;&lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_8 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Buddha&lt;/SPAN&gt; Jilid 3 : Dewadatta  &lt;LI&gt;&lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_9 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Buddha&lt;/SPAN&gt; Jilid 4 : Hutan Uruwela  &lt;LI&gt;&lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_10 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Buddha&lt;/SPAN&gt; Jilid 5 : Taman Rusa  &lt;LI&gt;&lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_11 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Buddha&lt;/SPAN&gt; Jilid 6 : Ananda  &lt;LI&gt;&lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_12 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Buddha&lt;/SPAN&gt; Jilid 7 : Pangeran Ajattasattu  &lt;LI&gt;&lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_13 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Buddha&lt;/SPAN&gt; Jilid 8 : Jetawana&lt;/LI&gt;&lt;/UL&gt; &lt;DIV&gt;Apabila anda membeli 1 paket komik &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_14 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Buddha&lt;/SPAN&gt; diatas dari harga Rp 240,000 diskon 20% Rp 192,000&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Seri Kartun Sains ~ penulis Larry Gonick, dkk ~  Rp 40,000     15%     Rp 34,000 &lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;UL&gt; &lt;LI&gt;Kartun (Non) Komunikasi  &lt;LI&gt;Kartun Biologi Genetika  &lt;LI&gt;Kartun Fisika  &lt;LI&gt;Kartun Kimia  &lt;LI&gt;Kartun Lingkungan  &lt;LI&gt;Kartun Statistik&lt;/LI&gt;&lt;/UL&gt; &lt;DIV&gt;Apabila anda membeli 1 paket seri kartun sains diatas dari harga Rp 240,000 diskon 20% Rp 192,000&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Seri Kartun Riwayat Peradaban ~ penulis Larry Gonick, dkk ~   Rp60,000     15%     Rp51,000 &lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;UL&gt; &lt;LI&gt;Kartun Riwayat Peradaban Jilid I  &lt;LI&gt;Kartun Riwayat Peradaban Jilid II  &lt;LI&gt;Kartun Riwayat Peradaban Jilid III&lt;/LI&gt;&lt;/UL&gt; &lt;DIV&gt;Apabila anda membeli 1 paket seri kartun riwayat peradaban diatas dari harga Rp 180,000 diskon 20% Rp 144,000&lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;UL&gt; &lt;LI&gt;Kartun Riwayat Peradaban Modern, Jilid I;     Rp 55,000     15%     Rp 46,750  &lt;LI&gt;Kartun Riwayat Amerikat Serikat     Rp 65,000     15%     Rp 55,250 &lt;/LI&gt;&lt;/UL&gt; &lt;DIV&gt;Apabila anda membeli 1 paket seri kartun riwayat peradaban dan 2 buku kartun riwayat diatas dari harga Rp 300,000 diskon 20% Rp 240,000&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;UL&gt; &lt;LI&gt;&lt;SPAN style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Buku-Buku KPG dengan diskon 35%&lt;/SPAN&gt;&lt;/LI&gt;&lt;/UL&gt; &lt;OL&gt; &lt;LI&gt;&lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_15 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Anthony Giddens&lt;/SPAN&gt; : Suatu Pengantar    B. Herry Priyono     Rp 15,000     35%     Rp 9,750  &lt;LI&gt;Ayo Ke Tanah Sabrang    Patrice Levang     Rp 25,000     35%     Rp 16,250  &lt;LI&gt;Bahasa Menunjukkan Bangsa    Alif Danya Munsyi     Rp 50,000     35%     Rp 32,500  &lt;LI&gt;Dari Buku ke Buku    P. Swantoro     Rp 50,000     35%     Rp 32,500  &lt;LI&gt;Dari Pemungutan Suara ke Pertumpahan Darah    Jack Snyder     Rp 50,000     35%     Rp 32,500  &lt;LI&gt;Dari Penjaja Tekstil sampai Super Woman    Mira Sidharta     Rp 27,500     35%     Rp 17,875  &lt;LI&gt;Kampus Kabelnaya    Koesalah Soebagyo Toer     Rp 20,000     35%     Rp 13,000  &lt;LI&gt;Karya Lengkap Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi, Jilid 1    Amin Sweeney     Rp 45,000     35%     Rp 29,250  &lt;LI&gt;Komik si Lender 1    P-Project     Rp 12,000     35%     Rp 7,800  &lt;LI&gt;Komik si Lender 2    P-Project     Rp 12,000     35%     Rp 7,800  &lt;LI&gt;Kronik Revolusi &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_16 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Indonesia&lt;/SPAN&gt; 1946 Jilid II    Pramoedya AT dkk     Rp 66,000     35%     Rp 42,900  &lt;LI&gt;Kronik Revolusi &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_17 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Indonesia&lt;/SPAN&gt; 1947 Jilid III    Pramoedya AT dkk     Rp 54,000     35%     Rp 35,100  &lt;LI&gt;Kronik Revolusi &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_18 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Indonesia&lt;/SPAN&gt; 1948 Jilid IV    Pramoedya AT dkk     Rp 98,000     35%     Rp 63,700  &lt;LI&gt;Mendobrak Sentralisme Ekonomi    Rizal Mallarangeng     Rp 35,000     35%     Rp 22,750  &lt;LI&gt;Menggugat Otoriterisme di Asia Tenggara    Ariel Heryanto &amp; Sumit K. Mandal     Rp 45,000     35%     Rp 29,250  &lt;LI&gt;Merampas Tanah Rakyat    Dianto dan Anton Lucas     Rp 30,000     35%     Rp 19,500  &lt;LI&gt;Nyonya dan Nyonya    Motinggo Busye     Rp 45,000     35%     Rp 29,250  &lt;LI&gt;Orang Mandar Orang Laut    Muhammad Ridwan Alimuddin     Rp 35,000     35%     Rp 22,750  &lt;LI&gt;Pengakuan; Kumpulan Cerpen    &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_19 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Anton Chekhov&lt;/SPAN&gt;     Rp 25,000     35%     Rp 16,250  &lt;LI&gt;Stamboel Selebritas    Veven SP. Wardhana     Rp 60,000     35%     Rp 39,000  &lt;LI&gt;Sukab : &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_20 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Intel&lt;/SPAN&gt; Melayu    Seno Gumira Ajidarma     Rp 15,000     35%     Rp 9,750  &lt;LI&gt;Surat dari Palmerah    Seno Gumira Ajidarma     Rp 40,000     35%     Rp 26,000 &lt;/LI&gt;&lt;/OL&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;UL&gt; &lt;LI&gt;&lt;SPAN style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Buku-Buku KPG dengan diskon 15%&lt;/SPAN&gt;&lt;/LI&gt;&lt;/UL&gt; &lt;OL&gt; &lt;LI&gt;9 dari 10 Kata Bahasa &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_21 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Indonesia&lt;/SPAN&gt; adalah Asing - Alif Danya Munsyi   - Rp 27,500     15%     Rp 23,375  &lt;LI&gt;9 Oktober 1740 : Drama Sejarah  -  Remy Sylado   -  Rp 32,500     15%     Rp 27,625  &lt;LI&gt;Aku, Kamu, Kita : Belajar Untuk Berbeda  -  Luce Irigaray   -  Rp 25,000     15%     Rp 21,250  &lt;LI&gt;&lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_22 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Anna Karenina&lt;/SPAN&gt; 1  -  Leo Tolstoi  -   Rp 65,000     15%     Rp 55,250  &lt;LI&gt;&lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_23 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Anna Karenina&lt;/SPAN&gt; 2  - Leo Tolstoi   -  Rp 65,000     15%     Rp 55,250  &lt;LI&gt;Asal Usul Manusia  -  Richard Leakey  -   Rp 29,000     15%     Rp 24,650  &lt;LI&gt;&lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_24 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Bali&lt;/SPAN&gt; Today : Modernity  -  Jean Couteau et al.  -   Rp 75,000     15%     Rp 63,750  &lt;LI&gt;&lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_25 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Bali&lt;/SPAN&gt;; Pariwisata Budaya Dan Budaya Pariwisata  -  &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_26 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Michel Picard&lt;/SPAN&gt;  -   Rp 40,000     15%     Rp 34,000  &lt;LI&gt;Barus: Seribu Tahun Yang Lalu  -  Claude Guillot, dkk   -  Rp 70,000     15%     Rp 59,500  &lt;LI&gt;Ca Bau Kan  -  Remy Sylado   -  Rp 45,000     15%     Rp 38,250  &lt;LI&gt;Candi Sewu  -  Jacques Dumarçay  -   Rp 45,000     15%     Rp 38,250  &lt;LI&gt;Cerita Dari Digul  -  Pramoedya Ananta Toer  -   Rp 40,000     15%     Rp 34,000  &lt;LI&gt;Cerita-Cerita Timur  -  &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_27 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Marguerite Yourcenar&lt;/SPAN&gt;   -  Rp 22,000     15%     Rp 18,700  &lt;LI&gt;&lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_28 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Cilacap&lt;/SPAN&gt; 1830 ~ 1942; Bangkit dan Runtuhnya   - Susanto Zuhdi  -   Rp 27,500     15%     Rp 23,375  &lt;LI&gt;Dalam Berkenalan Persahabatan; Surat-surat Raja Ali Haji Kepada Von de Wall  -  Jan Van der Putten &amp; Al Azhar  -  Rp 45,000     15%     Rp 38,250  &lt;LI&gt;Dari Atomos Hingga Quark -   Hans J. Wospakrik   -  Rp 50,000     15%     Rp 42,500  &lt;LI&gt;Dari Columbus untuk &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_29 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Indonesia&lt;/SPAN&gt;  -  Penyunting: Hamid Basyaib -    Rp 40,000     15%     Rp 34,000  &lt;LI&gt;Desersi; Menembus Rimba Raya Kalimantan  -  M.T.H. Perelaer  -   Rp 40,000     15%     Rp 34,000  &lt;LI&gt;Filsuf Jagoan 1  - Fred van Lente &amp; Ryan Dunlavey  -   Rp 30,000     15%     Rp 25,500  &lt;LI&gt;Filsuf Jagoan 2  - Fred van Lente &amp; Ryan Dunlavey    -  Rp 30,000     15%     Rp 25,500  &lt;LI&gt;Fisika &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_30 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Star Trek&lt;/SPAN&gt;  -  Lawrence M. Krauss  -   Rp 30,000     15%     Rp 25,500  &lt;LI&gt;Heidegger dan Mistik Keseharian  -  F. Budi Hardiman  -   Rp 25,000     15%     Rp 21,250  &lt;LI&gt;Ikatan Silang Budaya : Seni Serat Biranul Anas  -  Jim Supangkat, Rizki A. Zaelani  -   Rp 200,000     15%     Rp 170,000  &lt;LI&gt;Insiden Anjing di Tengah MalamYang Bikin Penasaran  -  &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_31 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Mark Haddon&lt;/SPAN&gt;   -  Rp 45,000     15%     Rp 38,250  &lt;LI&gt;Karung Mutiara Al Ghazali  -  Hermawan   -  Rp 25,000     15%     Rp 21,250  &lt;LI&gt;Karya Lengkap Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi, Jilid 2  -  Amin Sweeney  -   Rp 45,000     15%     Rp 38,250  &lt;LI&gt;Kebangkitan  -  Leo Tolstoi  -   Rp 65,000     15%     Rp 55,250  &lt;LI&gt;Kekasihku  -  Joko Pinurbo  -   Rp 20,000     15%     Rp 17,000  &lt;LI&gt;Kera di Kepala  -  Soeprijadi Tomodiharjo  -   Rp 25,000     15%     Rp 21,250  &lt;LI&gt;Kerajaan Aceh : Zaman Iskandar Muda (1607 - 1636) -   Denys Lombard  -   Rp 50,000     15%     Rp 42,500  &lt;LI&gt;Kerajaan Bima dalam Sastra dan Sejarah  -  Henri Chambert-Loir   -  Rp 35,000     15%     Rp 29,750  &lt;LI&gt;Kerudung Merah Kirmizi  -  Remy Sylado    - Rp 59,000     15%     Rp 50,150  &lt;LI&gt;Kesusastraan Melayu Tionghoa 1   -  Marcus A S dan Pax Benedanto     Rp 55,000     15%     Rp 46,750  &lt;LI&gt;Kesusastraan Melayu Tionghoa 2    - Marcus A S dan Pax Benedanto     Rp 55,000     15%     Rp 46,750  &lt;LI&gt;Kesusastraan Melayu Tionghoa 3   -  Marcus A S dan Pax Benedanto     Rp 63,000     15%     Rp 53,550  &lt;LI&gt;Kesusastraan Melayu Tionghoa 4    - Marcus A S dan Pax Benedanto     Rp 55,000     15%     Rp 46,750  &lt;LI&gt;Kesusastraan Melayu Tionghoa 5    - Marcus A S dan Pax Benedanto     Rp 55,000     15%     Rp 46,750  &lt;LI&gt;Kesusastraan Melayu Tionghoa 6    - Marcus A S dan Pax Benedanto     Rp 55,000     15%     Rp 46,750  &lt;LI&gt;Kesusastraan Melayu Tionghoa 7    - Marcus A S dan Yul Hamiyati     Rp 72,000     15%     Rp 61,200  &lt;LI&gt;Kesusastraan Melayu Tionghoa 8    - Marcus A S dan Yul Hamiyati     Rp 72,000     15%     Rp 61,200  &lt;LI&gt;Kesusastraan Melayu Tionghoa 9    - Marcus A S dan Yul Hamiyati     Rp 85,000     15%     Rp 72,250  &lt;LI&gt;Kesusastraan Melayu Tionghoa 10   -  Marcus A S     Rp 95,000     15%     Rp 80,750  &lt;LI&gt;Kiamat Sudah Lewat  -  Suara Anak2 Korban Tsunami Aceh  -   Rp 25,000     15%     Rp 21,250  &lt;LI&gt;Kota Tanpa Warga   - Jo Santoso -    Rp 45,000     15%     Rp 38,250  &lt;LI&gt;Lagak &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_32 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Jakarta&lt;/SPAN&gt; 1 (edisi Koloeksi)   - Benny &amp; Mice -    Rp 50,000     15%     Rp 42,500  &lt;LI&gt;Lagak &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_33 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Jakarta&lt;/SPAN&gt; 2 (edisi Koleksi)  -  Benny &amp; Mice   -  Rp 50,000     15%     Rp 42,500  &lt;LI&gt;Larung  -  Ayu Utami  -   Rp 36,000     15%     Rp 30,600  &lt;LI&gt;Lelehan Musim Api  -  Jean Rocher  -   Rp 22,500     15%     Rp 19,125  &lt;LI&gt;Makasar Abad XIX : Studi Tentang Kebijakan Perdagangan Maritim  -  Edward Poelinggomang     Rp 40,000     15%     Rp 34,000  &lt;LI&gt;Mangir  -  Pramoedya Ananta Toer     Rp 25,000     15%     Rp 21,250  &lt;LI&gt;Manusia Bugis   - Christian Pelras     Rp 50,000     15%     Rp 42,500  &lt;LI&gt;Mengapa Seks Itu Asyik?   - &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_34 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Jared Diamond&lt;/SPAN&gt;     Rp 35,000     15%     Rp 29,750  &lt;LI&gt;Menunggu Matahari &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_35 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Melbourne&lt;/SPAN&gt;  -  Remy Sylado     Rp 35,000     15%     Rp 29,750  &lt;LI&gt;Menyentuh Yang Niskala; Touching The Void, Kisah Bertahan Hidup Di Gunung Yang Melegenda  -  Joe Simpson     Rp 40,000     15%     Rp 34,000  &lt;LI&gt;Metode Ovulasi &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_36 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Billings&lt;/SPAN&gt;   - Dr.Evelyn &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_37 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Billings&lt;/SPAN&gt; &amp; Dr. Ann W     Rp 35,000     15%     Rp 29,750  &lt;LI&gt;Mimi Lan Mintuna; Trafiking Perempuan &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_38 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Indonesia&lt;/SPAN&gt;  -  Remy Sylado     Rp 45,000     15%     Rp 38,250  &lt;LI&gt;Mimpi-Mimpi Einstein  -  Alan Lightman     Rp 25,000     15%     Rp 21,250  &lt;LI&gt;Norwegian Wood  -  &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_39 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Haruki Murakami&lt;/SPAN&gt;     Rp 60,000     15%     Rp 51,000  &lt;LI&gt;Orang Batak Berpuasa  -  Baharuddin Aritonang     Rp 37,500     15%     Rp 31,875  &lt;LI&gt;Orang Batak Naik Haji  -  Baharuddin Aritonang     Rp30,000     15%     Rp25,500  &lt;LI&gt;Orang &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_40 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Indonesia&lt;/SPAN&gt; dan Orang Prancis  -  Bernard Dorleans     Rp125,000     15%     Rp106,250  &lt;LI&gt;Pahlawan-Pahlawan Belia   - Saya Sasaki Shiraisi     Rp30,000     15%     Rp25,500  &lt;LI&gt;Panggil Aku Pheng Hwa   - Veven Sp. Wardhana     Rp 30,000     15%     Rp 25,500  &lt;LI&gt;Parijs Van Java  -  Remy Sylado     Rp59,000     15%     Rp 50,150  &lt;LI&gt;Peranakan Idealis -   H. Junus Jahja     Rp 35,000     15%     Rp 29,750  &lt;LI&gt;Perang, Langit dan Perempuan   - Laksmi Pamuntjak     Rp 30,000     15%     Rp 25,500  &lt;LI&gt;Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer -   Pramoedya Ananta Toer     Rp 30,000     15%     Rp 25,500  &lt;LI&gt;Pergaulan Orang Buangan di Boven Digoel   - Mas Marko Kartodikromo     Rp 22,500     15%     Rp 19,125  &lt;LI&gt;Pertahankan Hidupmu Anakku; Kisah Nyata Kekejaman Khmer Merah   - Pin Yathay     Rp 50,000     15%     Rp 42,500  &lt;LI&gt;Pohon-Pohon Sesawi   - Y.B. Mangunwijaya     Rp 25,000     15%     Rp 21,250  &lt;LI&gt;Politik Kerakyatan  -  &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_41 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Niccolo Machiavelli&lt;/SPAN&gt;     Rp 25,000     15%     Rp 21,250  &lt;LI&gt;Pramoedya dari Dekat Sekali -   Koesalah Soebagyo Toer     Rp 38,000     15%     Rp 32,300  &lt;LI&gt;Puisi Mbeling  -  Remy Sylado     Rp 40,000     15%     Rp 34,000  &lt;LI&gt;Rashomon ; Kumpulan Cerita -   Akutagawa Ryunosuke     Rp 30,000     15%     Rp 25,500  &lt;LI&gt;Relativitas; Teori Khusus dan Umum  -  &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_42 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Albert Einstein&lt;/SPAN&gt;     Rp 35,000     15%     Rp 29,750  &lt;LI&gt;Revolusi Fisika; Dari Alam Gaib ke Alam Nyata -   Gerry van Klinken     Rp 36,000     15%     Rp 30,600  &lt;LI&gt;Ribuan Gunung, Ribuan Alat Batu; Prasejarah Song Keplek, Gunung Sewu, Jawa Timur  -  Hubert Forestier     Rp 80,000     15%     Rp 68,000  &lt;LI&gt;Ruang Inap No. 6   - &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_43 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Anton Chekhov&lt;/SPAN&gt;     Rp 35,000     15%     Rp 29,750  &lt;LI&gt;Rumah Bambu   - Y.B. Mangunwijaya     Rp 30,000     15%     Rp 25,500  &lt;LI&gt;Sains Harry Potter -   Roger Highfield     Rp 50,000     15%     Rp 42,500  &lt;LI&gt;Saman  -  Ayu Utami     Rp 30,000     15%     Rp 25,500  &lt;LI&gt;Samkok  -  Nio Joe Lan     Rp 35,000     15%     Rp29,750  &lt;LI&gt;Sang Guru Piano -   &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_44 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Elfriede Jelinek&lt;/SPAN&gt;     Rp 40,000     15%     Rp 34,000  &lt;LI&gt;Saya Terbakar Amarah Sendirian!  - Pramoedya Ananta Toer dalam Perbincangan dengan Andre Vltchek &amp; Rossie Indira    Andre Vitchek &amp; Rossie Indira     Rp 25,000     15%     Rp 21,250  &lt;LI&gt;Semangat Baru; Kolonialisme, Budaya Cetak, dan Kesastraan Sunda Abad ke-19  -  Mikihiro Moriyama     Rp 35,000     15%     Rp 29,750  &lt;LI&gt;Siau Ling  -  Remy Sylado     Rp 15,000     15%     Rp 12,750  &lt;LI&gt;Student &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_45 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Indonesia&lt;/SPAN&gt; di Eropa   -  Dr. Abdul Rivai     Rp 30,000     15%     Rp 25,500  &lt;LI&gt;Sungai dari Firdaus  -  &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_46 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Richard Dawkins&lt;/SPAN&gt;     Rp 30,000     15%     Rp 25,500  &lt;LI&gt;Tapanuli 1915 ~ 1940  -  Lance Castles     Rp 35,000     15%     Rp 29,750  &lt;LI&gt;Urban Culture  -  Jim Supangkat     Rp 250,000     15%     Rp 212,500  &lt;LI&gt;Vademekum Wartawan  -  Parakitri T. Simbolon     Rp 30,000     15%     Rp 25,500  &lt;LI&gt;Veronika Memutuskan Mati  -  &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_47 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Paulo Coelho&lt;/SPAN&gt;     Rp 35,000     15%     Rp 29,750  &lt;LI&gt;Virus Akalbudi  -  Richard Brodie     Rp 50,000     15%     Rp 42,500  &lt;LI&gt;Yang Datang Telanjang (hard cover)  -  Ajip Rosidi     Rp 250,000     15%     Rp 212,500 &lt;/LI&gt;&lt;/OL&gt; &lt;DIV&gt;Apabila anda membeli 10 buku terbitan KPG akan didiskon 20%&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Bila anda berminat bisa datang langsung ke outlet kami, atau anda bisa pesan via email atau sms. Aku tunggu kabar dan pesanannya dari Anda. Thank's&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;SPAN style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Biaya ongkos kirim gratis untuk Daerah/kota dengan ketentuan sebagai berikut :&lt;/SPAN&gt;&lt;BR style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;UL&gt; &lt;LI&gt;Dengan pembelian (setelah discount) diatas Rp 100,000 untuk kota : &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_48 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Jakarta&lt;/SPAN&gt;, &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_49 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Bandung&lt;/SPAN&gt;, &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_50 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Bogor&lt;/SPAN&gt;, Depok, Tangerang, &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_51 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Bekasi&lt;/SPAN&gt;, Banten dan Cilegon&lt;/LI&gt;&lt;/UL&gt; &lt;UL&gt; &lt;LI&gt;Dengan pembelian (setelah discount) diatas Rp 200,000&lt;BR&gt;&lt;/LI&gt;&lt;/UL&gt; &lt;UL&gt; &lt;LI&gt;Daerah Jawa Barat : seluruh kota Propinsi di Jawa Barat  &lt;LI&gt;Daerah Banten : seluruh kota Propinsi di Banten  &lt;LI&gt;Dareah Jawa Tengah : Banjarnegara, Boyolali, &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_52 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Cilacap&lt;/SPAN&gt;, Jepara, Karanganyar, Kendal, Klaten, Kudus, Pati, Pekalongan, Purwokerto, Salatiga, Semarang, Solo, Sragen, Sukoharjo, Temanggung, Unggaran, dan Wonogiri  &lt;LI&gt;Daerah &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_53 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Yogyakarta&lt;/SPAN&gt; : seluruh kota Propinsi di DI &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_54 style="BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Yogyakarta&lt;/SPAN&gt;  &lt;LI&gt;Daerah Jawa Timur : Gresik, Jember, Kediri, Madiun, &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_55 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Malang&lt;/SPAN&gt;, Mojokerto, Probolinggo, Sidoarjo, dan &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_56 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Surabaya&lt;/SPAN&gt;  &lt;LI&gt;Daerah Bali : Denpasar, Ngurah Rai, dan &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_57 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Sanur&lt;/SPAN&gt;  &lt;LI&gt;Daerah Sumatera : &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_58 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Bandar Lampung&lt;/SPAN&gt;, Jambi, Metro, &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_59 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Palembang&lt;/SPAN&gt;, dan Panjang&lt;/LI&gt;&lt;/UL&gt; &lt;UL&gt; &lt;LI&gt;Dengan pembelian (setelah discount) diatas Rp 300,000&lt;/LI&gt;&lt;/UL&gt; &lt;UL&gt; &lt;LI&gt;Daerah Jawa Tengah : seluruh kota Propinsi di Jawa Tengah  &lt;LI&gt;Daerah Jawa Timur : seluruh kota di Propinsi Jawa Timur kecuali daerah Madura  &lt;LI&gt;Daerah &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_60 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Bali&lt;/SPAN&gt; : seluruh kota di Pulau Bali  &lt;LI&gt;Daerah Sumetera : Batam, Baturaja, Belawan, Bengkulu, Brastagi, Bukit Tinggi, Dumai, Kisaran, Kota Agung, Kota Bumi, Kuala Tungkal, Lahat, Lubuk Lingau, Lubuk Pakam, Muara Bungo, &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_61 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Padang&lt;/SPAN&gt;, &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_62 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Padang&lt;/SPAN&gt; Panjang, Painan, Pangkal Pinang, Pariaman, Payahkumbuh, &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_63 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Pekanbaru&lt;/SPAN&gt;, Plaju, &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_64 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Medan&lt;/SPAN&gt;, Sawah Lunto, Siak, Solok, Sungai Penuh, Tanjung Enim, Tebing Tinggi  &lt;LI&gt;Daerah Kalimantan : Banjar Baru, &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_65 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Banjarmasin&lt;/SPAN&gt;, Jungkat, Matapura, Palangkaraya, &lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_66 style="CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: #0066cc 1px dashed"&gt;Pontianak&lt;/SPAN&gt;, Wajok&lt;/LI&gt;&lt;/UL&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;:)&lt;BR&gt;&lt;SPAN style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Toko Buku Alternatif Jendela&lt;/SPAN&gt;&lt;BR&gt;Jl. Cikabuyutan No. 6&lt;BR&gt;Baranangsiang BOGOR&lt;BR&gt;Telp. 0251 ~ 379439&lt;BR&gt;Hp. 08179002066&lt;BR&gt;jendelaonline@ &lt;A href="http://yahoo.com/" target=_blank&gt;&lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_67 style="BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%"&gt;&lt;U&gt;&lt;FONT color=#003399&gt;yahoo.com&lt;/FONT&gt;&lt;/U&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;www.jendela- &lt;A href="http://online.com/" target=_blank&gt;&lt;SPAN class=yshortcuts id=lw_1205232795_68 style="BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%"&gt;&lt;U&gt;&lt;FONT color=#003399&gt;online.com&lt;/FONT&gt;&lt;/U&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-2412686643008158952?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/2412686643008158952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=2412686643008158952&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/2412686643008158952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/2412686643008158952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/03/promo-buku2-kpg-bln-maret-ini.html' title='Promo Buku2 KPG Bln Maret ini...'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-1504331244691946308</id><published>2008-03-08T17:05:00.000+07:00</published><updated>2008-03-08T22:05:33.198+07:00</updated><title type='text'>Sekilas Momen di Islamic Book Fair Sore Tadi</title><content type='html'>&lt;P&gt;&lt;SPAN class=insertedphoto&gt;&lt;A href="http://ungguls.multiply.com/photos/hi-res/upload/R9KrGQoKCDsAAAKoMxQ1"&gt;&lt;IMG class=alignmiddleb src="http://images.ungguls.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R9KrGQoKCDsAAAKoMxQ1/7th%20Islamic%20Book%20Fair%202008%20-%20Poster.jpg?et=kXqF3ZvqIhpMLVvrNTV4Fw&amp;nmid=" border=0&gt;&lt;/A&gt;&lt;/SPAN&gt;Pengunjung pameran siang hingga sore tadi cukup padat. Diskon yg ditawarkan hingga 60% itu memang menarik. Begitu banyak buku, komik dan tulisan yang dijual dengan harga dibawah sepuluh-ribuan saja.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Sengaja datang agak sore krn istri ingin membeli buku "Istana Kedua" dan sekaligus menghadiri acara signing book oleh penulisnya. Sayang gagal mendapatkan buku yg dimaksud, ternyata buku itu di terbitkan oleh penerbit lainnya yg tidak ikutan dlm ajang book fair ini.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Aku sempat bertemu dgn dgn sang penulis, secara sepintas lalu, ia sempat memintaku unt membuatkan resensi di MP ini atas salah satu buku karyanya. Anadia ingin melihat tanggapan dr sudut pandang pembaca laki-laki, mengingat buku-bukunya yang kebanyakan memang lebih ditujukan kepada kalangan wanita, baik remaja, dewasa maupun ibu rumah tangga.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Sementara itu. biarpun koleksi buku-buku karya Anadia cukup lengkap tersimpan di rumah, namun hingga kini aku belum membaca satu pun tulisannya. Selama ini, istriku yg begitu menyukai buku-buku Anadia tsb. Atas permintaan itu, aku kan coba membaca bukunya, yakni "Istana Kedua" yang besok-besok harus kucari dulu di toko buku terdekat dengan rumahku.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Mengingat begitu banyak buku murah bergelatakan di sana, sangat sayang bagi sahabat di Jabodetabek jika tak menyempatkan diri melihat-lihat di sana.  Besok hari minggu, 9 Maret 2008 adalah kesempatan terakhir buat sahabat unt mengunjunginya. Selamat berburu buku murah.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Salam hangat selalu...&lt;/P&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-1504331244691946308?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/1504331244691946308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=1504331244691946308&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/1504331244691946308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/1504331244691946308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/03/sekilas-momen-di-islamic-book-fair-sore.html' title='Sekilas Momen di Islamic Book Fair Sore Tadi'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-5452114816189390858</id><published>2008-02-25T00:32:00.000+07:00</published><updated>2008-02-25T06:51:20.518+07:00</updated><title type='text'>Sedikit Cerita Ttg Konser "Lagu Cinta" Bersama Iwan Fals</title><content type='html'> &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="/photos/hi-res/103/21"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/5/photos/103/300x300/21/IF%20Lagu%20Cinta%2080223%2020%20.JPG?et=eIU3H9DfZUC7u,5a0CKgng&amp;nmid=83321973" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Sabtu, jam 15.00 an kami memasuki pelataran parkir yang cukup darurat keadaannya, ditengah-tengah kebun milik perorangan, dengan kondisi tanah yg cukup becek. Maklum, kondisi abis hujan, dan kebun itu bertanah merah, untuk berjalan kakipun hrs super hati2 agar tak terpeleset jatuh. Bukan soal kotornya, kalo sdh berniat nonton musik macam begini, kotor badan baju sudah kutempatkan dlm prioritasku nomer ke 200 sekian.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sepanjang tepian jalan menuju lokasi pertunjukan, begitu banyak pedagang lesehan girlan yang menjual aneka pernak-pernik Iwan Fals, mulai dari stiker, kaset bekas, vcd, kaos, gantungan kunci, poto berbingkai hingga poster. Pokoknya benda apa saja yang ada gambar atau tulisan IF-nya mereka jual disini. Tak urung, 3 T-shirt kugondol dari mereka, 2 diantaranya langsung kukenakan ke anak-anakku, dan juga beberapa stiker. Sementara kaos jatahku, ku simpan &amp; tinggal di mobil saja.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hanya beberapa puluh langkah kemudian, sampailah kami di loket. Beberapa spanduk tentang konser itu itu terpasang dipinggiran jalan, juga ttg IFM. Semua panitia berseragam T-shirt berwarna orange dengan tulisan "Panitia" di lengan kanan mereka. Dipunggung dan bag dada, tertulis pula Iwan Fals Managemen (IFM).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di loket, atas nama cinta, sesuai tema konser sore itu, saya coba bernegosiasi untuk menggratiskan tiket tuk Devi anakku. Dan atas nama cinta pula, mereka mengabulkannya, alhamdulillah, bisa berhemat Rp 30 ribu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Memasuki pintu penjagaan, kamera digital terfilter disini. Kemudian kami memasuki lapangan yang lumayan luas, suasana masih cukup lengang. beberapa tenda berjejer dibeberapa lokasi. Satu tenda khusus menjual merchandise resmi IF, seperti T-shirt, dompet, tas pinggang, juga beberapa kaset dari album lawas tapi baru, masih bersegel. Hebatnya, kaos disini harganya sama dengan yang  dijual dipinggiran jalan tadi. Bedanya, jika yang diluar dengan berbagai merk, kalo yg di dalam, di lapangan ini, yang resmi, hanya bermerk satu, Iwan Fals, cape deeeeeh, kenapa tadi mesti beli di luar ya? gpp, deh. Namanya kita juga anak baru, belum paham situasinya, hehehe. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Di tenda ini, kembali sebuah T-shirt terpilih olehku, 2 dompet tuk anak-anak, 1 tas pinggang dan 9 kaset  terbawa olehku. Pokoknya asyik, sekali lagi, asyik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jam 15.25, pintu utama ke panggung dibuka. Kami masuk satu persatu. Sementara, kami ambil posisi di bagian belakang. Ini mainan baru buatku, mengingat bawa keluarga cari lokasi aman, di bag belakang saja.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jam 15.30 sesuai dengan jam yang tercantum dlm tiket, Bang Iwan keluar dari sisi kiri panggung, diikuti oleh para personel band. Penonton yang tadinya banyak berduduk rapi serentak berdiri dan maju kedepan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Tanpa banyak orasi pembukaan, Iwan Fals langsung menggenjot dengan 2 buah lagu cintanya berturutan. Sembari bergoyang dibelakang, ikut berteriak-teriak bernyanyi, kuamati situasi di depan. Mata dan otak malingku segera bekerja. Cukup aman nih, batinku. Istri dan anak-anak kutinggal dibelakang, aku mulai bergerak maju ke depan panggung bagian kiri. Tak lama kemudiam, sudah berdiri di posisi paling depan. Kembali di sana saya bergoyang dengan lagu-lagunya bang Iwan. Usai lagu ke empat, saya tinggalkan lokasi baru itu, tuk menjemput anggota pasukan yang masih dibelakang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lagu kelima baru berjalan separuh, lapangan mulai padat, awan gelap mulai menggantung dilangit. Lagu kelima hampir usai ketika kami, aku dan anggota pasukan yang kubawa sudah berjejer rapi dibarisan paling depan, dekat panggung, ditali pembatas. Kami bernyanyi dan bergoyang disana.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sampai dengan jam 17.00 an, begitu banyak lagu cinta dinyanyikan, mulai Kereta Tiba Pukul Berapa, Ku Menanti Seorang Kekasih, Entah, Aku Kau dan Bekas Pacarmu. Silahkan sahabat sebut semua lagu cinta bang Iwan yang kalian kenal, hampir sembilan puluh lima persen dinyanyikan kali semua. Mantabbbz sekali.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selepas jam 17.00, Iwan Fals mulai panas, ia lebih banyak bernyanyi sambil berdiri, sesekali berjingkrak-jingkrak. Saatnya mulai nyanyi lagu cinta yang nostal-gila, kata bang Iwan. Meluncurlah lagu Lonteku dan sejenisnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ada kejadian lucu sewaktu deting piano awal lagu "Yang Terlupakan" mulai terdengar. Seluruh penonton berdiri dan bernyanyi sambil menggoyangkan tangannya ke kiri dan ke kanan. Bang Iwan dan semua personel yang terkejut melihat kami semua bernyanyi, mendadak menghilang ke belakang panggung. Tinggal pemain keyboard seorang yang mengiringin kami bernyanyi. Selepas itu, panggung kosong melompong. Selepas refrain, kami tertawa semua menyadari keadaan ini. Denting keyboard masih berlanjut. Bang Iwan dan personel muncul kembali, mulai ikut bersama kami bernyanyi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selepas usai lagu ini, Iwan Fals berbicara "Tuh, kerenan suara situ, jadi minder....'. Kami pun tertawa ngakak. Oh ya, sebelum bagian lagu-lagu cinta yang sedikit edan-edanan ini, KD sempat berduet bernyanyi bersama Iwan Fals. Lagu pertama adalah lagunya KD yg sedikit diubah aransemennya, sebagaimana kita tahu, KD tak boleh lagi menyanyikan lagu-lagunya yang diaransemen oleh Erwin Gutawa. "Semoga tak ada mata-mata yang dikirim oleg EG kemari" kata Iwan Fals. Lagu berikutnya, mereka menyanyikan lagu baru dari album 50:50. Hebatnya, setelah KD turun panggung, bang Iwan menyanyikan sebuah lagu milik KD. Satu penghormatan dari seorang senior kepada juniornya yang luar biasa.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sempat pula saya terkejut, setelah bang Iwan menyatakan semua hasil pendapatan tiket, dari pertunjukan ini, juga yang bulan Januari kemarin, maupun bulan-bulan berikutnya akan disalurkan bagi yang membutuhkan. Bang Iwan sempat pula membacakan hasil perolehan tiket bulan Januari yang lalu. "Kok jadi kata di masjid ya, hehehehe...." komentar Bang Iwan di penghujung penjelasannya. Luar biasa memang, walau hasil yang di dapat tidaklah terlalu banyak, mengingat harga tiket yang hanya Rp 30 ribu dengan kapasitas penonton yang hanya beberapa ratus orang itu saja. Tapi, sungguh luar biasa Bang Iwan ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pertunjukan usai molor dari waktu yang ditentukan 17.30. Semua personel tampil kedepan, saling berrangkulan dan nunduk ke arah penonton tepat ketika jam sudah menunjuk pukul 17.45. Itupun karena mengingat adzan maghrib sebentar lagi akan segera berkumandang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Puas hati rasanya. Ku kan kembali tgl 15 Maret nanti ke sini, ke Panggung Kita, bernyanyi bersama lagi dalam tema "Untukmu Negeri". Kebayang, pasti lebih seru.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Terima kasih bang Iwan, untuk lagu dan semangat cinta yang kau kobarkan dalam hati ini.&lt;br&gt;Sukses dan sehat selalu buat bang dan keluarga, amin...&lt;br&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-5452114816189390858?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/5452114816189390858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=5452114816189390858&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/5452114816189390858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/5452114816189390858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/02/sedikit-cerita-ttg-konser-cinta-bersama.html' title='Sedikit Cerita Ttg Konser &amp;quot;Lagu Cinta&amp;quot; Bersama Iwan Fals'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-1327425016702879528</id><published>2008-02-21T11:03:00.000+07:00</published><updated>2008-02-21T16:03:28.152+07:00</updated><title type='text'>Super Hero Aquanus Akan Hadir Kembali</title><content type='html'>Teman-teman penggemar komik Insyaallah Maret 2008 ini, Aquanus bisa hadir untuk meng-hibur kita semua, dengan judul "&lt;STRONG&gt;&lt;FONT color="#3366ff"&gt;Benua Ke Tujuh&lt;/FONT&gt;&lt;/STRONG&gt;".&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Komik ini merupakan kerja sama antara Studio Metha (Yogyakarta)dengan Neo Paradigm (Surabaya). Aquanus: "Benua Ke Tujuh" adalah karya bersama teman-teman Neo Paradigm (Berni, Dwi "Jink", Arief, dan Nico). &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Aquanus dicetak berwarna di atas kertas mate paper dengan cover di atas art paper. Jumlah halaman 108 Ukuran 17 x 24,5 cm. Harga komik direncanakan antara Rp 35.000 - Rp 40.000 (kepastiannya masih menunggu deal akhir dari percetakan).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Semoga munculnya Aquanus dapat mengobati kerinduan kita semua. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;A. Makhfat&lt;BR&gt;NB. &lt;BR&gt;(1) Teman-teman Neo Paradigm akan mengupload beberapa halaman contoh di neoparadigm.multiply.com.&lt;BR&gt;(2) Pre order juga sudah dibuka lewat makhfat@yahoo.com atau sms ke 0818 269 291. Pesan lebih dari 5 eksemplar, gratis ongkos kirim lho.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sumber: millis komik indonesia, by Akhmad Makhfat&lt;BR&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-1327425016702879528?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/1327425016702879528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=1327425016702879528&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/1327425016702879528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/1327425016702879528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/02/super-hero-aquanus-akan-hadir-kembali.html' title='Super Hero Aquanus Akan Hadir Kembali'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-8259688376582486589</id><published>2008-02-18T06:33:00.000+07:00</published><updated>2008-02-18T11:33:57.880+07:00</updated><title type='text'>Sedikit Cerita dr Launching Buku Asma Nadia Kemarin</title><content type='html'>Kemarin hari Minggu jam 02.00 siang kami sampai dipelataran parkir TB Gramed Matraman. Berhubung saya &amp; pasukan yg saya bawa serta belum sempat makan siang, kami pun makan di Resto Pirlan, tepat di depan TB tsb. Banyak menu ditawarkan disana. Dari sate madura, bubur ayam, mie ayam, siomay, sate padang, gorengan plus aneka minumannya. Soal pilihan menu, jangan kuatir, segala aya-lah. Menu fav'rit saya sendiri di resto Pirlan itu adalah sate padang. Enak, yummie dan harganya pun cuma Rp 8.000 per porsi. Mantabbbz.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Setengah tiga kami menuju tempat launching buku. Tepat seperti perkiraanku, pasti terlambat. Deretan kursi lumayan penuh terisi, saya dan rombongan pun mendengarkan sambil berdiri. Di dekat kami, buku-buku baru di pajang rapi, mulai dari "One Gigabytes of Love", 'Catatan Harian di Setiap Sujudku, Risalah Cinta". Istri mengambil dua judul buku pertama. Buku OGOL sendiri merupakan hasil rekomendasi saya. Menarik juga membaca buku kumpulan cerpen para pengarang yang terkumpul dari anggota multiply.com itu.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Di depan, ada 3 penulis sbg pembicara, yakni: Asma Nadia, Nasanti dan Pritha Pinkq. Semuanya terlibat dlm buku OGOL. Sementara itu, Helvy Tiana Rosa yang menerbitkan buku Risalah Cinta tidak bisa hadir.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kupasan isi buku, tanya jawab dengan penonton sembari bagi-bagi buku. Momen terindah di penghujung akhir acara, bu jendral RT saya bisa duduk berdampingan dengan penulis fav'rit-nya, Asma Nadia, sembari meminta tanda-tangan di buku yang barusan dibelinya. Sungguh menyesal, ia terlupa membawa koleksi buku2 dari penulis tersebut yang telah lama dikumpulkannya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sementara bu jendral, berfoto-foto, saya sempat ngobrol dengan Nasanti. Cerita punya cerita, saya sampaikan juga, bahwa sayapun memiliki blog di multiply. Sedikit terkejut, Nasanti menanyakan id saya. Begitu mendengar nama id saya, ia berseru sedikit kaget.    &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Loh?, bapak  yang penggemar roman-roman sejarah itu ya?" tanyanya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Saya sendiri cuma nyengir kuda.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Kalau tak salah sedang bikin cerita tentang kerajaan apa ya?" lanjutnya lagi.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Wah, sang kuda pun semakin salah tingkah...  :-))&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;* gambar menyusul ya... ga bisa upload dr kompie kantor nih...  :-((&lt;BR&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-8259688376582486589?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/8259688376582486589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=8259688376582486589&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8259688376582486589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8259688376582486589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/02/sedikit-cerita-dr-launching-buku-asma.html' title='Sedikit Cerita dr Launching Buku Asma Nadia Kemarin'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-5063258461165378968</id><published>2008-02-17T17:48:00.000+07:00</published><updated>2008-02-17T22:48:13.087+07:00</updated><title type='text'>Lembayung Majapahit - Bag. Kedua-puluh (20)</title><content type='html'>  &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="/photos/hi-res/91/6"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/12/photos/91/300x300/6/Gajah%20Mada.jpg?et=vIowaAgRZHQ9rfn5DFSJrg&amp;nmid=75204235" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Senang rasanya bisa mengupload kelanjutan dari kisah sederhana ini. Setelah beberapa minggu ditinggalkan dan diendapkan dalam laci pikiran saja. Kisah mulai menjadi rumit, sementara keinginan untuk mencari sela terbaik baik isi cerita maupun sudut penuturan menjadi kepusingan tersendiri.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Bacalah buku-buku lainnya yang sejenis dulu. Akh, nasihat bijak itu seringkali bergaung didalam benak. Keinginan terbesar adalah memulai untuk membaca sekaligus menuntaskan buku Senopati Pamungkas 2, secara periode waktu Bocah Mada kecil hingga remaja bertepatan dengan setting waktu pada buku itu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Apa yang terjadi dengan Ki Ajar Galura setelah mengetahui bahwa sepasang keris yang berhasil diambilnya hanyalah keris turunan semata? Bagaimanakah sikap yang diambil oleh Ibunda Prabu Tribhuanatunggadewi terhadap beberapa Senapati yang di penjara oleh Gajah Mada? Bagaimanakah sikap para senapati itu ketika mereka dibebaskan? &lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sementara, cerita Bocah Mada yang tumbuh dari ia berusia 5 sampai 15 tahun menempa diri di lereng gunung Arjuna sendiri su&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;ngguh menarik untuk dikupas tuntas. Masa-masa mesu diri yang melelahkan. Belum lagi berbicara tentang peran Senapati Dalam Istana Halayudha  yang memiliki sejuta akal untuk satu masalah yang ia hadapi, khususnya terhadap remaja sang Gajah Mada. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Terlepas dari itu semua, Gajah Mada ternyata dibawa oleh sang Brahmana dari istana utama yang didiami oleh Raden Wijaya, prabu Majapahit yang pertama. Siapakah sebenarnya orang tua dari bocah Mada ini?&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sang Brahmana dari Nusa Penida, Bali di masa akhir pendadaran Gajah Mada, sebelum ia kembali ke dalam lingkungan istana dalam, Sang Brahmana memerintahkan Gajah Mada mencari keberadaan sebuah pusaka berbentuk segitiga, peninggalan dari para leluhur yang agung, jauh sebelum kepulauan Nuswantara sekarang terbentuk. Dimanakah ia harus mendapatkannya? Bagaimana caranya? Konon, pusaka segitiga itu merupakan perlambang bangkitnya kembali kejayaan Nuswantara selanjutnya. Pusaka apakah itu? Dengan pusaka itu Gajah Mada mengawali perjuangan panjangnya, dan karena pusaka itu pula Gajah Mada menyembunyikan semuanya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Begitu banyak yang masih harus diungkap. Tenang saja, jangan terburu-buru. Semua ada waktunya sendiri-sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Salam hangat selalu..&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;----------------------------------&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://ungguls.multiply.com/photos/hi-res/92/2"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/11/photos/92/300x300/2/coverlembayungmajapahit2%20-%20rs.JPG?et=hR,3m27pXEYRfRhpjeNDkg&amp;nmid=76881784" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;            Padepokan Watu &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Gunung, tepatnya berada di lereng sebelah timur Gunung Arjuna. Berada pada satu dataran yang merupakan puncak dari satu bukit. Bagian depan dan belakangnya merupakan lereng-lereng curam. Namun, padepokan itu memiliki jalan penghubung berupa jalan setapak diarah kanan dan kirinya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cukup lebar untuk dilalui sambil berkuda. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;            Dari arah lembah, d&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;engan berkuda melalui jalan sebelah kiri, kira-kira akan memerlukan &lt;i style=""&gt;sepenginangan&lt;/i&gt;&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: "Times New Roman";"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; waktu untuk sampai di padepokan itu. Sebaliknya, orang bermaksud naik ke puncak gunung itu, mereka harus mendaki memalui jalan setapak yang ada di sisi kanannya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Bangunan utama padepokan Watu Gunung berada ditengahnya, dikelilingi oleh bangunan-bangunan lainnya yan&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;g berukuran lebih kecil. Cantrik padepokan itu sendiri tidak banyak, hanya berkisar seratusan murid saja. Mereka ngangsuh kawruh berbagai ilmu. Tak semua murid di &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; belajar oleh kanuragan jaya kasantikan semata. Sebagian besar murid justru lebih banyak mendalami cara bercocok tanam, baik untuk memilih bibit padi, membuat pengairan, menentukan musim tanam dan musim panen. Juga belajar membuka lahan baru sebagai petegalan. Hanya sebagian kecil diantara mereka yang memperdalam kemampuan dalam olah sastra. &lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Apapun yang diminati oleh para cantrik di situ, Ki Ajar Watu Gunung mengharuskan mereka semua mendalami olah batin dengan kegiatan keagamaan, memanjatkan doa-doa pujian kepada para dewata di Khayangan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tengah malam itu, Ki Ajar Watu Gunung masih bersemedi di sanggar pamujan. Ruangan pamujan itu sendiri tak terlalu besar, di dalamnya hanya terdapat peralatan-peralatan yang biasa digunakan untuk keperluan pemanjatan doa-doa dan pujian kepada dewata yang agung. Beralaskan tikar pandan, Ki Ajar tengah duduk bersila di bagian tengah ruangan. Napasnya mengalir teratur, seperti orang yang tengah tidur pulas. Matanya terpejam, kedua telapak tangannya menangkup menyatu di dadanya. Iringan doa perlahan keluar dari mulutnya tanpa putus-putusnya. Bersatu dengan derasnya asap pembakaran kemenyan dan dupa yang terbang mengangkasa dari sebuah tungku kecil dari tanah liat dihadapannya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Sementara itu, keadaan di luar padepokan penuh dengan kabut. Hawa dinginnya serasa menusuk tulang. Sesekali dari arah puncak gunung terdengar raungan garang harimau. Raja hutan itu biasa memberi tanda dengan bau air kencingnya sebagai peringatan harimau lainnya tidak memasuki wilayah kekuasaannya. Ular bandotan yang memiliki badan sebesar paha manusia, tengah bertengger di dahan pohon randu alas raksasa. Sejenak ia menegakkan kepalanya ketika raja hutan itu meraung garang tak jauh dari tempatnya. Namun, ia tak terlalu peduli, sejenak kemudian, ia menurunkan dan meletakan kepalanya kembali ke dahan pohon, tidur. Dirinya tak bernafsu untuk menghadapi sang raja hutan itu. Perutnya masih penuh setelah ia berhasil memangsa seekor induk kancil sehari sebelumnya di tepi sebuah danau&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Ruang dalam sanggar pamujan kini telah sepi, tak terdengar lagi bacaan doa-doa dari mulut orang tua itu. Perlahan mata Ki Ajar Watu Gunung terbuka. Ia amati bara api yang semakin mengecil, asapnya semakin surut pula. Tangan kanannya terjulur mengambil potongan-potongan kecil batu kemenyan, ia letakan beberapa ke dalam tungku api itu. Lalu ia ambil pula sejumput butiran halus serbuk dupa, ia taburkan di atasnya. Sesaat nyala api membesar dan membakar potongan-potongan kemenyan itu. Asap pembakaran semakin banyak mengepulkan, menghantarkan asap wangi memenuhi ruang dalam sanggar pamujan itu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Mata batinnya yang setajam eri pandan mendadak berdesir keras. Sejenak Ki Ajar mencoba memejamkan matanya kembali, ia coba kerahkan panggraita dalam hatinya. Perlahan ajian sapta pangrungu ia bangkitkan dari tidurnya. Berlandaskan ilmu itu, kemampuan mendengar telinganya akan meningkat dan memiliki ketajaman tak kalah dengan telinga burung guwek.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;“&lt;i style=""&gt;Hemmm, saatnya telah tiba. Sebentar lagi, mereka akan sampai di sini&lt;/i&gt;” ucapnya di dalam hatinya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Perlahan ia mulai rapikan kembali peralatan untuk pamujannya. Setelah semuanya dirasa telah pada tempatnya, Ki Ajar Watu Gunung mulai melangkah keluar sanggar dan menuju ke halaman depan padepokannya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tepat di tengah halaman depan, orang tua itu mendongak ke langit. Dengan seksama ia perhatikan susunan pijar bintang yang satu dua mulai menampakan diri. Langit mulai bersih, gulungan awan telah menjauh tertiup angin sedari tadi. Tiba-tiba, matanya terpaku oleh satu bintang yang dilihatnya bersinar sangat terang jauh di langit utara.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;“&lt;i style=""&gt;Hem, sepertinya bakal ada kejadian besar yang akan di alami oleh bumi Tarik ini. Peralihan masa dari Singasari ke Wilwatikta sepertinya sesuai dengan kehendak para dewata. Semoga saja, aku dan sahabatku itu, tak salah menyimpulkannya”&lt;/i&gt; hati Ki Ajar Watu Gunung mencoba mencari keyakinan atas kesimpulannya itu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;“&lt;i style=""&gt;Akh, kenapa aku mesti pusing sendiri? Bukankah lebih aku tunggu saja sampai ia datang kemari dan aku bisa membicarakan hal ini berdua dengannya”&lt;/i&gt; orang tua itu berusaha menutupi keresahan hatinya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Perlahan ia memutar balik badannya, menuju satu amben yang terletak di teras depan padepokannya. Perlahan Ki Ajar Watu Gunung menaruh badannya di atas amben itu. Ia duduk bersikap semedi, bersila. Perlahan ia pusatkan semua kekuatan nalar budi yang dimilikinya.&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br clear="all"&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: "Times New Roman";"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Sepenginangan = jumlah waktu yang dihabiskan seseorang untuk menginang. Menginang sendiri merupakan kebiasaan masyarakat Jawa masa lampau, berbahan &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;baku&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;: daun sirih, injet, buah jambe dan gambir. Keempat bahan itu bisa ditumbuk terlebih dahulu, biasanya menggunakan alat yang khusus untuk keperluan itu, terbuat dari besi kuningan. Hasil tumbukan tsb kemudian dikunyah-kunyah sampai habis rasanya, seperti kita memakan permen karet. Setelah proses menginang tsb selesai, orang biasanya akan melanjutkan dengan “menyusur”, yakni membersihkan gigi yang berwarna kemerah-merahan akibat menginang tadi dengan racikan tembakau. Seluruh proses ini bisa memakan waktu sekitar 30 menit, bisa lebih bisa kurang. &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;    &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-5063258461165378968?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/5063258461165378968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=5063258461165378968&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/5063258461165378968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/5063258461165378968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/02/lembayung-majapahit-bag-kedua-puluh-20.html' title='Lembayung Majapahit - Bag. Kedua-puluh (20)'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-701972750363779175</id><published>2008-02-15T04:37:00.000+07:00</published><updated>2008-02-15T09:37:49.698+07:00</updated><title type='text'>Dari Inbox Pagi Ini...</title><content type='html'>Pagi ini, dari inbox mail, saya dapatkan sebuah pesan singkat yang dikirimkan dari seorang sahabat terkait dengan kisah Lembayung Majapahit.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Jika sebelumnya, ada yang menawarkan untuk membantu saya sepenuhnya, untuk membukukan  kisah LM ini, kali ini, seorang sahabat  lainnya, menawarkan untuk mengkomikkan kisah ini.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Saya pribadi, menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan yang ditawarkan dan diberikan kepada saya tersebut. Jujur saja, disisi lain, hal ini justru  membuat saya miris hati. Timbul pertanyaan dalam lubuk hati terdalam, apakah  nantinya saya dapat menuntaskan kisah ini dengan sebaik-baiknya?. Maklum saja, ini adalah kali pertama saya membuat tulisan, baik    untuk saya pribadi  sendiri, apalagi sebaliknya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sekali lagi, terima kasih untuk semua sahabat yang telah membantu, mendorong hingga lahirnya tulisan ini. Tanpa kalian semua, "&lt;I&gt;I am just a nothing&lt;/I&gt;" di dunia  yang baru sama sekali bagi saya, yakni: menulis.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;I love all of you...&lt;BR&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-701972750363779175?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/701972750363779175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=701972750363779175&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/701972750363779175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/701972750363779175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/02/dari-inbox-pagi-ini.html' title='Dari Inbox Pagi Ini...'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-2974522833708105527</id><published>2008-02-11T15:29:00.000+07:00</published><updated>2008-02-11T20:29:53.486+07:00</updated><title type='text'>Buku Update Hari Ini, Senin 11 Feb 2008</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="/photos/hi-res/8/129"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/2/photos/8/300x300/129/Candi%20Murca%202.jpg?et=Bm40bLp3oaoYoEtcYXEbRQ&amp;nmid=17345384" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Wuih, indah nian hari ini... sesampai di rumah, turun dari tomor, eh anakku yg bungsu langsung berlari menghampiriku dengan membawa amplop coklat, cukup tebal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Apaan tuh, de?" tanyaku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Nih, pah... paket buat papa... kayanya itu buku deh... dari om Langit" jawabnya sambil mengulurkan tangannya mengajakku salim. Memang sudah menjadi kebiasaan di rumahku, jika salah satu anggauta rumah keluar rumah, bepergian gitu, entah ke pasar, ke sekolah ataupun gawe, begitu masuk rumah harus di sambut dengan mengajak bersalaman. Kami nyebutnya dengan istilah "salim" itu tadi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Upz, sori.... kok jadi ngelantur masalah salim ya... kembali ke soal paket tadi...&lt;br&gt;&lt;br&gt;Begitu masuk ruang dalam, segera kubuka amplop itu... dan, woww woww... ternyata benar friend... isinya sebuah buku terbaru dari Mas Langit Kresna Hariadi yang berjudul "Candi Murca 2 - Air Terjun Seribu Angsa". Mantabbbz men...&lt;br&gt;&lt;br&gt;Berikut gambar sampulnya, sekedar buat referensi kalian semua, agar jika sahabat mencari buku ini di toko buku langganan sahabat, bisa lebih mudah mendapatkannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selamat berburu dan jangan ketinggalan yach... cepetan...&lt;br&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-2974522833708105527?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/2974522833708105527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=2974522833708105527&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/2974522833708105527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/2974522833708105527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/02/buku-update-hari-ini-senin-11-feb-2008.html' title='Buku Update Hari Ini, Senin 11 Feb 2008'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-6623506013209694971</id><published>2008-02-11T14:38:00.000+07:00</published><updated>2008-02-11T19:38:51.686+07:00</updated><title type='text'>Kupas Tuntas - Sandyakalaning Langit Bubat</title><content type='html'>&lt;a href="/photos/hi-res/8/33"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignright" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/95/photos/8/300x300/4/Dyah%20Pitaloka.jpg?et=S9ln+HyGEO06LCyTgbVB0g&amp;nmid=17345384" border="0"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="/photos/hi-res/8/33"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/89/photos/8/300x300/33/GM%20Perang%20Bubat.JPG?et=3LY3ew5dfxzxcTbCdblkrw&amp;nmid=17345384" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;DI ATAS LAPANGAN BUBAT, TERBURAI LUKA DUA PERADABAN. ANTARA KEJAYAAN MAJAPAHIT DAN KEHORMATAN SUNDA GALUH. DEMARKASI BUDAYA  MEMBUNCAHKAN PRASANGKA JAWA-SUNDA. BAGAIMANA KINI SUNDA DAN JAWA MELIHAT TRAGEDI BUBAT?&lt;/span&gt;&lt;br style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;BAGAIMANA PANDANGAN LANGIT KRESNA HARIADI (PENGARANG NOVEL "PERANG BUBAT") DAN HERMAWAN AKSAN (PENGARANG NOVEL "DYAH PITALOKA") MENGENAI PERISTIWA TERSEBUT? SAKSIKAN EPISODE "SANDYAKALANING LANGIT BUBAT"&lt;/span&gt;&lt;br style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;K U P A S  T U N T A S&lt;/span&gt;&lt;br style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;SELASA, 12 FEBRUARI&lt;/span&gt;&lt;br style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;2008 PUKUL 23.30 WIB&lt;/span&gt;&lt;br style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;HANYA DI TRANS7&lt;/span&gt;&lt;br style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Salam&lt;/span&gt;&lt;br style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;-Bentang Pustaka-&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sumber: ResensiBuku@yahoogroups.com&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-6623506013209694971?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/6623506013209694971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=6623506013209694971&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/6623506013209694971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/6623506013209694971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/02/kupas-tuntas-sandyakalaning-langit.html' title='Kupas Tuntas - Sandyakalaning Langit Bubat'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-2313249419969537613</id><published>2008-02-10T12:26:00.000+07:00</published><updated>2008-02-10T17:45:50.799+07:00</updated><title type='text'>Ibuku, Madu Ayah Tiriku (Bag. Pertama)</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="/photos/hi-res/upload/R67V1AoKCDsAAGlHqNo1"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R67V1AoKCDsAAGlHqNo1/Ayah-1.jpg?et=V0olvWxp1SVrSB3HxjYyqg&amp;nmid=" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Aku anak lelaki semata wayang dari ibuku. Ibuku seorang wanita jawa yang terdampar sendiri di kota yang sangat asing baginya, Jogja..Di kota gudeg inilah, ia memperjuangkan hidupnya dan juga hidupku, anak satu-satunya, yang menjadi harapannya di usia renta nanti.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku hanyalah seorang bocah. Di saat teman-temanku seusiaku sedang belajar di Taman Kanak-kanak, aku tetap di rumah kontrakan bersama ibuku. Aku tinggalkan Taman Kanak-kanakku sewaktu ibu membawaku minggat dari rumah beberapa minggu yang lalu. Ibu tak tahan lagi untuk hidup bersama bapak. Hampir setiap hari mereka berdua bertengkar. Bapak hampir setiap hari pulang pagi, dengan wajah lusuh, dengan mata berat kurang tidur, dengan mulut yang selalu berbau sama setiap harinya, aroma KTI yang selalu saja setia menemani malam-malam yang dilalui bapakku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bukan itu semua yang membuat ibu mengajakku minggat meninggalkan tepian sungai Kalimalang, tempat rumah petakan tempat tinggal kami tinggal dulu, di pinggiran Jakarta Timur. Uang. Ya uanglah sumber masalahnya. Bapak, demikian ibuku memanggilnya.Aku sendiri lebih senang memanggilnya dengan sebutan ayah. Ia seorang preman di terminal bus Cililitan. Tak setiap saat ia bisa memberikan uang, walau sedikit, cukup untuk sekedar menyalakan api kompor ibuku. Seringkali, ibuku harus pontang-panting kesana-kemari mencari kebaikan hati pemilik warung agar mengijinkannya berhutang, agar kompor kami bisa nyala, agar aku anak semata wayangnya bisa makan, sekedarnya. Hampir di setiap warung yang ada di sekitar rumah kami, ibuku memiliki hutang di sana.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Lihatlah bapakmu itu, nak. Jangan kau ikuti jejaknya. Kau harus sekolah, yang rajin, agar kelak kau dapat hidup dengan wajar, seperti yang lain" tak pernah bosan ibu menasehatiku setiap kali bapak pulang pagi dan langsung jatuh tertidur dalam kasur. Kasur satu-satunya yang kami miliki dan kami gelar dengan alas tikar di atas tanah. Lantai petakan kami memang tanah, bukan peluran semen, bukan ubin, apalagi keramik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku sendiri tak sepenuhnya paham omongan ibuku itu. Aku hanya merasakan, bapakku menyayangiku. Bapakku selalu menggendongku di pundaknya jika ia mengajakku berjalan-jalan menyusuri tepian Kalimalang. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku masing ingat, bulan lalu, bapak mengajakku ke pasar malam yang di adakan di lapangan bola tak jauh dari rumah petakan. Sore itu ia menyuruhku. Tak biasanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Ayo, jagoanku, kau lekaslah mandi, ayah akan ajak kau melihat pasar malam" kata ayahku dengan tersenyum lebar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Benar yah?" Teriakku gembira namun setengah tak percaya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Tentu, pernahkah ayah berbohong padamu" jawabnya dengan semangat yang sama, gembira.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Lekaslah kau mandi nak, ayah semalam dapat uang banyak, lihat itu ibumu, wajahnya ceria bukan? Ibumu pun sudah ayah suruh melunasi hutangnya di warung" jelas bapak sambil menunjuk ke arah ibuku yang sedang menyapu halaman dengan dengan sapu lidi. Tapi kulihat wajah ibuku tak menunjukkan rasa gembira.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Ibu, ...?" tanyaku terhenti di tengah-tengah, tak dapat kuselesaikan. Aku ragu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ibu sejenak menghentikan pekerjaannya. Perlahan ia hirup napas panjang, mencoba memenuhi rongga dadanya dengan udara.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Mandilah nak, ayahmu benar. Mungkin ia ingin membelikan baju baru untukmu. Atau, kau boleh beli makanan kesukaanmu di sana" tuturnya pelan. Nampak ia memaksakan senyum di mulutnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Horeeeee....... aku mau dibelikan baju baru, aku mau roti pancong kesukaanku, ayah..." teriakku sambil berlari menuju halaman belakang rumah. Dengan tak sabar aku bergegas menyelesaikan mandiku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sore itu, aku dan ayahku sudah rapi. Badan kami serasa segar. Ibuku tak ikut. Ia lebih senang menunggu di rumah. Radio kecil yang dibelikan ayah di loakan Jatinegara menjadi teman setianya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seperti biasa, aku digendong dipundaknya. Kedua tanganku di pegangnya, direntangkannya agar tak jatuh. Ayah berjalan dengan gembira, walau kaki kanannya sedikit kaku. Lututnya tak leluasa ia gerakan. Ayahku tak pernah meninggalkan belati kecil panjang di kaki kanannya. Pisau itu yang mengganggu kebebasan gerak langkahnya.&lt;br&gt;    &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-2313249419969537613?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/2313249419969537613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=2313249419969537613&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/2313249419969537613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/2313249419969537613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/02/ibuku-madu-ayah-tiriku-bag-pertama.html' title='Ibuku, Madu Ayah Tiriku (Bag. Pertama)'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-7658837066840647824</id><published>2008-02-08T03:38:00.000+07:00</published><updated>2008-02-08T08:38:58.002+07:00</updated><title type='text'>Agama Islam - Air Mata Rasulullah SAW</title><content type='html'>Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang  berseru mengucapkan  salam.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Bolehkah saya masuk?" tanyanya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Siapakah yang datang?" tanya Rasulullah dari pembaringannya kepada Fatimah.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya" tutur Fatimah lembut.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Suruhlah ia masuk" kata Rasulullah&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Malaikat maut, Izrail   datang menghampiri,  sendirian,  Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut  bersama menyertainya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia  ini.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Jibril,  jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara  yang amat lemah. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu" kata Jibril.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman&lt;BR&gt;kepadaku: - Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya- " kata Jibril.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini!" Perlahan Rasulullah mengaduh.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Fatimah      terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih  Allah direnggut ajal" kata Jibril.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini  kepadaku, jangan pada umatku"&lt;BR&gt; &lt;BR&gt;Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum  - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu"&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Di  luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan,  sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan  telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Ummatii, ummatii,  ummatiii -Umatku, umatku, umatku-"&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi  sinaran itu. Kini,  mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli  alaa Muhammad wa baarik wa sallim alaihi. Betapa cintanya Rasulullah  kepada kita.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dpt dr millis tetangga, dgn sedikit perubahan untuk lebih mudah dipahami pembaca. (Use)&lt;BR&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-7658837066840647824?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/7658837066840647824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=7658837066840647824&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/7658837066840647824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/7658837066840647824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/02/agama-islam-air-mata-rasulullah-saw.html' title='Agama Islam - Air Mata Rasulullah SAW'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-9120259666129895825</id><published>2008-02-04T13:10:00.000+07:00</published><updated>2008-02-04T18:10:33.591+07:00</updated><title type='text'>Satu Lagi Uluran Tangan Sahabat Terhadap LM</title><content type='html'>&lt;a href="/photos/hi-res/92/5"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="/photos/hi-res/91/5"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/15/photos/91/300x300/5/LembayungMajapahitkecil.jpg?et=UNln6YgRimgoWv+,5DSvAA&amp;nmid=75204235" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Hari Minggu kemarin, perhatian seorang sahabat kembali mendatangi saya. S&lt;a href="http://ungguls.multiply.com/photos/hi-res/92/5"&gt;&lt;img class="alignright" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/2/photos/92/300x300/5/BUKU%20-%20LM.jpg?et=GvvOVLNy9JxS9b9wQyYz+A&amp;nmid=76881784" border="0"&gt;&lt;/a&gt;ahabat ini menawarkan kesanggupan dirinya untuk membantu "Lermbayung Majapahit".&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sahabat saya ini memang seorang yang berpengalaman di dunia buku, dari hulu hingga hilir. Sebenarnya dulu sempat terpikir oleh saya untuk membicarakan tentang cerita LM ini kepadanya. Namun rasa sungkan yang menggumpal, karena ini merupakan tulisan pertama saya yang tentu saja masih banyak kekurangan dan kelemahannya.&lt;br&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;Walaupun semangat untuk merampungkan kisah ini tetaplah besar, namun karena ke-awam-am saya terhadap dunia tulisan ini tak bisa membuat saya "pe-de" untuk membicarakannya dengan sahabat baik saya yang satu ini.&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Berawal dari rasa iseng, seminggu yang lalu, saya coba kirimkan sinopsis LM kepadanya melalui email kepadanya. Sungguh di luar dugaan, di hari minggu kemarin ia telah menanggapinya dengan sangat positif. Sempat pula ia ajarkan &lt;a href="http://ungguls.multiply.com/photos/hi-res/92/2"&gt;&lt;img class="alignright" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/11/photos/92/300x300/2/coverlembayungmajapahit2%20-%20rs.JPG?et=hR,3m27pXEYRfRhpjeNDkg&amp;nmid=76881784" border="0"&gt;&lt;/a&gt;beberapa teori penulisan kepada saya agar kisah LM ini bisa lebih baik lagi. Setelah itu, sahabat saya ini berjanji untuk membantu merapikan sebelum akhirnya menerbitkan dan mengedarkannya melalui jaringan yang dimilikinya dengan sistem yang sangat b&lt;a href="http://ungguls.multiply.com/photos/hi-res/92/5"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;ersahabat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada kesempatan ini, saya hanya bisa menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang tak terukur padanya. Terus terang, saat ini, saya belum berani banyak berjanji. Saya akan membicarakan cerita LM ini lebih detil dengannya, jika saya telah ramp&lt;a href="http://ungguls.multiply.com/photos/hi-res/92/5"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;ungkan hingga tuntas nanti. Semoga saja, kisah LM ini bisa saya rampungkan dan dapat memuaskan hati saya sendiri. Tanpa syarat itu, mungkin saja, saya hanya akan membukukan untuk beberapa sahabat saja yang selama ini mereka selalu mendukung dan memberi dorongan tiada henti kepada saya untuk menulis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bagaimana selanjutnya? Saat ini, sepertinya saya ingin menggarap bagian awal dan akhir dari kisah LM ini. Kedua bagian itu akan menjadi bagian yang paling penting, seru dan menantang saya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mohon doanya dan matur sembah nuwun kagem ingkang gusti, mugi-mugi ngijabahi, amin.&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-9120259666129895825?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/9120259666129895825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=9120259666129895825&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/9120259666129895825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/9120259666129895825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/02/satu-lagi-uluran-tangan-sahabat.html' title='Satu Lagi Uluran Tangan Sahabat Terhadap LM'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-9004637397073170556</id><published>2008-02-02T00:49:00.000+07:00</published><updated>2008-02-02T05:49:35.243+07:00</updated><title type='text'>"Bunga Desa" namanya...</title><content type='html'>&lt;img src="&lt;a href="http://i78.photobucket.com/albums/j89/joster091886/LeahDonnaDizon830.jpg"&gt;"&gt;http://i78.photobucket.com/albums/j89/joster091886/LeahDonnaDizon830.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Aku sengaja datang awal di cafe ini &lt;br&gt;Kami berjanji untuk bertemu&lt;br&gt;Wanita yang telah jadi "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;istriku&lt;/span&gt;" selama 3 bulan ini. &lt;br&gt;Tidak nyata,&lt;br&gt;Kami berumah tangga hanya di dunia chatt.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bunga_Desa&lt;/span&gt;" namanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;Bulan lalu aku mengenalnya&lt;br&gt;Kami making love di chatt&lt;br&gt;Itu real...&lt;br&gt;Ada orgasme kami di sana&lt;br&gt;Berkali-kali&lt;br&gt;Bersama-sama&lt;br&gt;&lt;br&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bunga_Desa&lt;/span&gt;" namanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kupanggil dia "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;istriku&lt;/span&gt;"&lt;br&gt;Dia panggil aku "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;suamiku&lt;/span&gt;"&lt;br&gt;Kami tahu pasti, &lt;br&gt;Ada tabir tipis tak tembus mata&lt;br&gt;Ada jarak yang terentang&lt;br&gt;&lt;br&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bunga_Desa&lt;/span&gt;" namanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Baru semalam kami berbuka diri&lt;br&gt;Tidak lewat chatt&lt;br&gt;Ini pertama kami bertemu suara&lt;br&gt;Dan berjanji bertemu di sini&lt;br&gt;&lt;br&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bunga_Desa&lt;/span&gt;" namanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku memakai baju pink berbunga&lt;br&gt;Aku datang tepat 19.30&lt;br&gt;Tunggu aku di sana, suamiku....&lt;br&gt;&lt;br&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bunga_Desa&lt;/span&gt;" namanya.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Sengaja ku pilih tempat ini&lt;br&gt;Dipojok dekat jendela&lt;br&gt;Agar bisa kupandang siapa yang datang&lt;br&gt;&lt;br&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bunga_Desa&lt;/span&gt;" namanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kini ia berdiri dihadapanku&lt;br&gt;Baju pink berbunga ditubuh sexy-nya&lt;br&gt;Dibalut blazer hitam&lt;br&gt;Ia jabat mesra tanganku&lt;br&gt;Matanya itu...&lt;br&gt;Bibir merekah merah...&lt;br&gt;&lt;br&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bunga_Desa&lt;/span&gt;" namanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ada paradok di sana&lt;br&gt;Ia sangat metropolis&lt;br&gt;Rambut recolouring 3 warna&lt;br&gt;Rebonding...&lt;br&gt;&lt;br&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bunga_Desa&lt;/span&gt;" namanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Untuk saat ini,&lt;br&gt;Kami biarkan nafsu kami berbicara&lt;br&gt;Untuk sementara...&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hingga tak tahu lagi&lt;br&gt;Nanti...&lt;br&gt;Bagaimana kami akan berbagi...&lt;br&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-9004637397073170556?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/9004637397073170556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=9004637397073170556&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/9004637397073170556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/9004637397073170556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/02/desa-namanya.html' title='&amp;quot;Bunga Desa&amp;quot; namanya...'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-3326348269661589097</id><published>2008-01-31T03:56:00.000+07:00</published><updated>2008-01-31T08:56:50.525+07:00</updated><title type='text'>Februari Bersama Asma Nadia - TB Gramed Depok</title><content type='html'>Sahabat, &lt;BR&gt;Apa agendamu sabtu (2 Februari 2008) ini? &lt;BR&gt; Kalau ingin nikmati akhir pekan dengan enjoy sambil ngobrol santai tentang begitu menggugahnya sebuah doa atau ingin tau seberapa kuat doa mempengaruhi hidup seorang perempuan. Tentang daya seorang perempuan yang seperta angin laut. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sejuk, namun didalamnya terdapat pusaran tenaga yang mencengangkan. &lt;BR&gt; &lt;BR&gt;Ya, pada sabtu ini kita akan berkisah dan mendengar kisah dari seorang istri, seorang ibu, seorang perempuan dalam menghadapi hidup ini.  So, sahabat wajib datang di acara ini : &lt;BR&gt;&lt;BR&gt; &lt;BR&gt;  &lt;STRONG&gt;Mendengar Getar Hati Perempuan&lt;BR&gt;&lt;/STRONG&gt;Bersama           : Asma Nadia, dkk&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hari/Tanggal    : Sabtu, 2 Februari 2008&lt;BR&gt;Pukul                 :           14.00 - 16.00&lt;BR&gt;Tempat      :         TB Gramedia Depok, Lt 2&lt;BR&gt; &lt;BR&gt;Datangi acaranya. Dapatkan kejutannya. Rasakan gelombang empatinya &lt;BR&gt;  &lt;BR&gt;sumber: promolingkarpena@yahoo.com&lt;BR&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-3326348269661589097?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/3326348269661589097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=3326348269661589097&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/3326348269661589097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/3326348269661589097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/01/februari-bersama-asma-nadia-tb-gramed.html' title='Februari Bersama Asma Nadia - TB Gramed Depok'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-7945931466945519352</id><published>2008-01-26T17:39:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T23:34:01.200+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blog'/><title type='text'>Lemariku Bukuku Baruku</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/photos/hi-res/upload/R5tS7goKCDsAACHDfvM1"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R5tS7goKCDsAACHDfvM1/Lemari%20Bukuku.jpg?et=KHKaGYZ7gbKBIMSl1%2CSP9Q&amp;amp;nmid=&amp;amp;nmid=79311193" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi ini, spirit tuk membenahi buku-bukuku yang berserakan lagi benar. Jam 08.00 mulai membuka kardus lemari buku yang belum di rakit. Lemari buku ini sudah kubeli hampir 6 bulan yang lalu dan tetap utuh dalam kardusnya hingga pagi tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekal semangat 2008 ini, didukung dengan pusingnya melihat buku bertebaran di mana-mana, belum lagi dengingan omelan ibu jendral di rumah yang tiada putusnya,akhirnya, lemari berwarna coklat ini berhasil juga di rakit, walau dengan kerapian yang sedikit acak-acakan. Sekarang bersanding manis dengan lemari bukuku yang pertama. Sedikit berbeda warnanya, yang lama agak mudaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yupz, inilah hasilnya. Bukuku kini tampil lebih manis. Mohon maaf untuk komik-komik jadoel, kalian kini hanya kutempatkan di bagian box bawah lemari ini saja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-7945931466945519352?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/7945931466945519352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=7945931466945519352&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/7945931466945519352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/7945931466945519352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/01/lemariku-bukuku-baruku.html' title='Lemariku Bukuku Baruku'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-687197049262793135</id><published>2008-01-24T09:32:00.000+07:00</published><updated>2008-01-24T14:45:26.284+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blog'/><title type='text'>Workshop "Tips-tips Menulis" - di Bogor</title><content type='html'>diambil dari:&lt;br /&gt;resensibuku@yahoogroups.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div   style=";font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:comic sans ms;" &gt;Kepada rekan-rekan semua,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:comic sans ms;" &gt;Komunitas Menulis &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1201159701_0"&gt;Bogor&lt;/span&gt; (KMB) mengundang anda untuk hadir dalam acara :&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:comic sans ms;" &gt;Workshop "Tips-Tips Menulis" oleh O. Solihin, yang akan diadakan pada :&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:comic sans ms;" &gt;Hari / Tanggal   : Sabtu, 2 Pebruari 2008&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:comic sans ms;" &gt;Pukul                 : 13:00&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:comic sans ms;" &gt;Tempat              : TB. Alternatif Jendela&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:comic sans ms;" &gt;                           Kompleks LIPI, Baranangsiang &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:comic sans ms;" &gt;                           Jl. Cikabuyutan No.6, BOGOR&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:comic sans ms;" &gt;&lt;span&gt;Pembicara          : O. Solihin - &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://osolihin.wordpress.com/"&gt;http://osolihin. wordpress. com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:comic sans ms;" &gt;Kami tunggu kedatangan anda untuk acara workshop ini&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:comic sans ms;" &gt;Salam&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:comic sans ms;" &gt;&lt;span&gt;Komunitas  Menulis &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1201159701_1"&gt;Bogor&lt;/span&gt; ~ &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://kmb.meisolar.com/"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1201159701_2"&gt;http://kmb.meisolar .com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:comic sans ms;" &gt;bekerjasama dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:comic sans ms;" &gt;TB. Alternatif Jendela ~ jendelaonline@ &lt;a target="_blank" href="http://yahoo.com/"&gt;&lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1201159701_3"&gt;yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-687197049262793135?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/687197049262793135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=687197049262793135&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/687197049262793135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/687197049262793135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/01/workshop-menulis-di-bogor.html' title='Workshop &amp;quot;Tips-tips Menulis&amp;quot; - di Bogor'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-8676147821300350169</id><published>2008-01-22T00:52:00.000+07:00</published><updated>2008-01-22T05:56:15.689+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blog'/><title type='text'>Langit KH Bakal Tampil di Acara Kupas Tuntas - Trans 7</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignright" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R5UfXQoKCDsAACKgSfw1/Langit%20KH%20-%20Ketoprakan.jpg?et=oq4gLSBC%2CVht6NUJszCceA&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;Sekilas Info...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu, tgl 20 Jan 2008 kemarin, bertempat di Candi Bajang Ratu, Trowulan, Mojokerto, dimana situs Kerajaan Majapahit berada telah dilaksanakan proses shooting untuk program TV Trans-7 "Kupas Tuntas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir sebagai nara sumber. novelis ternama Langit Kresna Hariadi, yang populer dengan novel best sellernya, serial roman sejarah "Gajah Mada", dan Pak Aris, seorang ahli purbakala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut rencana, wawancara "Kupas Tuntas" ini akan ditayangkan di TV Trans-7 pada hari Selasa, tgl 05 Februari 2008. Jam tayang masih dikonfirmasikan ke pihak stasiun TV tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penggemar Langit KH atau penggemar novel serial Gajah Mada dan juga bagi sahabat yg memiliki kepedulian atas budaya Nusantara lama, sehubungan dengan santernya berita akan di bangun ulangnya (rekonstruksi) bekas Kerajaan Majapahit di situs tersebut, jangan lewatkan penayangan acara ini nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-8676147821300350169?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/8676147821300350169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=8676147821300350169&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8676147821300350169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8676147821300350169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/01/langit-kh-bakal-tampil-di-acara-kupas.html' title='Langit KH Bakal Tampil di Acara Kupas Tuntas - Trans 7'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-8181935450471188824</id><published>2008-01-21T00:40:00.000+07:00</published><updated>2008-01-21T06:23:19.717+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blog'/><title type='text'>Perhatian Penerbit Pada Penulis</title><content type='html'>Republika Minggu, 13 Januari 2008 | Selisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Anwar Holid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELISIK saya di awal tahun 2008 ini agak murung. Bukan karena di bulan Januari ini kita hampir tiap hari diguyur hujan, tapi karena saya mendengar kabar buruk buat penulis. Kabar itu ialah minimnya perhatian penerbit pada judul atau penulis tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan penerbit-penulis- peresensi di acara Kompas-Gramedia Fair (KGF) 2007 di Sabuga, saya mendapati fakta bahwa penerbit besar seperti Elexmedia saja tak menyediakan dana untuk launching setiap buku. Yang dianggarkan ialah dana promosi untuk keseluruhan buku, terutama dalam setiap acara yang diikuti penerbit. Jelas ini membuat setiap judul sulit menonjol, minimal sekali saja persis begitu terbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kesempatan sebuah buku bisa menonjol masih terbuka, misalnya terpilih ikut disertakan dalam iklan ramai-ramai di koran, atau karena pertimbangan tertentu, judul tersebut dipajang poster X-bannernya. Contoh Cherish Every Moment karya Arvan Pradiansyah (Elex, 2007), yang X-bannernya dipasang persis di gerbang ruang utama pameran KGF. Baik Arvan dan bukunya tak muncul dalam rangkaian acara KGF, tapi bisa jadi karena dua buku dia sebelumnya (&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1200868012_0"&gt;Life is Beautiful&lt;/span&gt; dan You Are a Leader!) termasuk bestseller, Elex memutuskan mengiklankan buku ke-3 dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui penerbit memang penuh pertimbangan dalam mengiklankan buku. Baru ketika sebuah judul mampu mengangkat reputasi penerbit dan jelas mendatangkan keuntungan, mereka mau berisiko mempromosikan buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada alasan tertentu kenapa penerbit cenderung hanya mau mendukung 1 - 2 judul bestseller dalam anggaran mereka, yaitu masalah posisi tawar penerbit terhadap toko buku. Makin bestseller, makin banyak diperbincangkan sebuah judul, akan membuat penerbit punya daya tawar bahwa produknya laku dan menguntungkan toko. Harapannya penerbit bisa  menegaskan dan berharap lantas produk mereka lainnya bisa ikut terangkat dan terdisplay dengan pantas. Hukum pasar berlaku. Wajar bila penerbit berhitung atas setiap rupiah pengeluaran. Memang penerbit hingga sekarang masih penasaran apa bedah buku dan&lt;br /&gt;sejenisnya beriringan dengan larisnya sebuah judul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu aspek yang juga patut diperhatikan ialah ada baiknya seorang penulis memiliki event organiser atau 'publisis' yang mau fokus terus-menerus mengusahakan promosi bukunya. Kondisi ini sebenarnya kurang ideal bagi penulis, sebab secara finansial keuntungan penulis rata-rata hanya 10 persen dari harga buku. &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1200868012_1"&gt;Coba&lt;/span&gt; bayangkan kerepotan penulis harus mencari rekan kerja yang mau menggulirkan terus ide-ide penerbitan bukunya, belum soal biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis lain, terutama dari kalangan motivator dan manajemen, menyertakan penjualan bukunya dalam paket training atau seminar yang dia adakan. Perimbangan keuntungan dengan cara seperti ini lebih masuk akal; penerbit dan penulis mendapat bagian masing-masing, sedangkan angka penjualan bisa terus bertambah. Tapi memang sudah ada&lt;br /&gt;banyak contoh betapa buku yang dipromosikan dengan gegap gempitan (istilahnya 'hype') dengan pantas berbuah jadi bestseller.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROMOSI pasti berhubungan dengan anggaran, harapan keuntungan, dan tujuan yang ingin dicapai penerbit; tapi kesan bahwa penerbit pilih kasih dan kurang perhatian pada terbitan mereka jadi sulit dihindari. Penulis yang punya energi dan dana lebih kadang-kadang mesti rela merogoh kantong sendiri untuk berbagai keperluan, baik diskusi, imbalan resensi, bahkan sejenis promosi dari satu tempat ke tempat lain. Terbayang betapa 'pengorbanan' penulis yang amat besar buat bukunya, bahkan akhirnya jadi terasa berlebihan karena kurang didukung sungguh-sungguh oleh penerbit. Pernah saya dengar pengakuan tentang penulis yang sampai mesti mengeluarkan uang untuk pembicara agar mau mengkritik karyanya atau tambahan biaya konsumsi diskusi bukunya, sementara meminta penerbit serius menyediakan buku untuk komplimen bagi para rekanan media atau orang yang relevan saja agak&lt;br /&gt;sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira setahun lalu saya pernah ketemu penulis muda yang berambisi agar bukunya mesti disokong promosi, iklan, training, dan sebagainya, agar idenya bisa massif di ruang publik dan mempengaruhi pembaca sebanyak mungkin---mirip yang terjadi pada 'ESQ' karya Ary Ginanjar. Jelas sulit mencari penerbit yang mau setuju dengan klausulnya. Mendengar itu, saya sengaja mendukung dia dengan bilang begini, "Terbitkan sendiri saja mas, kan Anda yakin betul dengan rencana untuk buku itu, apalagi perangkat pendukungnya juga lengkap,&lt;br /&gt;termasuk klik yang siap membantu Anda. Biar semua yang Anda impikan terwujud dan porsi terbesar keuntungan dari penerbitan itu persis jatuh ke tangan Anda." Rupanya buku dia akhirnya diterbitkan sebuah penerbit besar. Tapi barangkali anggaraan promosi untuk buku itu tetap minim, buku dia terbit begitu saja, tanpa iklan atau rencana-rencana besar sebagaimana dia impikan. Jelas keinginannya buyar. Saya berharap, apa pun yang terjadi pada bukunya, semoga buku itu masih bisa merebut perhatian pembaca, terutama ide-ide orisinal yang keluar dari kesungguhannya mencerap pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali ada porsi yang patut dilakukan penerbit terhadap judul dan penulis tertentu. Memang ada penerbit yang agak menolak anggapan bahwa penerbit adalah pihak yang paling besar mendapat porsi keuntungan sebuah buku, dengan bilang bahwa pihak yang paling besar mendapat porsi keuntungan ialah toko buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, lepas dari kondisi yang tampak kurang ideal itu, saya berharap perhatian penerbit terhadap penulis terus meningkat, setidaknya kerja sama kedua belah pihak itu lebih berimbang. Bila begitu, barangkali nada murung dalam Selisik bisa sedikit lebih berkurang.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note:&lt;br /&gt;Cherish Every Moment (Arvan Pradiansyah) terpilih sebagai salah satu buku nonfiksi terbaik 2007 versi Ruang Baca Koran Tempo. Kata Hernadi Tanzil, "buku ini memberikan pesan yang singkat tapi sarat makna dan menginspirasi agar hidup kita semakin berkualitas, bisa menikmati hidup yang indah setiap saat, dan menjadi berkat bagi sesama kita di mana pun dan apa pun yang kita hadapi pada saat ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang telah meresensi buku ini, antara lain Akmal Nasery Basral, Ratih  Poeradisastra, Audifax, Wawan Eko Yulianto, juga saya. Selain mengelola ILM (perusahaan HRD), Arvan Pradiansyah dikenal sebagai pembicara publik dan motivator. Di radio Ramako, setiap Jumat pukul 07.00 - 08.00 pagi dia menjadi host talkshow 'Friday Spirit', tampil sebagai 'personal inspirator.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cherish Every Moment kini tengah cetak ulang, dijadwalkan beredar lagi pada awal Februari 2008. Cetak ulang ini membuktikan bahwa buku-buku Arvan bisa diserap pasar dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANWAR HOLID, penulis &amp;amp; penyunting, eksponen TEXTOUR, Rumah Buku &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1200868012_2"&gt;Bandung&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONTAK: 08156140621 - (022) 2037348 | &lt;a rel="nofollow" ymailto="mailto:wartax%40yahoo.com" target="_blank" href="http://us.f517.mail.yahoo.com/ym/Compose?To=wartax%40yahoo.com"&gt;wartax@yahoo. com&lt;/a&gt; | Panorama II&lt;br /&gt;No. 26 B, &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1200868012_3"&gt;Bandung&lt;/span&gt; 40141&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini diambil selengkapnya dari millis: resensibuku@yahoogroups.com&lt;br /&gt; &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-8181935450471188824?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/8181935450471188824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=8181935450471188824&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8181935450471188824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8181935450471188824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/01/perhatian-penerbit-pada-penulis.html' title='Perhatian Penerbit Pada Penulis'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-6019092107730668958</id><published>2008-01-20T06:42:00.000+07:00</published><updated>2008-01-21T06:22:59.085+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blog'/><title type='text'>Pesta Buku Bandung - Jan 29 s.d. Feb 04</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/photos/hi-res/upload/R5LQwQoKCDsAACW-@Hk1"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.ungguls.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R5LQwQoKCDsAACW-@Hk1/PestaBukuBdg.jpg?et=OBgm%2CgDWKt0QhNi6Kl8cXg&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Pesta Buku Bandung&lt;br /&gt;29 januari - 4 februari 2008&lt;br /&gt;Landmark Convention Hall&lt;br /&gt;Jl. Braga 129 Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungi Stand Books&lt;br /&gt;Balkon Area Stand G - H&lt;br /&gt;Buku-buku Impor, harga mulai Rp 10.000 - Rp 60.000&lt;br /&gt;buku sejarah, science, novel, textbook, buku anak, buku masakan, reader digest, dst dst..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dicopas dari:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pencintabuku.multiply.com/journal/item/70/pesta_buku_bandung_2008_"&gt;http://pencintabuku.multiply.com/journal/item/70/pesta_buku_bandung_2008_&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-6019092107730668958?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/6019092107730668958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=6019092107730668958&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/6019092107730668958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/6019092107730668958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/01/pesta-buku-bandung-jan-29-sd-feb-04.html' title='Pesta Buku Bandung - Jan 29 s.d. Feb 04'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-4571247971544037206</id><published>2008-01-19T09:36:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T18:08:54.963+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LM'/><title type='text'>Lembayung Majapahit - Episode 03</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5Fi8QWHIOI/AAAAAAAAACo/ZIbjcElvEMA/s1600-h/lembayungmajapahit2+-+rs.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5Fi8QWHIOI/AAAAAAAAACo/ZIbjcElvEMA/s320/lembayungmajapahit2+-+rs.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157011835635310818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Episode 03&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5FiwQWHINI/AAAAAAAAACg/mN7zlBPqmwM/s1600-h/FigurGajahMada-JARIK.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5FiwQWHINI/AAAAAAAAACg/mN7zlBPqmwM/s320/FigurGajahMada-JARIK.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157011629476880594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Di tengah lapangan para prajurit tengah memperagakan pertempuran antara &lt;i style=""&gt;Capit Urang&lt;/i&gt; melawan &lt;i style=""&gt;Cakra Byuha&lt;/i&gt;. &lt;i style=""&gt;Capit Urang&lt;/i&gt;, atau &lt;i style=""&gt;Supit Urang, &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;para prajurit membentuk pasukan menjadi beberapa bagian, dua kelompok pertama akan bertindak menjadi tangan-tangan perkasa dari seekor udang, masing-masing di pimpin oleh pemimpin sayap, bisa seorang &lt;i style=""&gt;Senopati, Penatus,&lt;/i&gt; ataupun cukup hanya seorang &lt;i style=""&gt;Lurah, &lt;/i&gt;tergantung dari besarnya jumlah pasukan yang ada.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mereka akan menjepit dan mengacaukan pihak musuh dari dua arah yang berlawanan. Sementara itu, di bagian tengahnya, pasukan utama akan bertemu berhadapan dada dengan pihak lawan. Jika dilihat dari atas menara pengawas yang ada di depan kraton, pasukan &lt;i style=""&gt;Capit Urang&lt;/i&gt; ini membentuk sebuah garis melengkung bagaikan tapal kuda.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sedangkan gelar &lt;i style=""&gt;Cakra Byuha, &lt;/i&gt;menirukan gerak sebuah cakram bergerigi yang tengah berputar. Di setiap gerigi di pimpin oleh seorang pimpinan prajurit, sementara sang pemimpin tertinggi akan berada diporosnya sembari memberikan perintah-perintah melalui prajurit penghubung ke setiap pimpinan prajurit yang ada di tiap-tiap gerigi. Pertemuan ke dua gelar perang tersebut, menjadikan pertempuran yang dahsyat, walau hanya sekedar latihan saja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sewaktu pagi masih gelap tadi, mereka berlatih terlebih dahulu menggunakan gelar perang &lt;i style=""&gt;Glatik Neba&lt;/i&gt; melawan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Dirada Meta&lt;/i&gt;. &lt;i style=""&gt;Glatik Neba, &lt;/i&gt;satu gelar yang mencoba mengikuti gerakan cepat dan menukik dari sekelompok burung glatik yang mulanya terbang tinggi dan secara tiba-tiba dan bersamaan, mereka terbang menukik menyerang lawannya. Sedangkan &lt;i style=""&gt;Dirada Meta&lt;/i&gt; sendiri merupakan gelar perang yang ditampilkan dengan penuh percaya diri, selayaknya seekor gajah raksasa. Pimpinan pasukan berada di depan di tengah pasukan. Sementara beberapa pimpinan kelompok berada di depan bertindak sebagai belalai sang gajah.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Telah tiga bulan terakhir ini, prajurit Majapahit seperti tak kenal lelah berlatih pertempuran dalam bentuk-bentuk gelar perang yang mereka kenal, &lt;i style=""&gt;Pasir Wutah, Garuda Nglayang, Gedong Minep, Samodra Rob &lt;/i&gt;dan lainnya. Dalam &lt;i style=""&gt;Sepasaran hari, &lt;/i&gt;mereka bisa berlatih hingga dua sampai tiga kali. Mereka mencoba mendapatkan setiap kemungkinan yang ada pada masing-masing gelar yang mereka dapat manfaatkan dalam petempuran sesungguhnya kelak. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dari tengah lapangan, dimana pertempuran sedang berlangsung riuh, seekor kuda tiba-tiba memisahkan diri dan berderap kencang menunju ke tempat Gajah Mada dan dua sahabatnya menyaksikan latihan tersebut. Sang penunggang mengenakan topi hitam yang khas dan bergaris merah di tengahnya, berseragam baju hitam dengan &lt;i style=""&gt;kain lurik&lt;/i&gt; dengan corak tertentu pula, sementara di pundak kirinya berselempang kain yang di ikatkan dipinggang sebelah kanan. Corak &lt;i style=""&gt;kain lurik&lt;/i&gt; serta warna selempang dipundak itulah yang menunjukkan bahwa sang penunggang kuda itu adalah seorang berpangkat &lt;i style=""&gt;Senopati&lt;/i&gt;. Senopati Macan Liwung datang menghampiri mereka bertiga dengan tawanya yang lebar.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Selamat pagi, kakang Gajah Mada” ujarnya riang, tak menampakan kelelahan sedikitpun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Bagaimana penilaian kakang terhadap latihan ini?” tanyanya kemudian.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Gajah Mada tersenyum menyambut kedatangan Senopati Macan Liwung.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Bagus, Macan Liwung, aku senang menyaksikan perkembangan kemampuan dan semangat mereka semua”&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Namun orang-orang pasti segera menyadari, hal itu bisa terjadi karena Senopati Macan Liwung yang memimpin mereka” lanjut maha patih.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Macan Liwung tertawa semakin lebar, demikian juga Gajah Enggon dan Gagak Bongol. Sudah lama rasanya mereka tak tertawa gembira seperti sekarang ini.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Itu semua bisa terjadi karena sesungguhnya para prajurit melihat kakang Gajah Mada berada di sini” jelas Macan Liwung.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Mereka tak mau mengecewakan &lt;i style=""&gt;pepundhen&lt;/i&gt; yang sangat mereka kagumi”&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dada sang Maha Patih &lt;i style=""&gt;mongkog &lt;/i&gt;hatinya mendengar dan melihat semua itu. Mereka kini telah kembali menemukan kemampuan terbaiknya yang sempat hilang sewaktu ia tinggalkan setahun yang lalu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tiba-tiba mata sang maha patih menangkap sepasang burung &lt;i style=""&gt;bence &lt;/i&gt;yang tengah terbang melintas di atas tanah lapang. Hatinya merasa tidak nyaman, apalagi ia melihat arah kedatangan burung itu searah dengan Istana Kepatihan berada. Panggraitanya yang melebihi tajamnya &lt;i style=""&gt;eri pandan &lt;/i&gt;berdesir kencang. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Hemm, apa gerangan yang sudah terjadi?” tanya batinnya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;     &lt;/o:p&gt;Gajah Mada memutar kudanya, mengarah ke Gajah Enggon dan ke dua sahabatnya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Kalian teruskan latihan ini hingga waktunya. Dan bukankah Prabu Hayam Wuruk mengundang kita hadir di istana waktu &lt;i style=""&gt;sepenggalah&lt;/i&gt; matahari nanti?”.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Benar kakang, kami pun tak akan lama di sini. Setelah latihan selesai, kami segera menghadiri &lt;i style=""&gt;pasewakan &lt;/i&gt;hari ini” sahut Kanuruhan Gajah Enggon.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Baiklah, kita akan bertemu di &lt;i style=""&gt;pasewakan &lt;/i&gt;nanti, sekarang aku harus segera kembali ke &lt;i style=""&gt;Kepatihan&lt;/i&gt;. Nampaknya ada sesuatu yang harus kukerjakan terlebih dahulu di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Ku minta kalian berhati-hatilah dan waspadai segala sesuatu yang mencurigakan dan tidak pada tempatnya. Aku pergi dulu”. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Gajah Mada tak lagi menunggu jawaban, langsung menghentakkan kaki ke perut kudanya, menuju ke rumahnya, Istana Kepatihan. Sang kuda perkasa yang terkejut dengan perintah tuannya yang sangat tiba-tiba itu, sempat mengangkat kedua kaki depannya tinggi-tinggi sebelum akhirnya berlari secepat anak panah yang lepas dari busurnya. Ringkikan kuda sang maha patih demikian menggetarkan, seolah-olah di lambari oleh aji &lt;i style=""&gt;Gelap Ngampar.&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kanuruhan Gajah Enggon, Pasangguhan Gagak Bongol dan Senopati Macan Liwung tak sempat lagi menjawab. Mereka terpana dengan kejadian yang berlangsung cepat itu. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sepeninggal Gajah Mada, mereka saling pandang tanpa suara, sinar mata mereka seolah sepakat, bahwa mereka memiliki kesan dan penilaian yang sama.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka melihat dan merasakan bahwa sang Maha Patih telah berubah, sama sekali berbeda jika dibandingkan sebelum ia di usir secara halus oleh Sang Prabu Hayam Wuruk karena peristiwa &lt;i style=""&gt;Bubat &lt;/i&gt;setahun yang lalu. Selama tiga bulan terakhir ini, baru sekali ini mereka melihat sang maha patih bisa tertawa lepas.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Gajah Enggon dan ke dua sahabatnya itu menyadari. Sekembalinya dari padepokan Madakaripura, Gajah Mada kini lebih banyak diam. Sepertinya ia sedang menanggung satu beban yang berat dan sangat mengganggu pikirannya. Sulit bagi mereka bertiga untuk menerkanya, dan tak mungkin pula menanyakannya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;    Sesungguhnya mereka masih menyayangi leher dan kepala mereka. Mereka masih merasa enggan untuk melepaskannya sekarang. Lebih baik jika untuk sementara ini, mereka memilih bersikap diam saja, menunggu hingga tiba saatnya Sang Maha Patih sendiri berkenan hati membagikan beban itu kepada mereka. Namun demikian, mereka seolah telah berjanji pula, bahwa mereka pasti akan membantunya dengan segenap hati, walaupun harus bertaruh dengan nyawa mereka sekalipun.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Bersambung ke episode 04&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-4571247971544037206?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/4571247971544037206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=4571247971544037206&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/4571247971544037206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/4571247971544037206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/01/lembayung-majapahit-episode-03.html' title='Lembayung Majapahit - Episode 03'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5Fi8QWHIOI/AAAAAAAAACo/ZIbjcElvEMA/s72-c/lembayungmajapahit2+-+rs.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-163826527726378664</id><published>2008-01-19T09:33:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T18:08:55.273+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LM'/><title type='text'>Lembayung Majapahit - Episode 02</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5Fh_QWHIMI/AAAAAAAAACY/AoMZck0l9Fk/s1600-h/lembayungmajapahit2+-+rs.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5Fh_QWHIMI/AAAAAAAAACY/AoMZck0l9Fk/s320/lembayungmajapahit2+-+rs.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157010787663290562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Episode ke 02&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5FhzgWHILI/AAAAAAAAACQ/jQ3xWXs3Zus/s1600-h/BUKU+-+LM.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5FhzgWHILI/AAAAAAAAACQ/jQ3xWXs3Zus/s320/BUKU+-+LM.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157010585799827634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Di bagian depan lapangan, tak seberapa jauh dari sepasang gapura gerbang istana, berdiri seekor kuda hitam paling kekar dari seluruh kuda yang ada di Majapahit. Sang penunggangnya memiliki sepasang mata tajam, setajam mata burung hantu, alis matanya tebal dan hitam. Serius memperhatikan yang tengah terjadi di tengah lapangan. Raut wajah sang pemilik tampak sesekali mengerenyitkan matanya, terkadang mengangguk-anggukkan kepalanya. Badannya tak seberapa tinggi untuk ukuran seorang prajurit, bahkan cenderung sedikit gempal. Wibawa yang dimiliki, sungguh tak kalah dengan tingginya sang gunung kampud. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Gajah Mada senang melihat kembali besarnya semangat juang dan ketekunan yang ditunjukkan oleh para prajurit dalam mengikuti tatanan gelar perang yang dijalankannya. Telah tiga bulan ini ia berupaya keras untuk itu.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;“Hmm, kenapa kalian biarkan para prajurit ini menjadi kendur semangatnya? Apa saja yang kalian kerjakan selama setahun ini?”&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;    &lt;/o:p&gt; Pasangguhan Gagak Bongol menundukkan kepala dan melirik ke arah rekan disampingnya. Kanuruhan Gajah Enggon sejenak kemudian memajukan kudanya dua tindak mendekati sang maha patih. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;“Kakang Gajah Mada, sebenarnya kami tetap mempertahankan beban latihan para prajurit sebagaimana yang biasa kakang lakukan, bahkan akhir-akhir ini kami telah tambahkan pula beberapa bentuk latihan baru yang lebih berat”, &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;“Gajah Enggon benar, kakang” sahut Gagak Bongol&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;“Namun, ketidakhadiran kakang di antara kami rupanya sangat mempengaruhi ketegaran jiwani semua prajurit. Api &lt;i&gt;obor&lt;/i&gt; didalam dada mereka seperti kehabisan minyak. Kakang Gajah Mada-lah yang selama ini menjadi minyak jarak di hati mereka semua”.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;“Apakah artinya kalian akan membiarkan negara ini musnah sepeninggalku kelak? Lalu, apa artinya segala jerih payah yang telah kita kerjakan selama ini? Lihatlah, bukankah kini, negera Majapahit ini telah menjadi cahaya utama dan panutan bagi seluruh negara-negara yang terbentang dari Onin di ujung timur hingga ke Tumasek di sisi barat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Semua itu memerlukan semangat dan tenaga kita, baik untuk meraihnya, juga mempertahankannya” ucap Maha Patih lirih.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;“Sudah sampai dimanakah pasukan Nala?”, tanyanya tiba-tiba.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;“Petugas penghubung menjelang pagi tadi baru saja melaporkan, bahwa Laksamana Nala dan pasukannya semalam bersandar di Hujung Galuh. Mereka baru saja tiba, setelah melakukan tugas berkeliling di perairan sekitar &lt;st1:place st="on"&gt;Celebes&lt;/st1:place&gt;”, sahut Gajah Enggon.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;“Saya perkirakan, saat matahari tepat di atas kepala, ia baru akan tiba di sini”&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Nala, laksamana angkatan maritim yang dimiliki oleh Majapahit. Seorang perwira muda yang sangat menggigirisi tindakannya. Cepat dan tuntas. Kepandaiannya bertempur di lautan tak pernah ada yang meragukannya, hingga negeri-negeri di Swarna Dwipa dan Dharma Sraya pun mengakui kehebatannya. Begitu juga Tumasek.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Gajah Mada memiliki harapan besar kepada seorang Laksamana Nala. Gajah Mada memiliki pendapatnya sendiri, jika wilayah Nusantara ini ingin tetap utuh seperti saat ini, pasukan maritimlah pemegang kuncinya. Air dan lautan, baginya, adalah pemersatu, bukan pemisah. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Jika Majapahit bisa berjaya di lautan, berarti Majapahit akan memegang semuanya, hingga tak perlu cemas lagi jika pasukan tentara negeri Atap Langit datang kembali kelak. Gajah Mada harus selalu waspada terhadap mereka, dan itulah yang selalu menghantui batinnya selama ini. Bagaimanapun, seorang Khan Agung dari negeri Atap Langit itu pasti begitu murkanya karena pasukan yang dikirimnya ke Jawa Dwipa ini telah diperdaya oleh Raden Wijaya, penggagas berdirinya Negara Majapahit ini.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Perlahan Gajah Mada menundukan kepalanya kembali. Lama ia termenung, sementara ke dua rekannya ikut terdiam tak berani bersuara sedikitpun. Mereka menyadari kegalauan sang maha patih tersebut. Alangkah rapuhnya negara ini jika hanya bergantung pada seorang Gajah Mada. Hanya akan seumur jagungkah kelangsungan hidup negera ini? Sungguh menyedihkan bila itu yang terjadi kelak.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Bersambung ke episode 3…&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-163826527726378664?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/163826527726378664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=163826527726378664&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/163826527726378664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/163826527726378664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/01/lembayung-majapahit-episode-02.html' title='Lembayung Majapahit - Episode 02'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5Fh_QWHIMI/AAAAAAAAACY/AoMZck0l9Fk/s72-c/lembayungmajapahit2+-+rs.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-6323581478200882492</id><published>2008-01-19T09:25:00.003+07:00</published><updated>2008-12-10T18:08:55.565+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LM'/><title type='text'>Lembayung Majapahit - Episode 01</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5FhLAWHIKI/AAAAAAAAACI/AIS3iuK8xjA/s1600-h/LembayungMajapahitkecil+-+rs.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5FhLAWHIKI/AAAAAAAAACI/AIS3iuK8xjA/s320/LembayungMajapahitkecil+-+rs.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157009890015125666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Episode 01&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Jejak embun pagi masih membayang di daun pepohonan depan kraton Majapahit. M&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5FhAQWHIJI/AAAAAAAAACA/JTdJA_BcsRY/s1600-h/FinalGajahMada+-+rs.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5FhAQWHIJI/AAAAAAAAACA/JTdJA_BcsRY/s320/FinalGajahMada+-+rs.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157009705331531922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;atahari masih enggan untuk bangun dari tidurnya. Sinarnya masih rendah di ufuk timur. Berbeda dengan keengganan sang matahari tersebut, lapangan Kesatriyan di depan kraton telah riuh oleh derap ratusan kaki kuda. Sesekali para penunggang kuda meningkahinya dengan teriakan penuh semangat. Pedang, tombak, penggada, trisula saling berayun dan beradu. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang bersenjata penggada yang bentuknya besar dan mengerikan. Walaupun gada itu tak bergerigi besi namun ukurannya sangat menyeramkan. Besarnya seakan hendak menyaingi kekarnya badan sang pemilik senjata itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Keringat dan peluh telah membasahi tubuh para prajurit itu. Beberapa diantara prajurit itu bahkan telah diwarnai oleh warna darah pula. Darah yang muncul akibat goresan-goresan kecil di kulit mereka. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Senjata-senjata yang mereka pergunakan telah dibuat khusus untuk berlatih. Pedang-pedang itu hanya terbuat dari kayu. Tombakpun tanpa bilah pisau di ujungnya. Demikian juga penggada besar itu berlapis sulur rotan. Namun tak urung sesekali senjata-senjata itu tetap menggores tubuh mereka. Kecuali gada besar itu tentunya. Ia tak akan melukai kulit mereka, namun jejak membiru yang ditinggalkan di kulit sanggup bertahan beberapa hari lamanya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tanah lapangan telah berubah bagai sawah yang tengah dibajak lembu. Lembabnya embun malam tak mampu lagi menahan kerasnya injakan kaki-kaki kuda itu. Hingga debu tanahpun beterbangan menyatu dengan hiruknya latihan perang itu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Beberapa tombak dari pinggir lapangan telah dipadati oleh ribuan penonton. Kawula Majapahit datang semenjak hari masih gelap. Beberapa diantara mereka yang datang sejak hari kemarin malam. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang datang sendirian, ada pula yang bersama dengan sahabat dan keluarga. Mereka ikut membantu kesibukan para prajurit mempersiapkan lapangan yang akan digunakan. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mereka ikut sibuk memasang patok-patok dan tali dadung sebesar ular bandotan ke sekeliling lapangan. Tali itu berguna sebagai tanda pembatas bagi penonton yang memisahkan antara penonton laki-laki dengan wanita dan anak-anak. Dengan begitu, penonton bisa terhindar dari berdesak-desakan. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Malamnya banyak yang tidak tidur di malam itu. Setelah persiapan usai, mereka berbincang dan bersenda-gurau dengan para prajurit itu. Perbincangan yang sangat seru dengan ditemani oleh hangatnya ketela rebus, jagung bakar, wedang jahe maupun wedang sereh. Sebenarnya itu semua bukanlah makanan yang aneh, karena sesungguhnya merekapun sering memakannya di rumah. Namun menyantapnya bersama para prajurit di malam seperti itu, rasanya sungguh jauh lebih nikmat.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Sekembalinya ke padukuhan nanti, mereka bisa bercerita dengan bangganya, bahwa mereka berhasil melihat atau berbincang dengan Kanuruhan Gajah Enggon, Pasangguhan Gagak Bongol, Macan Liwung dan atau lainnya. Nama-nama para perwira utama kerajaan yang kehebatannya sering dibicarakan dari mulut ke mulut secara getok tular. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Perwira-perwira utama itulah yang telah membantu Sang Maha Patih memajukan dan membesarkan negara Majapahit hingga ke negara seberang lautan. Majapahit kini memiliki nama besar yang bergaung dari tempatnya matahari terbit hingga ke negara-negara di ujung barat, di mana matahari kembali ke peraduannya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Apalagi bila rakyat itu berhasil saling menyapa dengan Sang Maha Patih Gajah Mada sendiri, waktu tujuh hari tujuh malam tak cukup rasanya untuk menceritakannya kepada semua orang yang mereka kenal di padukuhan. Hingga seolah-olah diri merekalah Sang Maha Patih itu sendiri.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Rakyat yang bangga dengan prajuritnya akan semakin memperkokoh dan memperbesar negara. Tak heran jika rakyat banyak yang berangan-angan diri atau anak mereka bisa menjadi seorang prajurit. Bagi yang tidak memiliki anak laki-laki, mereka tidak perlu putus harapan. Mereka masih bisa berharap melalui anak gadis mereka. Mereka akan panjatkan doa agar anak gadis mereka bisa bersuamikan seorang prajurit. Dengan begitu, mereka sebagai orang tua akan menjadi terkenal hingga ke seberang padukuhan. Alangkah membanggakannya.&lt;/p&gt;    &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bersambung ke episode 02 …&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-6323581478200882492?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/6323581478200882492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=6323581478200882492&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/6323581478200882492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/6323581478200882492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/01/lembayung-majapahit-episode-01.html' title='Lembayung Majapahit - Episode 01'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5FhLAWHIKI/AAAAAAAAACI/AIS3iuK8xjA/s72-c/LembayungMajapahitkecil+-+rs.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-3211875649368308675</id><published>2008-01-19T07:23:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T18:08:55.960+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LM'/><title type='text'>Lembayung Majapahit - Prolog</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5FHigWHIHI/AAAAAAAAABs/CKEXPlhDFBc/s1600-h/lembayungmajapahit2+-+rs.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5FHigWHIHI/AAAAAAAAABs/CKEXPlhDFBc/s320/lembayungmajapahit2+-+rs.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156981706439729266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.penulis-indonesia.com/ungguls/"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sahabat semua, terp&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5FG_gWHIGI/AAAAAAAAABk/cKnFdYDX7eY/s1600-h/GM-R1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5FG_gWHIGI/AAAAAAAAABk/cKnFdYDX7eY/s320/GM-R1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156981105144307810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.penulis-indonesia.com/ungguls/"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;ancing oleh provokasi beberapa sahabat kepada saya, sungguh terpaksa bila akhirnya saya memberanikan diri untuk mencoba membuat satu tulisan. Tulisan bersambung yang akan saya beri nama sebagai "Lembayung Majapahit". &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.penulis-indonesia.com/ungguls/"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Paling tidak, jika saya boleh berharap, cerita ini kelak bi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.penulis-indonesia.com/ungguls/"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;sa menjadi satu kesatuan yang utuh dalam satu bagian cerita. Paling tidak, bisa setara dengan satu bab buku cerita standar.&lt;/span&gt;  &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.penulis-indonesia.com/ungguls/"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Adapun ma&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;ksud dari cerita ini, saya ingin (jika sahabat berkenan) untuk memberikan komentar, kritikan, saran ataupun masukan. Ini forum bebas, sebebas apapun sahabat hendak memberikannya kepada saya. Ucapan terima kasih yang tak ada putusnya akan saya berikan sebagai balasan kepada sa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.penulis-indonesia.com/ungguls/"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;habat semua yang berkenan melakukannya. Bebas saja, cemo'oh paling sadis, sesadis apapun yang sahabat bisa berikan, saya akan terima dengan lapang dada sepanjang itu untuk lebih baiknya tulisan ini selanjutnya. Luasnya langit &amp;amp; dalamnya samudera hati akan saya buka untuk menampung semua itu. &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.penulis-indonesia.com/ungguls/"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Jika ada sahabat yang merasa risi melakukan di forum bebas ini, sahabat bisa mengirimnya melalui jalur PM.&lt;/span&gt;  &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.penulis-indonesia.com/ungguls/"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pada kesempatan awal ini, saya mengucapkan "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;a great great thank so much&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;" saya kpd  para &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;provokators&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; yg tdk jemu2nya berusaha menjerumuskan saya &amp;amp; nampaknya usaha mereka tsb berhasil, yakni: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;FH, LF &amp;amp; DB&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;. Juga kepada dua orang yg saya sangat hormati &amp;amp; kagumi karya-karyanya yg luar biasa, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;SHM &amp;amp; LKH&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;, mereka adalah sumber ide &amp;amp; semangat yang tiada habisnya untuk diteladani. &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.penulis-indonesia.com/ungguls/"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Maafkan atas kelancangan saya ini.&lt;/span&gt;   &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.penulis-indonesia.com/ungguls/"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Salam hangat selalu.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-3211875649368308675?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/3211875649368308675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=3211875649368308675&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/3211875649368308675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/3211875649368308675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/01/lembayung-majapahit-prolog.html' title='Lembayung Majapahit - Prolog'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5FHigWHIHI/AAAAAAAAABs/CKEXPlhDFBc/s72-c/lembayungmajapahit2+-+rs.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-5397613294279853565</id><published>2008-01-18T19:37:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T18:08:56.385+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LM'/><title type='text'>Lembayung Majapahit - Sebuah Sinopsis Singkat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5Ce-QWHIFI/AAAAAAAAABc/vYLj1MKESaY/s1600-h/LembayungMajapahit+-+rs.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5Ce-QWHIFI/AAAAAAAAABc/vYLj1MKESaY/s320/LembayungMajapahit+-+rs.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156796365716004946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5CeowWHIEI/AAAAAAAAABU/8EsgbmcVrwY/s1600-h/GM-R1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5CeowWHIEI/AAAAAAAAABU/8EsgbmcVrwY/s320/GM-R1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156795996348817474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;         Ibunda Prabu Tribhuanatunggadewi tetap dengan pendiriannya. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Gajah Mada&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:state st="on"&gt;ia&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; anggap telah menghancurkan ikatan darah yang semestinya berpadu. Niat suci untuk menyatukan &lt;i style=""&gt;balung pisah, &lt;/i&gt;telah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbalik menjadi tragedi. Baginya, tak pantas lagi Sang Maha Patih kembali ke di Istana Wilwatikta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;                     &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sementara itu, Sang Prabu Hayam Wuruk sendiri kini berada dipersimpangan jalan. Ia berhadapan dengan pilihan yang sulit. Mana yang harus ia utamakan? Perasaan Sang Ibunda Prabu, atau menyelamatkan keutuhan wilayah negara? Memanggil pulang Gajah Mada jelas melukai hati Sang Ibunda Prabu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;                     &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Nyatanya, ketika sosok Gajah Mada tak lagi hadir di tengah pusat kekuasaan Majapahit, hal itu telah membawa dampak yang buruk. Beberapa negara bawahan mulai bertingkah dengan berbagai alasan. Mereka tidak hadir ketika diundang serta mulai menghindar dari kewajiban mereka kepada Majapahit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;                     &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Akhirnya, Gajah Mada kembali lagi ke Majapahit. Setahun lamanya ia terusir karena tragedi Bubat. Sumpah Palapa yang tinggal sejengkal lagi akan membulat, terpaksa ia hentikan. Sudah cukup sampai disini, ujar batinnya. Namun demikian, kecintaannya kepada negaranya tak pernah surut sedikitpun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;                     &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Amukti Palapa akhirnya terwujud di bumi Nuswantara, walaupun tak bisa sempurna hanya karena wanita. Jasanya mempersatukan wilayah yang sedemikian luas bagaikan pupus tak berarti karena perasaan cinta Sang Prabu Hayam Wuruk. Bagi Gajah Mada, wanita dan cinta adalah bagian dari Amukti Palapa. Jauh sebelum Amukti Palapa itu ia sumpahkan, sesungguhnya, sumpah itu sendiri sudah melekat di dirinya sejak ia baru berumur &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tahun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tak perlu orang tahu siapakah diriku, dari manakah asalku dan dimanakah aku menyatu dengan bumiku. Karena itu semua bagian dari amalan Amukti Palapa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Benarkah semua itu tak akan dapat disingkap? Jawabnya, belum tentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=""&gt;                                &lt;/span&gt;Sementara itu di ujung barat Jawa Dwipa, Kerajaan Sunda Galuh di Panjalu Ciamis mencoba menerima malapetaka itu dengan &lt;i style=""&gt;legawa&lt;/i&gt;. Istana Wilwatikta sudah memohon maaf beserta tangisnya. Tak ada lagi yang dapat mereka lakukan. Hanya sebatas “&lt;i style=""&gt;E&lt;span style=""&gt;sti larangan ti kaluaran” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;sebagai balasannya. T&lt;/span&gt;idak boleh bagi mereka menikah dengan orang dari luar lingkungan kerabat Sunda. Istana Surawisesa bisa saja mengambil sikap lunak. Namun tidak demikian bagi sebagian kawula. Merekapun berangkat menuju Bumi Tarik untuk mengukur lebarnya dada Sang Maha Patih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;          Mohon doanya, agar penulisan cerita ini berjalan lancar hingga selesai,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Great thanks&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;a href="http://www.penulis-indonesia.com/ungguls/"&gt;&lt;img src="http://www.penulis-indonesia.com/banner/penulis-155x44.gif" alt="Visit My Profile" title="Visit My Profile" border="0" height="44" width="155" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-5397613294279853565?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/5397613294279853565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=5397613294279853565&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/5397613294279853565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/5397613294279853565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/01/lembayung-majapahit-sebuah-sinopsis.html' title='Lembayung Majapahit - Sebuah Sinopsis Singkat'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R5Ce-QWHIFI/AAAAAAAAABc/vYLj1MKESaY/s72-c/LembayungMajapahit+-+rs.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211209117662655180.post-8939493231917609597</id><published>2008-01-18T06:28:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T18:08:56.521+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blog'/><title type='text'>Salam Persahabatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R4_m3QWHIDI/AAAAAAAAABA/w5VcRpFXNkE/s1600-h/Love+Will.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R4_m3QWHIDI/AAAAAAAAABA/w5VcRpFXNkE/s200/Love+Will.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156593935317409842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini mula pertama saya hadir di blog ini. Sejuta harapan agar blog ini dapat berjalan lancar dengan berbagai cerita dan keinginan dari saya pribadi. Secuil harapan, sahabat bisa mendapatkan satu manfaat dari keberadaan blog ini, walaupun sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berjumpa, salam kenal dan sukses selalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211209117662655180-8939493231917609597?l=unggulsetiadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/feeds/8939493231917609597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=211209117662655180&amp;postID=8939493231917609597&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8939493231917609597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211209117662655180/posts/default/8939493231917609597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://unggulsetiadi.blogspot.com/2008/01/salam-persahabatan.html' title='Salam Persahabatan'/><author><name>ungguls</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07577442436783326504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_96vxAHSd9fg/R4_i_AWHIBI/AAAAAAAAAAw/x9HaOBcKLy4/S220/Mick+Jagger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_96vxAHSd9fg/R4_m3QWHIDI/AAAAAAAAABA/w5VcRpFXNkE/s72-c/Love+Will.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry></feed>
